Sebenarnya kita tak usah terlalu sensitif menanggapi hal seperti ini. 
Yesus sebagai tokoh sejarah disini dibandingkan dengan pak Harto, 
yang juga tokoh sejarah. Keduanya, the Masters, mohon pamit. That's 
it.

Mungkin yang sangat shocking disini, adalah, Yesus pamit setelah 
meninggalkan ajaran kasih, sedang pak Harto meninggalkan setumpuk 
berkas di pengadilan. Juga beda besar disini, Yesus, menurut versi 
ajaran Kristen, dibunuh oleh yang memusuhiNya, sedangkan pak Harto 
meninggal secara alami...

Kehormatan Yesus bagi yang menghormatiNya tak akan cidera karena 
cover ini. Dan.. redaksi tempo sudah minta maaf.

salam damai

danardono






--- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 05/02/2008 14:42 WIB
> 
> Majalah Tempo Minta Maaf Soal Cover Edisi Soeharto
> 
> Arifin Asydhad - detikcom
> 
> Cover majalah Tempo (atas), The Last Supper karya Da Vinci (bawah)
> 
> Jakarta - Pimpinan Majalah Berita Mingguan (BMB) Tempo meminta maaf 
atas
> sampul majalah Tempo edisi 4-10 Februari 2008. Tempo tidak memiliki 
maksud
> untuk menimbulkan ketersinggungan dan ketidaknyamanan, terutama 
terhadap
> umat kristiani.
> 
> "Saya sebagai Pemimpin Redaksi Tempo meminta maaf atas segala hal 
yang
> ditimbulkan oleh pemuatan sampul edisi khusus Soeharto yang beredar 
sejak
> Senin kemarin," kata Pemimpin Redaksi MBM Tempo Toriq Hadad kepada 
detikcom,
> Selasa (5/2/2008).
> 
> Menurut Toriq, sampul majalah itu dibuat sebagai interpretasi dari 
lukisan
> Leonardo Da Vinci. "Jadi, bukan sebagai interpretasi dari kitab 
suci umat
> Kristiani," jelas Toriq.
> 
> Toriq menjelaskan bahwa Tempo sama sekali tidak melakukan 
kesengajaan untuk
> menciderai umat Kristiani dalam pembuatan sampul ini. "Untuk segala 
hal yang
> menimbulkan ketersinggungan, menimbulkan rasa tidak nyaman, 
menimbulkan
> sakit hati, saya sebagai pemimpin redaksi Tempo, memohon maaf," 
ujar Toriq.
> 
> Rencananya, selain menyampaikan secara lisan, Toriq juga akan 
menampilkan
> permintaan maaf tersebut di edisi Tempo selanjutnya.
> 
> Toriq yang baru saja selesai menghadiri seminar langsung menuju 
kantor Tempo
> di Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat. Dia akan menemui para perwakilan 
umat
> Katolik yang telah datang ke kantor Tempo sejak pukul 14.00 WIB. 
Perwakilan
> umat Katolik memprotes dan mempertanyakan cover Tempo. ( asy / nrl )
> 
> Source :
> 
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/
05/tim
> e/144235/idnews/889495/idkanal
> 
> /10
> 
> 05/02/2008 14:23 WIB
> 
> Perwakilan Katolik dan Tempo Berdialog Soal Cover Majalah
> 
> Ramdhan Muhaimin - detikcom
> 
> Jakarta - Sejumlah perwakilan organisasi Katolik berdialog dengan 
jajaran
> redaksi Majalah Tempo. Mereka ingin meminta penjelasan soal cover 
Majalah
> Tempo edisi 4 yang terbit 10 Februari 2008.
> 
> "Kita tidak demo, hanya ingin berdialog," kata Ketua Forum 
Komunikasi Alumni
> PMKRI Hermawi Taslim kepada detikcom di Kantor Majalah Tempo, Jl 
Proklamasi,
> Jakarta Pusat, Selasa (5/2/2008).
> 
> Sekitar 8 orang dari sejumlah organisasi Katolik telah datang ke 
Kantor
> Majalah Tempo sejak pukul 13.20 WIB. Selain Hermawi ada perwakilan 
dari
> Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia 
(PMKRI).
> Mereka didampingi tim pembela kebebasan beragama Paskalis Pieter.
> 
> Ada sekitar 8 orang yang masuk ke dalam kantor Majalah Tempo. 
Penjagaan
> polisi pun santai saja, hanya 4 polisi berseragam yang tampak 
berjaga-jaga.
> Para wartawan media cetak dan elektronik pun menunggu di luar.
> 
> Cover Majalah Tempo edisi terbaru itu bergambar Soeharto dan anak-
anaknya.
> Sekilas gambar itu mirip lukisan The Last Supper karya Leonardo da 
Vinci.
> Dalam lukisan aslinya itu adalah gambar Yesus dan murid-muridnya. ( 
fay /
> umi )
> 
> Source :
> 
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/
05/tim
> e/142341/idnews/889484/idkanal/10
> 
> 
> 2008/2/4 Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>:
> 
> >   (dikutip dari milis [EMAIL PROTECTED]<begundal-
salemba%40yahoogroups.com>
> > )
> >
> > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> >
> > e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH 
MINGGU
> > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> >
> > Dear All,
> >
> > Terlampir saya sampaikan gambar The Last Super yang di rubah 
menjadi
> > versi Soeharto dimana di gambar tersebut wajah Yesus diganti 
menjadi
> > wajah Soeharto dan wajah Para Rasul dirubah menjadi wajah anak2
> > Soeharto. Gambar tersebut dijadikan cover depan majalah Tempo 
Edisi 4-
> > 10 Februari 2008 dimana mengulas mengenai perjalanan terakhir
> > Soeharto. Didalam daftar isi tertulis diinspirasi dari Karya
> > Leornardo Da Vinci. http://www.tempoint eraktif.com/ hg/mbmtempo/ 
free/
> >
> > Bagaimana rekan2 yg lain menyikapi gambar tersebut? Karena
> > keseluruhan gambar persis sama dengan karya The Last Super 
Leornardo
> > Da Vinci hanya wajah2nya saja yg diganti dan peralatan perjamuan 
juga
> > digambarkan mirip kedai warteg ada asbak, mangkok makan, piring2,
> > dll.
> >
> > Kalo saya pribadi terus terang saya merasa sangat tersinggung 
dengan
> > gambar ini. Dengan adanya gambar ini saya beranggapan bahwa 
Majalah
> > Tempo telah berlaku tidak bijaksana dengan telah mengijinkan karya
> > yang saya sebut "Plagiat" ini kedalam majalahnya yang selama ini 
saya
> > anggap Tempo sangat edukatif dan intelek.
> >
> > Demikian saya sampaikan dengan maksud bukan untuk memperkeruh 
suasana
> > hanya saja saya sangat kesal melihat gambar tersebut.
> >
> > Salam,
> > Pingkan Permata
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke