http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.04.09413333&channel=1&mn=53&idx=56

500 Lebih Gen Ditemukan

PARIS, SENIN - Beberapa ilmuwan menemukan lebih dari 500 gen yang berpengaruh 
terhadap variasi populasi manusia termasuk warna kulit, tinggi badan, serta 
kerentanan terhadap serangan penyakit. Hasil studi  ini membandingkan jutaan 
fragmen kode genetik dari individu dalam 4 kelompok, yaitu dari Nigeria, China, 
Jepang, serta Eropa barat laut.   

Studi dari 4 kelompok itu menunjukkan seleksi alam berperan penting dalam 
perbedaan warna kulit, tinggi badan, serta kerentanan terhadap penyakit. Tim 
periset, yang dipimpin oleh Lluis Quintana-Murci dari National Centre for 
Scientific Research di Prancis, Prancis menekankan adanya variasi genetik kecil 
pada gen CR1 yang mengakibatkan 85 persen warga Afrika memiliki kekebalan 
terhadap penyakit malaria. Sebagian besar populasi manusia di dunia tidak 
mempunyai varian gen tersebut sehingga lebih rawan terserang penyakit malaria.
 
Variasi genetik lainnya-yang disebut single nucleotide polymorphisms atau SNPS 
(dibaca: "snips"/red) - menjadi jawaban dari alasan mengapa tingkat penderita 
diabetes, obesitas serta hipertensi berbeda dari satu wilayah dibandingkan 
wilayah lainnya. Dengan ditemukannya peran kode genetik secara lengkap terhadap 
suatu penyakit tertentu, para ilmuwan dapat berusaha menemukan obat yang dapat 
digunakan untuk menyembuh penyakit tersebut.

SNPs berlangsung saat satu dari 4 susunan kimiawi gen menghalangi varian DNA 
pada sebuah segmen tertentu DNA. Beberapa mutasi genetik ini terjadi melalui 
seleksi positip, yang tujuannya lebih condong ke upaya untuk bertahan hidup. 
Misalnya, memiliki kekebalan tubuh dari serangan malaria lebih positip perannya 
di sub-Sahara Afrika ketimbang di Norwegia.Mutasi gen lainnya terjadi karena 
seleksi negatif. Ini artinya proses mutasi gen muncul karena paksaan keadaan 
untuk bertahan hidup.

Studi yang didasarkan pada katalog HapMap internasional mengenai varian genetik 
di antara populasi seluruh dunia itu menunjukkan SNPs juga berperan sebagai 
penyebab dari perbedaan warna mata dan rambut manusia."Gen-gen ini berperan 
penting dalam adaptasi manusia terhadap lingkungan.Namun gen-gen ini 
menerangkan perbedaan phenotype antara populasi manusia yang hanya mewakili 
bagian kecil dari genome. Hal itu sekaligus menekankan sekali lagi bahwa konsep 
"ras" dari sisi genetik sudah dihapuskan," tutur Quintana-Murci.

Genotype merupakan cetak biru genetik yang terkandung di dalam DNA, sementara 
phenotype adalah organisme individu yang terbentuk berdasarkan instruksi yang 
terdapat di DNA.
 
Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Genetics ini mengindentifikasi 582 gen 
yang bermutasi melalui seleksi alam, kemungkinan antara 10.000 hingga 60.000 
tahun lalu. (AFP)
JIM


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke