--- Rully Syumanda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Fwd: [cumakita] Joint and Sign in - Sudahkah anda
termasuk didalamnya?
Pada tanggal 4 Februari 2008, Pemerintah Indonesia
mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 2 tentang
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang kBerasal dari
Penggunaan Kawasan Hutan untuk kepentingan Pembangunan
diluar Kegiatan Kehutanan.
Secara ringkas PP itu mengizinkan pembukaan hutan
lindung dan hutan produksi untuk kegiatan tambang, dan
infrastruktur telekomunikasi dan jalan tol dengan
tarif sewa seharga Rp 120 untuk hutan produksi dan Rp
300 per meter persegi per tahun.
Pembukaan tambang di hutan jelas akan menimbukan
kerusakan permanen. Aktivitas penambangan memiliki
daya musnah yang luar biasa. Tidak saja terjadi pada
kawasan yang dibuka namun juga pada kawasan hilir yang
ditempati oleh komunitas-komunitas masyarakat. Tidak
kurang jalannya perekonomian di 25 kabupaten/kota akan
terganggu dan menimbulkan dampak yang cukup serius
terhadap 7 juta penduduk yang berada pada kawasan
tersebut. Diperkirakan negara juga akan mengalami
kerugian akibat hilangnya fungsi hutan lindung sebesar
Rp. 70 triliun pertahun. Tidak sebanding dengan
potensi PNBP sebesar Rp. 2,78 triliun yang diperoleh
melalui PP tersebut.
Secara pasti, PP ini akan meluluh lantakkan lebih dari
900 ribu hektar hutan lindung di Indonesia yang akan
dilakukan oleh 13 perusahaan. PP ini sekaligus
berpotensi untuk memuluskan jalan bagi 158 perusahaan
tambang lainnya untuk mengobrak abrik 11,4 juta hektar
hutan lindung lainnya. Semuanya bisa dilakukan dengan
hanya membayar Rp. 300/m2.
Argumen pemerintah bahwa PP ini hanya mengatur sewa
menyewa dan ditujukan hanya kepada 13 perusahaan
menjadi sangat membingungkan. Aktivitas penambangan
tentu menabrak pengertian sewa menyewa. Fungsi hutan
lindung yang hilang tidak dapat dikembalikan. Gunung
yang tinggi akan dipapas habis dan tidak akan kembali
lagi. Ini adalah PP jual beli. Bukan sewa menyewa.
PP ini juga tidak menyebutkan bahwa aturan ini hanya
ditujukan kepada 13 perusahaan yang ada sebagaimana
klaim pemerintah sehingga terbuka lebar peluang 158
perusahaan lainnya untuk mengobrak abrik hutan lindung
yang ada. Lebih membingungkan kala pemerintah menyebut
bahwa PP ini justru untuk menyelamatkan hutan tersisa.
Mengapa harus
mengorbankan 11,4 juta hektar hutan untuk
menyelamatkan 50 an juta hektar hutan tersisa.
Hingga disini, terjadi inkonsistensi komitment dimana
pada pertemuan UNFCC di Bali pemerintah mengutarakan
niatnya menjadi pionir dalam penurunan emisi global
dengan melakukan gerakan penyelamatan kawasan hutan
dengan PP no 2 tahun 2008 yang lalu. Peraturan ini
memfasilitasi penghancuran hutan lindung secara masif
dan besar-besaran.
WALHI, JATAM, Sawit Watch dan organisasi lingkungan
lainnya, yang akan meminta Pemerintah untuk
membatalkan PP No 2/2008 tersebut, menghimbau seluruh
lapisan masyarakat masyarakat Indonesia untuk turut
serta menolak diberlakukannya PP ini untuk
menyelamatkan hutan alam Indonesia yang tersisa.
Kirimkan Nama, Profesi dan Kota Domisili anda ke
081210 581 481 atau [EMAIL PROTECTED]
Suara anda turut menentukan keberlangsungan hutan alam
Indonesia.
