Apa ini suatu pengangkatan/ kehormatan buat Mbah Harto sehingga dia
di per wajahkan sebagai Jesus dalam perjamuan achirnya da Vinci atau ada
sinisism dalam penggambaran Mbah Harto dengan anaknya dalam perjamuan
terachirnya da Vinci?
Kayaknya di Indonesia itu perkara agama jadi semakin sensitip. Sana ngamuk
sini ngamuk, ngak ingat susahnya hidup di sana, mau makan cari uang susah terus
di masyarakat di gelontor sama banjir sama banjir sekalian. "What a life!"
Ujung2nya karena demokrasi yang ke-bablasan sehingga tiap orang bisa mengambil
sikap...."everything goes"
Harry Adinegara
SUARA PEMBARUAN DAILY
----------
Sampul Majalah "Tempo"
Perlu Diselesaikan Lewat Jalur Hukum
[JAKARTA] Pernyataan maaf Majalah Tempo terkait dengan gambar sampul
berjudul "Setelah Dia Pergi" pada edisi 4-10 Februari 2008 masih
disangsikan beberapa kalangan sehingga masih terbuka untuk menempuh
jalur hukum. Apalagi, jika komitmen atas permintaan maaf tersebut
tidak dilakukan oleh Majalah Tempo yang dinilai sudah menodai pemeluk
Kristiani.
Demikian rangkuman pandangan Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan
Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI), Solidaritas
Demokrasi Indonesia (SDKI), Pemuda Katolik dan Gerakan Mahasiswa
Kristen Indonesia (GMKI). Disebutkan, jalur hukum sebenarnya
memungkinkan untuk melihat obyektivitas atas cover tersebut. Namun
demikian, ormas-ormas Kristiani tersebut terlebih dahulu akan
mengadukan hal tersebut ke Dewan Pers.
"Kami menunggu komitmen Majalah Tempo," kata Ketua Umum Forkoma PMKRI
Hermawi Taslim usai dialog dengan pimpinan redaksi Majalah Tempo di
Jakarta, Selasa (5/2).
Sementara itu, Rabu (6/2) pagi ini, puluhan perwakilan Katolik dan
Protestan melakukan aksi damai sebagai protes atas sampul tersebut.
Mereka menuntut Majalah Tempo harus ditarik dari peredaran dan akan
meneruskan langkah-langkah hukum.
Dalam dialog kemarin, pihak Majalah Tempo menyampaikan permohonan
maaf atas pemuatan cover tersebut. Permohonan itu akan dimuat di
Tempo Online, Koran Tempo, dan Majalah Tempo edisi 11 Februari 2008
mendatang.
Selain Forkoma PMKRI, pertemuan itu juga dihadiri perwakilan delapan
ormas lainnya seperti Pemuda Katolik, SDKI, Forum Masyarakat Katolik
Indonesia (FMKI) dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI). Dari
pihak Majalah Tempo diwakili pendiri Majalah Tempo Fikri Jufri,
Pemimpin Redaksi Toriq Hadad dab Redaktur Pelaksana Majalah Tempo
Wahyu Muryadi serta jajaran redaksi majalah tersebut.
Menyinggung
"Majalah Tempo dipandang menggampangkan permasalahan dan menyinggung
perasaan umat Katolik. Kami tidak menuntut ganti rugi tetapi itu
telah mendegradasi makna kepercayaan umat Kristiani," ungkap Taslim.
Para perwakilan ormas tersebut juga berupaya untuk mencegah tindakan
anarkis umat Kristiani di beberapa daerah seperti Sulawesi Utara,
Nusa Tenggara Timur dan Papua yang menyatakan ketidakpuasan atas
sampul tersebut.
Menurut Ketua Pemuda Katolik Natalis Situmorang, jalur hukum maupun
ke pengaduan ke Dewan Pers masih terbuka untuk dilakukan agar melihat
hal tersebut lebih objektif.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Toriq Hadad, meminta
maaf kepada umat Kristiani sehubungan dengan penerbitan gambar sampul
yang menunjukkan mantan Presiden Soeharto duduk di sebuah meja
dikelilingi anak-anaknya.
Dia menegaskan, sama sekali tidak bermaksud melecehkan atau
merendahkan agama mana pun. [IGK/H-12]
----------
Last modified: 6/2/08
[Non-text portions of this message have been removed]
--- End forwarded message ---
---------------------------------
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.
---------------------------------
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.
[Non-text portions of this message have been removed]