http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.19274522&channel=1&mn=20&idx=27
Materialisme Merusak Anak-anak
LONDON, SELASA - Di negara-negara modern, fenomena komersialisme dan
materialisme tampaknya sudah mengakar dalam berbagai segi kehidupan. Di Inggris
misalnya, kebanyakan anak-anak - terutama dari keluarga berkecukupan- terjebak
materialisme, sehingga gejala itu dikhawatirkan merusak kondisi kejiwaan mereka.
Seperti yang diungkap dari survei GfK NOP baru-baru ini, sekitar 89 persen
orang dewasa di Inggris mempercayai bahwa anak-anak di jaman sekarang lebih
materialistis ketimbang anak-anak jaman sebelumnya. Polling yang melibatkan
1.225 orang dewasa ini merupakan salah satu dari dari penelitian besar tentang
anak-anak yang digelar di Inggris.
Menurut Children Society, salah satu LSM anak terbesar di Inggris, yang
mengagas penelitian ini, orang dewasa seharusnya bertanggung jawab atas
fenomena meningkatnya materialisme di kalangan anak-anak.
¨Sebuah pertanyaan penting muncul dari penelitian, yaitu apakah masa anak-anak
seharusnya menjadi sebuah masa di mana pikiran bisa berkembang dan bebas dari
teknik penjualan. Menuduh anak-anak menjadi materialistik dalam budaya seperti
ini adalah tidak bertanggung jawab,´ ujar chief executive Children Society, Bob
Reitemeier seperti dikutip BBC, Rabu (27/2).
Materialisme sendiri dikenal sebagai faham atau sistem berpikir yang meyakini
materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan
apapun selain materi. Di Inggris , pasar atau market produk untuk anak-anak
diperkirakan bernilai 30 miliar poundsterling.
Sementara itu, chief executive National School Partnership, Mark Fawcett,
berpandangan lain soal materialisme. Ia meyakini, masyarakat tak akan bisa
melindungi anak-anak dari dunia nyata.
¨Kita harus hidup dalam era komunikasi saat ini di mana anak-anak dapat melihat
informasi yang begitu deras. Kita harus menggunakan penilaian kita, dan sebuah
sebagai industri, pastikan bahwa kita bekerja dengan anak-anak dan keluarga
serta tidak mengeksploitasi mereka,¨ ungkap Fawcett.
Temuan tentang gaya hidup komersil ini merupakan bagian dari enam rangkaian
penelitian yang dipublikasikan Children Society untuk menyelidiki masalah
anak-anak di Inggris. Penelitian ini juga didukung dengan pandangan dari para
akademisi, pemuka agama, komunitas, guru, pemerintah lokal dan penulis.
Dr Rowan Williams, yang memimpin penyelidikan ini mengatakan ¨Anak-anak
seharusnya terdorong untuk menilai dirinya sendiri, menilai siapa mereka
sebagai masyarakat bukan dari apa yang mereka miliki. Memperkenalkan gaya
hidup kepada anak-anak akan menciptakan sebuah budaya persaingan materi dan
memicu individu yang tamak yang mengakibatkan hilangnya prinsip komunitas dan
kerjasama.¨
Sementara itu salah satu anggota panel penelitian, Professor Philip Graham
Emeritus, dari bagian Psikiater Anak Institute Child Health of London
memperingatkan bahwa tekanan komersialisme terhadap anak-anak dapat menimbulkan
pengaruh buruk secara kejiwaan.
¨Salah satu faktor yang paling menonjol dalam meningkatkan masalah kesehatan
jiwa adalah meningkatnya anak dan remaja yang terikat dengan barang, mode atau
pakaian terbaru atau barang elektronika. Bukti di AS dan Inggris
mengindikasikan bahwa mereka yang terpengaruh oleh tekanan komersialisme juga
menunjukkan rata-rata problem kejiwaan,¨ papar Graham.
Survei Gfk NOP sendiri menunjukkan, mayoritas (90%) orang dewasa Inggris
berpendapat bahwa iklan tentang produk anak-anak selama Natal menyebabkan para
orang tua tertekan untuk mengeluarkan biaya melebihi batas kemampuannya. Enam
persen dari responden mengaku percaya bahwa harga diri anak-anak dan remaja
rusak karena gambaran negatif dari kelompok usia mereka di media.
Dalam survei, kebanyakan wanita (63%) cenderung menganggap media ikut
bertanggung jawab atas fenomena rusaknya mental pada anak-anak. Sementara pria
hanya 56 persen saja.
Sebanyak 69 persen dari responden juga beranggapan video game berbau kekerasan
membuat anak-anak lebih agresif. Mayoritas orang dewasa menyatakan setuju
bahwa pemerintah seharusnya melarang iklan makanan yang tidak sehat.
Riset ini merupakan yang tahap keempat dari rangkaian penelitian anak.
Penelitian sebelumnya mengenai teman, keluarga dan pembelajaran. Penelitian
pertama, yang dipublikasikan Juni 2007 menunjukkan kecemasan orang dewasa
tentang dunia modern telah membatasi kebebasan anak-anak untuk bermain dengan
teman-temannya.
Dalam 12 bulan ke depan, panel peneliti akan bertemu untuk melanjutkan riset
tahap berikutnya. Sementara laporan akhir akan diumumkan pada 2009.
AC
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]