http://www.antara.co.id/arc/2008/2/21/rupiah-sore-naik-enam-poin-jadi-rp9162-per-dolar-as/

Rupiah Sore Naik Enam Poin Jadi Rp9.162 per Dolar AS

Jakarta (ANTARA News) - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antar bank 
Jakarta, Kamis pagi menguat tipis enam poin menjadi Rp9.162/9.170 per dolar AS 
dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.174/9.220 per dolar AS atau naik 12 
poin.

Analis Valas PT Bank Saudara, Rully Nova di Jakarta mengatakan, aksi beli 
rupiah oleh pelaku pasar relatif masih kecil, karena mereka menunggu keputusan 
bank sentral AS (The Fed) yang berencana akan menurunkan suku bunganya.

Pelaku pasar cenderung tidak tergesa-gesa membeli rupiah dalam jumlah besar, 
apabila kepastian The Fed menurunkan suku bunganya masih belum final, ucapnya.

Ia mengatakan, kenaikan rupiah ini sebenarnya sudah menunjukkan adanya sentimen 
positif dari The Fed, namun pelaku mengiinginkan lebih jelas berapa bunga 
Fedfund akan turun lagi.

"Kami optimis apabila The Fed jadi menurunkan suku bunganya 50 basis poin 
menjadi 2,5 persen dari 3 persen, maka sentimen positif pasar akan lebih 
besar," katanya.

Rupiah, lanjut dia juga akan mendapat sentimen positif dari aktifnya investor 
asing menempatkan dananya di surat utang negara (SUN), karena selisih bunga 
rupiah terhadap dolar AS makin tinggi.

Bunga rupiah terhadap dolar AS saat ini mencapai lima persen (8-3) persen, bila 
The Fed jadi menurunkan bunganya maka selisih bunga itu akan menjadi 5,5 
persen, ucapnya.

Menurut dia peluang rupiah untuk menguat lebih jauh sampai di angka Rp9.100 per 
dolar AS semakin besar yang diperkirakan akan mampu meliwati angka Rp9.100 per 
dolar AS.

"Kami optimis rupiah akan bisa mencapai level Rp9.100 per dolar AS karena 
sentimen positif pasar makin menguat, "ucapnya.

Ia mengatakan, rupiah yang sempat terpuruk selama dua hari lalu hingga di angka 
Rp9.180 per dolar AS (sebelumnya sempat mencapai Rp9.138 per dolar AS), karena 
pelaku berspekulasi melepas rupiah setelah The Fed turunkan suku bunganya awal 
Januari lalu. 

Karena itu pasar saat ini menunggu keputusan The Fed apakah penurunan suku 
bunganya akan kembali terjadi untuk memicu ekonomi AS yang cenderung makin 
melambat, katanya.(*)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke