Munarman sekarang ini emeng bukan pks, dia itu hizbuttahrir
Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network -----Original Message----- From: "tossi20" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sat, 01 Mar 2008 11:47:21 To:[email protected] Subject: [ppiindia] PKS, Partai Buka-Tutup, Menanti Krisis http://www.ranesi. <http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/pks_menanti_krisis080229> nl/arsipaktua/indonesia060905/pks_menanti_krisis080229 <http://www.ranesi. <http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/pks_menanti_krisis080229> nl/arsipaktua/indonesia060905/pks_menanti_krisis08022\ 9> PKS, Partai Buka-Tutup, Menanti Krisis Laporan Aboeprijadi Santoso 29-02-2008 Pendiri Partai Keadilan Sejahtera PKS, Mashadi, cemas, PKS tak akan mampu mencapai perolehan suara sebanyak 20 persen dalam pemilihan umum 2009. Dengan demikian PKS akan kesulitan untuk mencapai target yang pernah diputuskan yaitu ikut mengendalikan Negara pada tahun 2012. Sejumlah survey belakangan ini memang menunjuk pada keunggulan popularitas partai-partai sekuler, atau yang tidak berbasis agama. Kemerosotan inilah yang menimbulkan kontroversi gagasan PKS tetap sebagai partai dakwah alias partai tertutup, ataukah menjadi partai terbuka. Banyak petinggi PKS di DPR tergoda politik uang, demikian ujar Mashadi kepada Radio Nederland Wereldomroep. Mashadi : "Kami belum bisa mengklaim bahwa ada sebuah sukses yang kami capai karena kami baru memulai dan kemampuan kami juga masih sangat terbatas di dalam keterlibatan kami terutama menyangkut masalah pengelolaan negara." Berpendidikan Tinggi Partai Keadilan Sejahtera, PKS, yang dulu bernama, Partai Keadilan, PK, partai Islam yang bermisi dakwah ini dikenal berdisiplin, dan menekankan etika dan moral Islami ini, naik daun sejak didirikan tahu 1998. Citranya sebagai partai yang peduli dan bersih, pernah membuatnya melesat pada pemilu 2004. Militansinya mirip sumber inspirasinya yaitu Ikhwanul Muslimin yang awalnya merupakan gerakan radikal di Mesir. Dan citra partai bersih yang melayani kebutuhan masyarakat mengingatkan orang pada Hamas yang mengalahkan PLO dengan telak di Palestina. Namun, PKS bukan kumpulan ulama jebolan madrasah seperti Ikhwanul Muslimin, melainkan lahir dari kalangan muslim berpendidikan tinggi. PKS juga tidak dibesarkan dalam konteks konflik internasional seperti Hamas, melainkan dibesarkan di perkotaan sejak tahun 1990an, yaitu sejak partai ini digagas pada tahun 1996 saat pemerintahan Soeharto mulai kehilangan legitimasinya. Merosot Sekarang, citra bersih dan tangguhnya PKS itu merosot. Menurut Mashadi, dari faksi PKS fardiyah (pengajian) yang bertentangan dengan faksi PKS pragmatis yaitu politisi PKS di lembaga-lembaga negara, kemerosotan itu terjadi karena kader-kader partainya masih sangat kurang. Jumlah kader PKS baru 200an ribu, hanya satu persen dari penduduk Indonesia. Sejumlah petinggi PKS di DPR mengejar kuantitas, dan seperti wakil-wakil rakyat terhormat dari partai-partai yang lain, fraksi PKS juga tergiur oleh milyaran rupiah yang mengalir setiap kali dewan menggolkan rancangan undang-undang. Maka, atas desakan PKS daerah, dalam Munas PKS di Bali awal bulan ini muncul gagasan menjadikan PKS partai terbuka. Partai terbuka berarti terbuka bagi semua kelompok dan dapat berkoalisi dengan siapa saja. Tapi bagaimana mungkin sebutlah seorang Hindu-Bali atau Kristen Minahasa dapat menjadi caleg mewakili partai dakwah Islam ini? Maka akhirnya Majelis Syuro PKS selaku dewan paling berwenang di Partai, memutuskan tetap menyatakan PKS sebagai partai dakwah. Pernyataan majelis itu mengimbau "supaya tidak lagi mewacanakan isu "partai terbuka" untuk menghindari mudharat yang lebih besar". Namun ketua majelis tersebut, Ustadz Hilmi maupun Presiden PKS Tifatul menyatakan PKS tetap terbuka bagi kelompok non-Muslim. Buka-Tutup Maka tak heran, Munarman, mantan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, YLBHI, yang mengaku bukan anggota PKS melainkan "pengamat dari dalam", menyebut sikap Majelis Syuro PKS itu gamang. "PKS sedang mengalami krisis ideologis, dia tidak tegas menganulir keputusan Munas Bali, tapi mengambil jalan tengah". Jalan tengah melalui label keprofesionalan dalam moto baru itu, dalam istilah Munarman, menjebak PKS menjadi "partai buka-tutup". Munarman, sejalan dengan Mashadi, berpendapat krisis itu dapat membuat partai mudah bergoyang karena tidak menegaskan Islam sebagai "perilaku yang memandu kepartaian". Sedangkan Mashadi menganggap dalam sejarah Indonesia sampai sekarang sebenarnya tak ada "partai Islam" kecuali Masyumi, yang ada sekarang hanya partai partai "berlabel Islam". Tetap Berambisi Namun Mashadi, pendiri PKS yang berada di luar struktur partai ini, mengaku tidak pesimis, dan tetap yakin akan jati diri dan strategi partainya. Mashadi: "Kami ingin bagaimana terlibat di dalam dua sektor tadi yang saya katakan yaitu sektor pendidikan dan sektor pertanian. Karena ini menjadi kunci apa yang sekarang persoalan-persoalan bangsa. Kami tidak langsung pada keinginan untuk mendirikan negara Islam, tapi kami ingin lebih bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang sekarang menjadi persoalan pokok bangsa Indonesia ini." Dengan kata lain, PKS tetap berambisi menguasai negara dengan mengisi birokrasi pemerintahan, lembaga-lembaga publik dan ormas-ormas, dengan kader kadernya, dengan berpanut pada Syariah Islam. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