Suara anda turut menentukan keberlangsungan hutan alam
Indonesia.
1. Ady Erik Affandie, IT, Kuwait
2. Dinar Rani Setiawan, swasta, Jakarta
3. Masita Riany, Environmentalis, jakarta
4. Voni Novita, Ibu Rumah Tangga, Jakarta
5. Uslaini, mahasiswa, Padang
6. Halik Sandera, mahasiswa, yogyakarta
7. Rully Syumanda, swasta, Jakarta
8. Haris Satyagraha, mahasiswa, jakarta
9. Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Nasional
WALHI, Jakarta
10. Dwitho Frasetiandy, swasta, kalimantan selatan
11. Anisa Sriwiyanti, karyawan, perkebunan sawit,
Jakarta
12. Nurhidayat Moenir, swasta, kalimantan barat
13. Yohanes RJ, keling kumang foundation,
kalimantan barat
14. Myrna Butar Butar, karyawati, Jakarta
15. Bayu Kristianto, M.A., Dosen FIB Universitas
Indonesia, Depok,
16. John Bala, swasta, NTT
17. Ayi Bunyamin, perkumpulan praxis, jakarta
18. Wilson, perkumpulan praxis, jakarta
19. Andi K, perkumpulan praxis, jakarta
20. Yuwono, perkumpulan praxis, jakarta
21. Ramond J, perkumpulan praxis, jakarta
22. Kusnadi, perkumpulan praxis, jakarta
23. Lanjar Abimanyoe, perkumpulan praxis, jakarta
24. Tri Angganis Dewi, perkumpulan praxis, jakarta
25. Baiq Rien Handayani SP.MSi, Dosen Fakultas
Pertanian Unram/PhD
Student OSU-OK-USA, STillwater, Oklahoma, USA
26. Igor O'Neill, Pengacara, Jakarta
27. Randurini, Ibu Rumah Tangga, Jakarta
28. Agung Wardana, environmentalis, bali
29. Lily S Giustarini, swasta, Milano-Italy
30. Agus Santoso - dosen Karawaci
31. Syeren Saragi, Sekretaris, Jakarta Selatan
32. Sandra Moniaga, Peneliti, Pondok Labu, Jakarta
Selatan
33. Ryky, Asisten Dosen, Depok
34. Riko, mahasiswa, Nanyang Technological
University Singapore
35. R. Yando Zakaria, fellow, yogyakarta
36. Laras, mahasiswi, jakarta
37. Carolus B Tuah, Aktivis, Kalimantan Timur
38. Ambrosius Harto, wartawan, Sidoarjo, Jawa
Timur, Indonesia
39. A. Mubarik Ahmad, Wiraswasta, Jakarta
40. Helmi, Dosen, Jambi
41. Isal Wardhana, Aktivis, Samarinda, Kalimantan
Timur
42. Sundari Rahmawati, Mahasiswa, Samarinda,
Kaltim
43. Herman, Aktivis, Samarinda-Kaltim
44. Ahmad, Accounting, Balikpapan, Kaltim
45. Hari Darmanto, Aktivis NGO, Balikpapan, Kaltim
46. Maya Sari Rahman, Karyawan Bank, Balikpapan,
Kaltim
47. Noviyanti, Mahasiswa Unmul, Samarinda, Kaltim
48. Shanti, Mahasiswa unmul, Samarinda, Kaltim
49. Awaliyah Nursanti, Mahasiswa S2 Kehutanan
Unmul, Samarinda,
50. Afdhal Ichwan, Mahasiswa Fahutan Unmul,
Samarinda, Kaltim
51. Baiq Rien Handayani SP.MSi, Dosen Fak.
Pertanian Unram,
52. Euis Hermiati, Peneliti, Depok
53. Juhriansyah, Dir. Bestari, Tj. Redep, Berau
Kaltim
54. Juli Marintan, Karyawan, Jakarta
55. Ida Yuni Kartikawati, Karyawan, Yogyakarta
56. Hadi SP, Karyawan, Tangerang/Indonesia
57. Arief Candra,S.Hut, karyawan, Sumatera Selatan
58. Melky Koli Baran, Aktivis, NTT
59. Irsel Toron, Aktivis, NTT
60. Yos Ritan, Aktivis, NTT
61. Agus Santoso - dosen Karawaci
62. Ali Akbar, aktivis, bengkulu
63. Rico Loisa, Personnel Assistant, Jakarta
64. Muslim Jarham, swasta, jakarta
65. Itan, aktivis, kalteng
66. Indiah Marsaban, Assistant, Jakarta
67. Harun Nur Rosyid Web Developer Surabaya
68. Hartono Setiawan, Mitsubishi Corporation,
Jakarta
69. Sri Lestari Kadariah, Direktur WALHI Sumsel,
Sumatera Selatan
70. M. Fadli, swasta, Sumatera Selatan
71. Mualimin, swasta, Sumatera Selatan
72. Sudarto, swasta, Sumatera Selatan
73. Anwar sadat, swasta, Sumatera Selatan
74. Sofuan Y, swasta, Sumatera Selatan
75. Rina bakrie, swasta, Sumatera Selatan
76. YULIUS, swasta, Sumatera Selatan
77. Hadi Nugroho, swasta, Sumatera Selatan
78. Ibu Yana, swasta, Sumatera Selatan
79. Siti Farida, swasta, Sumatera Selatan
80. Zulkifli, swasta, Sumatera Selatan
81. Dolly , swasta, Sumatera Selatan
82. Yopie, swasta, Sumatera Selatan
83. Deddy permana ade zuchri, swasta, Sumatera
Selatan
84. Eti Gustina, swasta, Sumatera Selatan
85. Yeni Roslaini, swasta, Sumatera Selatan
86. M. Syarifudin, swasta, Sumatera Selatan
87. Febri, swasta, Sumatera Selatan
88. Ali gory, swasta, Sumatera Selatan
89. Helmi, swasta, Sumatera Selatan
90. Nurnajati, swasta, Sumatera Selatan
91. Bayu, swasta, Sumatera Selatan
92. Ridho, swasta, Sumatera Selatan
93. Thoyib, swasta, Sumatera Selatan
94. Dhabi, swasta, Sumatera Selatan
95. Rustandi A, swasta, Sumatera Selatan
96. Chandra, swasta, Sumatera Selatan
97. Darmawan Liswanto, pekerjaq lingkungan,
kalimantan barat
98. Juhriansyah, aktivis, Tanjung Redeb- Berau,
Kaltim
99. Anton Prajasto, aktivis, jakarta
100. Ani Purwati, jakarta, Jakarta
101. Andi Sandhi, Librarian, Bogor
102. Deddy R, karyawan, bogor
103. Tubagus Dallif Syarief, jakarta
104. Abdi Hayat, swasta, Sulawesi Tenggara
105. Mansyur Lababa, swasta, Sulawesi Tenggara
106. Ahmad Solihin Iskandar, swasta, Sulawesi
Tenggara
107. Harris Palisuri, swasta, Sulawesi Tenggara
108. Hadi SP, karyawan, tanggerang
109. Riko Kurniawan, Swasta, Pekanbaru
110. Dicky A, mahasiswa, bogor
111. Nicky Aulia Meiriza, Pelajar SMA, Jakarta
112. Diding Fahrudin, swasta, jakarta
113. GaLih Kurniawan, pekerja lepas, yogyakarta
114. Arief Rachman, Direktur Walhi Sulawesi
Tenggara
115. Sahrun Karim, swasta, sulawesi tenggara
116. Iksan Arisandi, swasta, sulawesi tenggara
117. Herman Sewani, swasta, sulawesi tenggara
118. Muh. Irwan, swasta, sulawesi tenggara
119. Ismalik Ohasi, swasta, sulawesi tenggara
120. Sitti Hermin Tahir, swasta, sulawesi tenggara
121. Susiyanti Kamil, swasta, sulawesi tenggara
122. Hironimus Pala, Pekerja sosial, Flores NTT
123. Pius Jodho, Swasta, Flores NTT.
124. Mety Wasa, Pendamping Lapangan, Flores NTT.
125. Sebastianus, Swasta, Ende Flores NTT
126. Benyamin Gosa, swasta, Flores NTT.
127. Kasih Sunasti, akuntan, depok
128. Agnes, ibu rumah tangga, depok
129. Lia Nurliasari, pelajar sma, leuwilang
130. Diana.S.Nugroho, Program Officer The Japan
Foundation, Jakarta
131. Nico Andasputra, swasta, kalimantan barat
132. V Novita Damayanti, Sekretaris, jakarta
133. Anna Marsiana, swasta, nias
134. A.Y.Haryanto, banjir, purwokerto
135. Khalisah Khalid, pekerja social, Jakarta
136. Bariroh Khalid, mahasiswi, Jakarta
137. Priandika Setiawan, Pekerja
138. Nining, mahasiswi, lampung
139. Juliana Shanty, mahasiswi, Jakarta
140. Ary Anggadha , Jurnalis, Jakarta
141. Halim Wardhana, Pekerja sosial, Banda Aceh
142. Muh. Akhirullah Penggiat sosial Kab. Muna,
Sultra
143. Salman Yoga S Seniman Takengon
144. Gede Yudarta, Pecinta pelestarian SDA
kelautanBali
145. Hendrik, Ciputat
146. Nurdin, Pelajar, SMA N 1, Leuwiliang, Bogor
147. Alie Sofyan, GIS officer, Samarinda
148. Drs. Bambang Praswanto, MSc, Ahli manajemen
lingkungan/SDA,
149. Asrun P. Taurenta, Ketua forum komunikasi
masyarakat Tojo dan
Tojo Barat, Sulawesi Tengah
150. Dhika Rahmah A, Siswi SMA N 1 Leuwiliang,
Bogor
151. Putri Shyahidah, Mahasiswa UIN , Jakarta
152. Fitri Mujahidah, Marketing PT REFA QM, Banten
153. Tri Chandra A, Ketua majelis perwakilan
anggota KARSA &
Dosen fakultas sastra UNEJ Jember
154. Eko Budi Raharjo, Karyawan bank, Jakarta
155. M. Daldiri, PERMAS, Sumatera Selatan
156. AW Boyce, Praktisi lingkungan, Padang
157. I Nyoman Sukataya, Wiraswasta & presidium
GMNI pusat
Denpasar
158. Siti Aminah, NGO, Banjarmasin
159. Dr. Sulistyowati Irianto, Dosen UI, Jakarta
160. Ika Septya Rini, Ibu Rumah Tangga, Bogor
161. Erick Wakker, Consultant, Amsterdam
162. Rafiqa, Wartawan, Jakarta
163. Moh. Salim Makaruru FKM Tojo, Kab. Tojo
Unauna Sulteng
164. Faisal, Karyawan PT Pelindo 1 Cab. Belawan
Medan
165. Edie Darmadi, Anggota gerakan pramuka
penggiat alam
Leuwiliang, Bogor
166. Agus Edy Santoso, Direktur sahabat Tjiliwoeng
Condet, Jakarta
167. Sriyulan Ismail, Mahasiswa, Gorontalo
168. Darmadi, Staf advokasi dan kebijakan Yakomsu,
Buntok
169. Firdaus Cahyadi, Penulis one word-Indonesia,
Jakarta
170. La Ode Endang, Direktur eksekutif LBH Baubau,
Baubau
171. Sa'abani, Wirausaha, Kalimantan Selatan
172. Try, Aktifis jaringan rakyat miskin kota
(UPLINK), Kendari
173. Ely, Mahasiswa, Jakarta
174. Radhitya Pasha, Wiraswasta, Jakarta
175. Ningsih, Karyawan, Jakarta Selatan
176. Panataran, Pengabdi bantuan hukum, Kisaran
177. Alie Badruddin, Dosen UI, Jakarta Timur
178. Sinung Karto, KontraS, Jakarta
179. Tri Lesmana, Pelajar SMA N 1 Leuwiliang, Bogor
180. Iwan Dwie Laksono, Sekjend JAMAN, Jakarta
181. Dewi Novitasari, LPMA Borneo Selatan,
Banjarmasin
182. Budi Supriadi L, Direktur legislatif LBH, Kab.
Banggai
183. Bayu Kristianto, Dosen FIG UI, Depok
184. Ronald S. B. Moonti Mahasiswa
Bandung
185. Lembaga PAKAR, LSM, Kab. Tojo Unauna Sulteng
186. Agus Prasetya, Reporter RRI, Lhokseumawe
187. Yuyun Indradi, Liaison, Bogor
188. Jeremy, Karyawan swasta, Bogor
189. Zulfandri, Pemusik & pecinta lingkungan, Banda
Aceh
190. Yusman, Aktifis LSM PALS, Baloong Mangodow
Utara, Sulut
191. Ferensa Oemary, Bandung
192. Ameerah Masruroh, Sekretaris, Jakarta Timur
193. Desmi Jones , Wiraswasta, Pekanbaru, Riau
194. Renol Panjaitan, PROP PETANI, Kota Pulau
Rakyat
195. Johny S. Mundung, Direktur Eksekutif WALHI
Riau, Pekanbaru,
196. Lindung Marpaung, Petani desa Pecut Sei Tuan,
Kab. Deliserdang,
197. dr. Fadli Harus M, SH Direktur LBH Publik
Kab. Asahan,
198. Nasrulzaman, Akademisi, Banda Aceh
199. Susanto Kurniawan, Jikalahari, Pekanbaru, Riau
200. Adi Nugroho, Pekerja sosial, Yogyakarta
201. Tia, Karyawati ACC, Jakarta Timur
202. Deni Mujiati, Field officer, Palangkaraya,
Kalteng
203. Djumhur, Altifis LH, Aceh Tengah
204. Muhammad Reza, GM radio civica, Gorontalo
205. Selamet Daroyni, Pekerja sosial Walhi Jakarta
Jakarta
206. Eka Wahyu Suliastiwi, Mahasiswa program
profesi klinis UI,
207. Herlin Dianto, SORAK, Banda Aceh
208. M. Nur Jakfar, Ketua Forum Masyarakat Tani,
Sumsel
209. Ir. Mulyawan, PNS, Lhokseumawe, NAD
210. Rustandi Adiansyah, Pecinta lingkungan hidup,
Palembang
211. Muhammad Djufryhard, Swasta, Jakarta
212. Ami Loekito, Karyawan, Swasta
213. Berry Nahdian Forqan, Pekerja sosial,
Banjarbaru, Kalsel
214. Nanang Ismuhartoyo, Ketua Lembaga Konsumen
Yogyakarta
215. Lian Salih, Public Relation, Pondok Melati
216. Verrianto Mudjawa, Jurnalis, Gorontalo
217. Mae, Guru, Serang
218. Afri, Karyawan, Jakarta
219. Bunaiya, Pekerja swasta, Bengkulu
220. Nelson Sihombing, Lembaga Perkumpulan Petani
Asahan (PETA
221. Kadek Agus Dharmawan, Mahasiswa, Denpasar
222. Zulpan, IPEGA, Bener Meriah, NAD
223. Iwan Kandolia, Perangkat Desa Matako Tojo Una
Una, Una Una
224. Cut Zulaika, Karyawan, Medan
225. Firda Agustiningsih, Pegawai swasta, Depok
226. KOMMA FP-UA, Organisasi mahasiswa Padang
227. Lotthas S, Wirausaha, Porsea Tobasa
228. Ade, Pekerja social, Denpasar
229. Diah Indah , Guru, Pasuruan, Jawa Timur
230.
231.
Dst
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping