Master Harry, Jawaban saya dibawah.
"sans_culotte_30" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Johnny Howard adalah orang kerdil, selain seorang neo-conservative PM ini telah menjual negaranya dengan sembah sujut sama si Bush. Syukurlah dia sudah di lenyapkan dari peredaran politik berkat digjoyonya sistim demokrasi. Tolong kirim rombongan para ...orang yang getol study tour ya tapi kali ini biar bapak2 penggede itu bayar sendiri. YHG: Dont change the issue! Konteksnya bukan mensyukuri Mr Howard yang turun panggung politik, tapi soal penyesalan dan permintaan maafnya, yang selama 11 tahun melindungi pelanggaran HAM yang dulu pernah terjadi di Australi. -------------------------- > Kasus "Stolen Generation" (1910- 1971?), adalah kebijakan > "Aimilasi" Pemerintah Australia, dengan memisahkan 1 dari 10 anak > Aborigin dari orang tua dan keluarganya, dalam rangka "memutihkan" > generasi penerus Aborigin ===Harry:........ Apa bedanya policy yang mau dijalankan oleh mbah Harto dengan meminjam tangan cina2 bengkok semacam LPKB tempo hari? Apa ini bukan merupakan sebuah pogrom terhadap etnis Tionghoa,...ingin "mencoklatkan" etnis Tionghoa? YHG: Astagaa ... sampeyan belajar sejarah politik RI di outlet McDonald's mana ya??? Jadi, menurut Anda kebijakan asimilasi Pak Harto dan LPKB sama dengan "white policy"nya Australia? Coba tolong jabarkan dengan bukti faktual atas tindakan pemeritah Orba/LPKB yang secara paksa, ulangi, secara paksa "mencoklatkan" etnis Tionghoa! Anda suka berjudi, mari kita bertaruh. Pasangannya mobil saya lawan sepeda Anda! -------------------- ===Harry:........ Syukurlah white policy itu sudah lenyap. Tapi pekerjaan masih banyak untuk memperbaiki nasib Aborigine. Multikultural adalah ...the way to go...semua etnis berhak hidup tanpa dikurangi atau ingin dikaburkan dilenyapkan "warna" kulitnya ataupun kebudayaann-nya. Semua setaraf tidak ada yang lebih unggul. Itulah sikap dan sikon disini yang perlu ditiru. Jadi anjurkan supaya bapak2 penggede disono itu datang untuk selidiki koq bisa begini soal kerukunan masyarakat disini. Tapi ya itu silahkan saja datang pakai duitnya sendiri2 jangan uang negara diobral. Kalau pakai duit sendiri itu ada baiknya, jadinya bapak2 itu sungguh2 menekuni study-nya, lha wong bayar dewek. YHG: Oohh ... maksudnya, seperti Hendra Rahardja yang diterima dengan "red-carpet" oleh pemerintah Australia, ketika membawa "duitnya sendiri" masuk Australi, begitu? -------------------- > Masalah G30S/PKI dan "Stolen Generation" adalah tragedi sejarah > yang total berbeda satu sama lain, sangat tidak relevan untuk dijadikan > bahan perbandingan. > G30S/PKI adalah upaya perebutan kekuasaan (revolusi), yang dilatar > belakangi oleh konflik idologi (politik), yang sampai sekarang masih > sarat dengan dendam politik, diantara massa pro dan kontra PKI. ===Harry:..... Kenapa tidak bisa disandingkan dengan peristiwa tahun 65? Lho wong sama2 "warna"nya yakni sama2 adalah kejadian pelanggaran hak azasi manusia. White policy dilatar belakangi policy (pemerintah) waktu itu. Malahan kejadian tahun 65 itu lebih berat ketimbang policy white policy ini, karena tahun 65 jutaan orang dibantai. Celakanya, tragedi ini paling celaka 13, karena bangso dewek menjagal bangso dewek. YHG: Saya jelaskan absurd-nya perbandingan Anda. Suku Aborigin, yang notabene adalah native di Australia, tidak pernah menculik dan membunuh orang yang tidak sepaham dengan ideologinya. Aborigin tidak pernah merampas tanah-tanah milik orang kulit putih, atau menyiapkan 10 juta massa tani dan buruh sebagai angkatan ke-5 untuk melancarkan revolusi didaerah. Dan warga Aborigin tidak pernah melakukan melakukan kudeta berdarah. Peristiwa G30S adalah manifestasi politik (revolusi) PKI yang gagal, dimana tragedi kemanusiaan sesudahnya adalah akibat dari kebencian terhadap ulah kekejaman PKI semasa berkuasa. Adalah para pimpinan PKI yang paling bertanggung jawab atas terbunuhnya massa dan pendukungnya. Kalau bangsa dewek celaka 13, maka nasib Aborigin ditimpa "Celaka Jumat Kliwon tanggal 13" ; sebagai bumi putra mereka dihabisi oleh pendatang kulit putih ...... ----------------------- > Juga persepsi dan kesimpulan yang ngawur: ".... cucu cicitnya yang > sudah dicap masa itu (tahun 1965) sebagai seorang anggota atau > didakwa sebagai PKI sampai sekarangpun masih menyandang > sebagai wn kelas dua dengan segala pen-diskriminasi-an." > Lhaa .... anak-cucu ex-PKI sudah berkibar dan petantang-petenteng > sebagai Anggota DPR Yth koq! ===Harry:...... Lha gimana individu2 yang ada di LN? Apa mereka sudah direhabilitir dan mendapatkan status sebagai wn Indonesia kembali? YHG: Tokoh-tokoh di LN pada umumnya sudah menjadi WN di negara mereka tinggal dan sejak tahun 90an sudah bisa masuk ke Indonesia. Untuk menjadi WNI harus ditanyakan kepada ybs, apakah mereka mau pindah kewarganegaraan RI, dengan resiko kehilangan semua hak yang mereka dapati sebagan WN di negaranya. Soal rehabilitasi adalah keputusan politik yang harus ditempuh dengan perubahan ketetapan di DPR dan MPR. Perlu Anda ingat bahwa, masalah sejarah konflik politik bukan saja menyangkut tokoh PKI tetapi juga kelompok pembrontak lainnya seperti Permesta, DI/TII, dll. > Desentralisasi kekuasaan dengan UU Otonomi Daerah, bertujuan dan > diharapkan Pemda Prov Papua dan DI Nangro Aceh, bisa lebih fokus > mengurusi wilayah dan lebih adil menangani masyarakatnya. ===Harry:..... Setelah semua kekayaan alamnya di rampok habis2an oleh pemerintah pusat zaman Orba, maka pemerintah lantas cuci tangan menyerahkan timbuman sampah untuk di cakarin oleh pemulung yang nota bene adalah anak daerah! YHG: He he he ..... jangan lupa saya titip Anda menuntut perusahaan-perusahaan tambang besar asal Australia, seperti: Herald Resources, Straits Resources Ltd, Aurora Gold, PT Dairi Prima Mineral, Rio Tinto, Broken Hill Property dll. --------------------------------- > Seperti contohnya yang dilakukan Australia, begitu? > Kalangan konservatif dan mantan PM John Howard, yang selama > 11 tahun berkuasa dengan gigihnya menolak mengucapkan maaf, > dalam upaya melindungi pelanggaran HAM (etnocyde). > Apakah mereka akan diadili? > Mana mungkin "Stolen Generation" akan menjadi kasus hukum? > Paling banter dibayar kompensasi, itupun pada warga Aborigin > yang masih tersisa! ===Harry:..... Masih baik-kan lah ketimbang urusan yang menyangkut jutaan jiwa bongso dewek tidak mendapatkan perhatian. Euuunak-e wae membunuh orang di-ibarat-kan membunuh lalat saja, no way mate! YHG: Ha ha ha ..... Sampeyan pantas dapat Medal of Honor dari pemerintah Australia! Membunuh bangsa dewek atau membunuh bumi putra sama-sama tragisnya. Kecuali kalau Anda menganggap membunuhi Aborigin sebagai trofi safari ...... Come on Harry Antinegara, don't give up, try better! Wassalam, yhg. -----------------

