http://www.antara.co.id/arc/2008/2/22/presiden-tidak-usah-terburu-buru-untuk-2009/

Presiden: Tidak Usah Terburu-Buru untuk 2009

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih untuk fokus 
menjalankan sisa tugasnya dibanding ikut-ikutan berkampanye untuk Pemilu 2009.

Pada pidato pembukaan Muktamar II Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di 
Hotel Mercure, Jakarta, Jumat, Presiden menanggapi dukungan yang disampaikan 
oleh Parmusi kepada dirinya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.

"Saya ingin merespon sedikit apa yang baru disampaikan oleh Ketua Panitia dan 
Ketua Umum. Ini baru pertama kali saya bicara di depan publik tentang 2009. 
Para wartawan juga bisa mencatat ini pertama kali saya harus merespon 2009," 
kata Presiden.

Menurut Presiden, akan banyak pilihan pada 2009 dan ia meminta agar Parmusi 
jangan tergesa-gesa untuk memilih calon tertentu, dan sebaliknya justru harus 
mencermati apa yang ditawarkan oleh para calon pemimpin pada 2009 untuk 
menyelesaikan berbagai masalah di Indonesia.

"Terbuka bagi saudara, saya minta tidak usah terburu-buru. Ikuti saja 
perkembangan dinamika, meskipun sekarang ini belum saatnya berkampanye," 
tuturnya.

Presiden beranggapan tugasnya masih panjang dan karena itu ia memilih 
menuntaskan tugasnya sampai 2009.

"Saya lebih memilih menuntaskan tugas saya 2008-2009, itu dulu. Kalau saya 
ikut-ikutan dalam tanda kutip berkampanye, saya tidak bisa fokus untuk 
mengatasi masalah yang begitu besar untuk rakyat kita," katanya.

Sebagai tanggapan atas deklarasi Parmusi yang mendukungnya kembali untuk 
Pilpres 2009, presiden hanya meminta doa restu dari Parmusi untuk menuntaskan 
tugasnya sampai 2009.

"Itu saja yang saya mohonkan, selebihnya silahkan ikuti terus dengan seksama," 
ujarnya. 
Dalam pidato pembukaan, Ketua Panitia Muktamar, Doni Tokan, maupun Ketua Umum 
Parmusi, Bachtiar Chamsyah, secara terang-terangan mendeklarasikan dukungannya 
untuk pencalonan kembali Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden 
periode 2009-2014.

Dalam sambutannya, Doni membeberkan bahwa penulisan buku biografi "SBY Sang 
Demokrat" "dibidani" oleh Sekjen Parmusi, Usamah Hisyam.

Bahkan, Usamah kemudian ditunjuk sebagai koordinator media center tim sukses 
Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2004.

Ia juga menyampaikan terima kasih secara langsung kepada Presiden Yudhoyono 
karena telah mengangkat Ketua Umum Parmusi, Bachtiar Chamsyah, sebagai Menteri 
Sosial.

Dalam pidato pembukaannya sebagai Ketua Umum Parmusi, Bachtiar kembali 
menegaskan dukungan Parmusi kepada Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia mengatakan, banyak masalah penting yang telah ditangani oleh pemerintah 
secara tegas seperti musibah tsunami di Aceh, terorisme dan korupsi.

Bachtiar menegaskan untuk kesuksesan program pembangunan maka harus ada 
kesinambungan kepemimpinan.

"Untuk itu, ada keinginan besar dari Parmusi agar kepemimpinan nasional ini 
dapat dilanjutkan," ujar Bachtiar yang segera diikuti oleh tepuk tangan peserta 
Muktamar.(*)


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke