Mungkin untuk menutup lubang semburan, diperlukan batu alam, seperti batu
gunung, batu granit,dlsb. Sebab buatan Tuhan tetap lebih kuat daripada buatan
manusia.
------------------------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2008/2/21/tim-its-siapkan-teori-tutu-lumpur/
Tim ITS Siapkan Teori Tutup Lumpur
Surabaya (ANTARA News) - Upaya menghentikan semburan lumpur di Sidoarjo terus
dilakukan Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang kali ini
menyiapkan teori Bernoulli Dua (tekanan atas dan bawah seimbang), hasil
gabungan sistem relief well (pengeboran menyamping) dan teori Bernoulli.
Koordinator Tim ITS, Ir Djaja Laksana dihubungi di Surabaya, Kamis mengatakan,
sistem ini ditemukan setelah melihat cara kerja relief well dan teori
Bernoulli.
Pada sistem relief well, penghentian semburan dilakukan dengan cara memasukkan
semen berat ke titik pertemuan antara lubang atas dan pusat semburan.
"Sedangkan teori Bernoulli menyeimbangkan tekanan atas dan bawah sehingga
semburan lumpur stabil. Dengan stabilnya tekanan, otomotis semburan akan
berhenti dengan sendirinya," katanya.
Menurut dia, teori Bernoulli Dua dapat berjalan baik jika materi yang
dimasukkan ke titik sasaran diubah, dari semen berat menjadi biji atau pasir
besi dengan berat 7,5 kg/desimeter kubik, yang dimasukkan dari beberapa titik
dengan sistem relief well.
"Yang membedakan sistem relief well lama dengan baru adalah materi tidak harus
dimasukkan tepat di sumber lumpur, tapi bisa sedikit lebih jauh sekitar 2-3
meter," ujar dia.
Dengan berat yang telah ditentukan tersebut, besi tidak mudah terangkat ke
permukaan, sehingga besi akan menutupi jalan keluar lumpur. Teori bernoulli
akan berjalan, karena biji besi yang terangkat ke atas akan memberi tekanan ke
bawah yang menyebabkan semburan lumpur berhenti.
Berapa banyak pasir atau biji besi yang diperlukan, menurut Djaja, semua
tergantung perhitungan besarnya lubang atau diameter di pusat semburan.
Diperkirakan kedalaman pusat semburan sekitar 3.000 meter di bawah permukaan
tanah. Dengan lamanya penanganan semburan ini, kondisi lubang pada pusat
semburan tidak berbentuk dan rawan terkikis oleh semburan yang keluar.
"Yang bisa menghitung besarnya lubang adalah ahli geologi, kami hanya memberi
saran pada pemerintah mengenai materi yang akan dimasukkan ke pusat semburan,
karena jika tetap menggunakan semen berat seperti yang pernah diterapkan pada
sisterm relief well lama tingkat keberhasilannya sedikit sekali," ujarnya.
Untuk diketahui, Tim ITS telah menemukan teori bernoulli sejak awal semburan
lumpur terjadi. Bahkan saat ini, Tim ITS telah menyiapkan proposal dua penemuan
baru yakni pengaliran lumpur (star pump) dan teori Bernoulli untuk diserahkan
ke Presiden RI.
"Kami memberikan alternatif pilihan penanganan masalah lumpur, biar nanti
pemerintah yang menentukan mana yang lebih tepat, apakah teori Bernoulli atau
sistem relief well yang kami inginkan adalah masalah lumpur dapat segera
selesai," katanya.(*)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]