http://www.antara.co.id/arc/2008/2/11/gangliosida-berperan-penting-dalam-perkembangan-otak-anak/

Gangliosida Berperan Penting Dalam Perkembangan Otak Anak

Jakarta (ANTARA News) - Nutrisi gangliosida, yang secara alami terdapat dalam 
air susu ibu, susu formula, daging dan telur, memiliki peran penting dalam 
pertumbuhan, serta perkembangan otak anak.
Peneliti senior dari Palmerston North, Selandia Baru, Dr.Paul McJarrow, PhD di 
Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa gangliosida dalam asam sialat dibutuhkan 
dalam pertumbuhan, perkembangan, migrasi dan pematangan sel syaraf otak, serta 
pembentukan synaps (hubungan antar sel syaraf--red).             
                
Lemak kompleks kelompok asam sialat yang terdiri atas komponen gula itu, 
menurut McJarrow, juga membantu proses transmisi sinyal synaps, pembentukan 
struktur otak dan menyimpan informasi.
"Penelitian yang dilakukan pada manusia juga menunjukkan bahwa suplementasi 
gangliosida dapat meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat pada anak," 
jelasnya.
                                                            
Ia menjelaskan, peran penting gangliosida dalam pertumbuhan dan perkembangan 
otak anak juga terlihat dari banyaknya konsentrasi gangliosida pada area 
abu-abu otak atau pada otak besar dan cerebral cortex yang merupakan area 
penting dalam pembentukan memori.

Namun demikian, menurut dia, hingga kini belum diketahui periode kritis 
kebutuhan gangliosida dalam formasi neuron maupun synaps. "Secara spesifik 
belum diketahui periode kritisnya, kapan gangliosida benar-benar dibutuhkan," 
katanya.

Ia menyarankan para ibu yang sedang hamil memaksimalkan asupan nutrisinya 
dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung gangliosida seperti susu, 
daging dan telur. 
Suplementasi gangliosida susu, katanya, juga bisa diberikan kepada bayi setelah 
periode pemberian ASI eksklusif usai.

Lebih lanjut dijelaskan, meskipun penting namun gangliosida saja tidak cukup 
untuk menyokong pertumbuhan dan perkembangan otak, nutrisi mikro lain seperti 
protein, kolin, AA-DHA, seng, besi, tembaga, iodium, folat dan vitamin A juga 
punya peran yang sama penting.

"Itu semua tidak berdiri sendiri, semua dibutuhkan untuk pertumbuhan dan 
perkembangan otak," kata dr.Soedjatmiko, SpA, MSi, dokter spesialis anak 
konsultan tumbuh kembang.

Ketua Divisi Tumbuh Kembang Departemen Pediatri Sosial Fakultas Kedokteran 
Universitas Indonesia itu juga menambahkan bahwa tanpa stimulasi memadai 
nutrisi saja tidak dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

"Seperti nutrisi, stimulasi juga sangat penting. Stimulasi bisa dilakukan 
dengan memberikan rangsang suara, rabaan, gerakan, coretan dan gambar pada saat 
bermain, menyusui, memandikan, jalan-jalan dan yang lainnya," demikian dr. 
Soedjatmiko. (*)


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke