http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.02.17212432&channel=1&mn=15&idx=16
Ekspor ke UEA Diprediksi Naik 40 Persen
JAKARTA,MINGGU - Ekspor komoditi nonmigas Indonesia ke Uni Emirat Arab (UEA)
selama 2008 diperkirakan mampu tumbuh hingga 40 persen atau mencapai 1,8 miliar
dollar AS. Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Dubai, Husin Bagis
mengatakan pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia yang melalui Dubai saja pada
2007 telah mencapai 1,1 miliar dollar AS atau meningkat tajam sebesar 51,45
persen dibanding tahun sebelumnya.
Kinerja ekspor ke Dubai diperkirakan menyumbang 20 persen dari total ekspor ke
seluruh UEA. "Untuk tahun 2008, target peningkatan ekspor non-migas Indonesia
ke UAE sebesar 40 persen atau sekitar 1,8 miliar dollar AS," katanya dalam
siaran pers seperti dikutip Antara, Minggu (2/3).
Selain ke Dubai, ekspor Indonesia juga masuk kelima negara bagian UEA lainnya
yaitu Abu Dhabi, Ajman, Fujairah dan Sharjah. Selama 2007, total perdagangan
Dubai dengan Indonesia tercatat 1,154 miliar dolar AS atau meningkat 34,69
persen dibanding tahun 2006. Tahun lalu, surplus perdagangan Indonesia
meningkat mengingat ekspor Dubai ke Indonesia hanya mencapai 54 juta dolar AS
atau menurun 58,49 persen.
Selama ini, produk ekspor Indonesia ke Dubai yang terbesar adalah tekstil dan
Produk Tekstil (TPT), produk elektronik termasuk kabel dan peralatan listrik,
perhiasan , plywood, mobil/kendaraan bermotor, kertas dan produk kertas, ban
kendaraan, besi baja termasuk pipa, alas kaki, dan kakao.
Ekspor tumbuh negatif
Meski terjadi peningkatan dalam nilai total ekspor Indonesia ke Dubai, namun
beberapa komoditi andalan mengalami penurunan antara lain furnitur dan kakao.
Indonesia merupakan pemasok kakao kelima terbesar ke Dubai dengan total ekspor
9,2 juta dollar AS dan memiliki pangsa pasar 5,7 persen. Pada 2007, ekspor
kakao Indonesia ke Dubai turun 10,60 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk furnitur, Indonesia merupakan pemasok ke-19 dengan total ekspor
9,3 juta dollar AS atau meraih pangsa pasar 0,75 persen. Ekspor furnitur
Indonesia ke Dubai mengalami penurunan 0,62 persen.
Sementara itu, Malaysia yang menempati posisi keempat sebagai pemasok furnitur
terbesar ke Dubai dan ekspornya tumbuh 29,57 persen tahun 2007 dan memiliki
pangsa pasar 5,98 persen. Selain furnitur dan kakao, komoditi ekspor ke Dubai
lainnya yang mengalami pertumbuhan negatif yaitu alat tulis kantor bukan
kertas, minyak esensial, alat kesehatan, obat tradisional dan barang kerajinan.
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
[Non-text portions of this message have been removed]