http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8192
GUBERNUR LEMHANAS: ANGGARAN PERTAHANAN SEBAIKNYA TIDAK DIPOTONG
"Memang saat ini ada pemotongan di setiap departemen dalam rangka efisiensi
anggaran tetapi diharapkan untuk sektor pertahanan ada pengecualian. Kita malu
sekali dengan negara-negara sekitar," katanya, di Batam, Kamis malam (7/2).
Ditemui di sela-sela silaturahmi Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla
dengan fungsionaris DPD Partai Golkar Kepulauan Riau, ia mengatakan ketetapan
pemerintah untuk mengkandangkan seluruh alutsista TNI yang sudah tua demi
keamanan dan keselamatan prajurit, sangat positif dan manusiawi.
"Karena itu, pemerintah dan DPR harus ikut membantu untuk memikirkan anggaran
yang memadai dalam pengadaan alutsista TNI," katanya.
Ia mengatakan sudah banyak kecelakaan yang menimpa prajurit karena peralatan
dan persenjataan militer yang sudah tua. Jadi, tambah dia, sudah saatnya
pemerintah lebih memikirkan dukungan riil dalam modernisasi alutsista TNI dan
diharapkan BUMN industri strategis seperti PT. PAL, PT. Pindad, dan PT.
Dirgantara Indonesia lebih kreatif untuk dapt memenuhi kebutuhan alutsista TNI.
"Bagaimana pun pernyataan Bapak Presiden untuk mengkandangkan persenjataan TNI
yang sudah tua akan memacu industri pertahanan nasional agar lebih kreatif.
Kita sudah punya banyak memiliki ahli teknologi militer, hanya perlu untuk
dikerjasamakan dengan negara lain. PT DI misalnya sudah memiliki basis yang
kuat untuk menjadi indsutri militer nasional," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan alutsista yang sudah
berusia lanjut harus segera dikandangkan demi keamanan dan keselamatan.
"Arah pemerintah sudah jelas, beberapa waktu lalu pemerintah dan TNI telah
menetapkan kebijakan agar alutsista yang sudah tua tidak boleh dipakai lagi,"
katanya.
Ia menegaskan, sejumlah alutsista TNI yang sudah tua seperti pesawat hercules
C-130 dan tank amphibi yang berusia tua juga tidak boleh digunakan lagi.
Pemerintah, menurut dia, akan memberikan sanksi jika masih ada komandan yang
menggunakan alutsista tua baik itu kapal laut, pesawat maupun kendaraan tempur
lainnya.
"Kita sudah putuskan dan perintahkan agar TNI tak lagi menggunakan alutsista
tua dan akan saya berikan sanksi jika masih ada yang menggunakan alutsista
tua," katanya.
Oleh karena perlu segera diadakan alutsista baru dengan menggunakan skema
pembiayaan yang baru yakni dari kredit ekspor menjadi rupiah murni, katanya.
Sementara itu, Markas Besar TNI menyatakan, hampir sekitar 70 persen
persenjataannya sudah berusia di atas 20 tahun.
"Namun begitu, apakah seluruh persenjataan itu akan langsung dikandangkan dan
tidak digunakan lagi, itu perlu kajian dan penelitian lebih lanjut," kata
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen.
Bagaimana pun, tambah Sagom, TNI tetap membutuhkan peralatan dan persenjataan
untuk latihan dan melaksanakan operasi sesuai tugas pokok, peran dan fungsi
TNI. Jika, semua peralatan dan persenjataan yang telah berusia diatas 20 tahun
langsung dikandangkan, maka TNI tidak dapat melaksanakan latihan rutin untuk
memelihara kesiapan operasional dan profesionalitasnya.
"Jadi, masih akan kita teliti dan kaji lagi seluruh peralatan dan persenjataan
TNI terutama yang telah berusia 20 tahun ke atas. Toh, dari semua peralatan dan
persenjataan TNI yang berusia lebih dari 20 tahun, sebagian telah mengalami
peremajaan ("retrovit") atau "repowering". "Sehingga masih tetap kita pakai,"
tuturnya.
Sumber : ANTARA
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]