05/02/2008 14:42 WIB

Majalah Tempo Minta Maaf Soal Cover Edisi Soeharto

Arifin Asydhad - detikcom

Cover majalah Tempo (atas), The Last Supper karya Da Vinci (bawah)

Jakarta - Pimpinan Majalah Berita Mingguan (BMB) Tempo meminta maaf atas
sampul majalah Tempo edisi 4-10 Februari 2008. Tempo tidak memiliki maksud
untuk menimbulkan ketersinggungan dan ketidaknyamanan, terutama terhadap
umat kristiani.

"Saya sebagai Pemimpin Redaksi Tempo meminta maaf atas segala hal yang
ditimbulkan oleh pemuatan sampul edisi khusus Soeharto yang beredar sejak
Senin kemarin," kata Pemimpin Redaksi MBM Tempo Toriq Hadad kepada detikcom,
Selasa (5/2/2008).

Menurut Toriq, sampul majalah itu dibuat sebagai interpretasi dari lukisan
Leonardo Da Vinci. "Jadi, bukan sebagai interpretasi dari kitab suci umat
Kristiani," jelas Toriq.

Toriq menjelaskan bahwa Tempo sama sekali tidak melakukan kesengajaan untuk
menciderai umat Kristiani dalam pembuatan sampul ini. "Untuk segala hal yang
menimbulkan ketersinggungan, menimbulkan rasa tidak nyaman, menimbulkan
sakit hati, saya sebagai pemimpin redaksi Tempo, memohon maaf," ujar Toriq.

Rencananya, selain menyampaikan secara lisan, Toriq juga akan menampilkan
permintaan maaf tersebut di edisi Tempo selanjutnya.

Toriq yang baru saja selesai menghadiri seminar langsung menuju kantor Tempo
di Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat. Dia akan menemui para perwakilan umat
Katolik yang telah datang ke kantor Tempo sejak pukul 14.00 WIB. Perwakilan
umat Katolik memprotes dan mempertanyakan cover Tempo. ( asy / nrl )

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/05/tim
e/144235/idnews/889495/idkanal

/10

05/02/2008 14:23 WIB

Perwakilan Katolik dan Tempo Berdialog Soal Cover Majalah

Ramdhan Muhaimin - detikcom

Jakarta - Sejumlah perwakilan organisasi Katolik berdialog dengan jajaran
redaksi Majalah Tempo. Mereka ingin meminta penjelasan soal cover Majalah
Tempo edisi 4 yang terbit 10 Februari 2008.

"Kita tidak demo, hanya ingin berdialog," kata Ketua Forum Komunikasi Alumni
PMKRI Hermawi Taslim kepada detikcom di Kantor Majalah Tempo, Jl Proklamasi,
Jakarta Pusat, Selasa (5/2/2008).

Sekitar 8 orang dari sejumlah organisasi Katolik telah datang ke Kantor
Majalah Tempo sejak pukul 13.20 WIB. Selain Hermawi ada perwakilan dari
Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Mereka didampingi tim pembela kebebasan beragama Paskalis Pieter.

Ada sekitar 8 orang yang masuk ke dalam kantor Majalah Tempo. Penjagaan
polisi pun santai saja, hanya 4 polisi berseragam yang tampak berjaga-jaga.
Para wartawan media cetak dan elektronik pun menunggu di luar.

Cover Majalah Tempo edisi terbaru itu bergambar Soeharto dan anak-anaknya.
Sekilas gambar itu mirip lukisan The Last Supper karya Leonardo da Vinci.
Dalam lukisan aslinya itu adalah gambar Yesus dan murid-muridnya. ( fay /
umi )

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/05/tim
e/142341/idnews/889484/idkanal/10


2008/2/4 Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>:

>   (dikutip dari milis [EMAIL PROTECTED]<begundal-salemba%40yahoogroups.com>
> )
>
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
>
> e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
>
> Dear All,
>
> Terlampir saya sampaikan gambar The Last Super yang di rubah menjadi
> versi Soeharto dimana di gambar tersebut wajah Yesus diganti menjadi
> wajah Soeharto dan wajah Para Rasul dirubah menjadi wajah anak2
> Soeharto. Gambar tersebut dijadikan cover depan majalah Tempo Edisi 4-
> 10 Februari 2008 dimana mengulas mengenai perjalanan terakhir
> Soeharto. Didalam daftar isi tertulis diinspirasi dari Karya
> Leornardo Da Vinci. http://www.tempoint eraktif.com/ hg/mbmtempo/ free/
>
> Bagaimana rekan2 yg lain menyikapi gambar tersebut? Karena
> keseluruhan gambar persis sama dengan karya The Last Super Leornardo
> Da Vinci hanya wajah2nya saja yg diganti dan peralatan perjamuan juga
> digambarkan mirip kedai warteg ada asbak, mangkok makan, piring2,
> dll.
>
> Kalo saya pribadi terus terang saya merasa sangat tersinggung dengan
> gambar ini. Dengan adanya gambar ini saya beranggapan bahwa Majalah
> Tempo telah berlaku tidak bijaksana dengan telah mengijinkan karya
> yang saya sebut "Plagiat" ini kedalam majalahnya yang selama ini saya
> anggap Tempo sangat edukatif dan intelek.
>
> Demikian saya sampaikan dengan maksud bukan untuk memperkeruh suasana
> hanya saja saya sangat kesal melihat gambar tersebut.
>
> Salam,
> Pingkan Permata
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke