http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=161339

Penguatan Rupiah Redam Dampak Imported Inflation 

Penulis: irana

JAKARTA--MI: Derasnya aliran modal asing ke dalam negeri telah mendorong nilai 
tukar rupiah terapresiasi hingga mendekati Rp9.000 per dolar AS. Penguatan ini 
dinilai positif oleh Bank Indonesia (BI) di tengah kondisi perekonomian yang 
terhimpit tekanan inflasi.

"Penguatan rupiah itu hal yang bagus sementara perekonomian kita menghadapi 
tekanan inflasi," ucap Deputi Gubernur BI Budi Mulya di Jakarta, akhir pekan 
lalu.

Sebagian dari tekanan inflasi tersebut, lanjutnya, bersumber pada imported 
inflation yang dipicu kenaikan harga minyak dunia hingga melampaui US$100 per 
barel dan kenaikan harga komoditas pangan. Ia menjelaskan, penguatan rupiah 
akan memimalisir dampak imported inflation terhadap keseluruhan inflasi.

"Justru saat rupiah melemah, itu merupakan tekanan terhadap inflasi karena 
menguatnya ekspektasi inflasi. Sekarang kita berharap penguatan rupiah 
berlangsung cukup dalam waktu yang cukup panjang," kata dia.

Budi mengaku tak dapat memastikan bilamana penguatan rupiah ini akan terus 
berlanjut. Sebab, perkembangan di pasar belum dapat dipastikan dari sekarang. 
Oleh sebab itu, ia berharap penguatan rupiah juga ditunjang kondisi 
makroekonomi dalam negeri.

"Kita tak bisa mengetahui tapi ini hal yang terjadi secara region dan ini juga 
yang berlaku kepada ekonomi di emerging market. Kan semua beberapa curency juga 
mengalami penguatan terhadap dolar," ucapnya.

Kendati berharap rupiah terus menguat, ia menegaskan BI akan menjaga agar 
volatilitasnya tetap terkendali dan tidak mengorbankan daya saing perekonomian 
nasional. "BI mencoba balance, bagaimana menjaga stabilitas rupiah, tetapi juga 
memperhitungkan bentuk volatilitas, dampaknya terhadap daya saing ekonomi," 
ujar Budi.

Dalam sepekan, penempatan dana asing di instrumen Sertifikat Bank Indonesia 
(SBI) meningkat Rp7 triliun, dari Rp39,6 triliun menjadi Rp46,6 triliun per 28 
Februari. Sedangkan dana asing pada Surat Utang Negara (SUN) naik dari Rp81,5 
triliun menjadi Rp83,19 triliun dalam periode serupa. Kendati porsi asing 
meningkat, total dana SBI maupun SUN relatif stabil dalam sepekan terakhir, 
dengan besaran masing-masing di kisaran Rp278 triliun dan Rp478 triliun. 
(Sha/OL-06)


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke