Kementerian-kementerian strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia 
seperti yang
menangani pendidikan, kesehatan dan pertahanan, kurang tepat bila dilakukan 
pemotongan anggaran. Justru sektor-sektor tersebut diberikan porsi yang lebih 
memadai.
------------------------------------------------------
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.13575359&channel=1&mn=15&idx=17

Presiden: Jangan Ada Lagi Menteri Menggerutu

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, RABU- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (27/2) siang, menekankan 
kepada para menteri selaku pimpinan departemen dan Lembaga Pemerintah Non 
Departemen (LPND) untuk benar-benar menjalankan efisiensi dan penghematan 
anggaran pemerintah sebesar 15 persen dari pagu setiap anggaran departemen. 
Oleh sebab itu, terkait untuk mengamankan APBN 2008, diharapkan tidak ada 
menteri yang menggerutu.

Instruksi Presiden Yudhoyono itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Hatta 
Radjasa, dalam keterangan pers seusai mengikuti sidang kabinet paripurna yang 
dipimpin Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu 
(27/2) siang. Hatta Radjasa didampingi oleh Juru Bicara Presiden Andi 
Mallarangeng.

"Jadi, Presiden betul-betul menekankan untuk dilakukan penghematan. Ini untuk 
mengamankan APBN 2008 yang diubah segera," tandas Hatta.

Menurut Hatta, terkait instruksi Presiden untuk penghematan, yang sebelumnya 
sudah ditindaklanjuti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, para menteri 
sebenarnya sudah memberikan jawaban untuk melakukan penghematan.

"Mereka (para menteri) sudah merespon dan menyatakan penghematan 15 persen itu 
sudah dilakukan karena terkait program yang tidak urgensi dan diundurkan pada 
tahun-tahun mendatang. Ada yang menghemat sampai 14 sekian persen, ada yang 15 
persen, bahkan ada yang lebih dari 15 persen seperti Sekretariat Negara dan 
lingkungan Istana," tambah Hatta.

Ditanya bahwa ada sejumlah menteri yang masih keberatan dengan pemotongan 
anggaran, Hatta menjawab, "Presiden sudah meminta APBN harus diamankan. Menkeu 
juga tadi menyatakan bahwa meskipun ada pemotongan sampai 15 persen, sebenarnya 
pagu anggaran departemen dan LPND masih di atas pagu anggaran tahun lalu.

"Jadi, tidak ada menteri yang tidak sepakat lagi (untuk dipotong). Tidak ada 
alasan bahwa mereka (menteri) yang tidak bisa bekerja karena anggarannya 
dipotong. Ini berarti tidak ada lagi menteri yang (meng)-gerundel lagi," jelas 
Hatta.
Suhartono


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke