http://www.dw-world.de
Bukti Paleontologi Naik Drastisnya Muka Air Laut
Pemanasan global yang mencairkan lapisan es abadi di kawasan kutub, diketahui
akan berdampak pada naiknya muka air laut. Namun sejauh ini laju kenaikannya
belum dapat dihitung secara akurat.
Dalam siklus zaman es dan zaman yang lebih hangat yang datang silih berganti,
Bumi telah berulangkali mengalami fase turun dan naiknya muka air laut. Sejarah
geologi menunjukkan, kenaikan muka air laut akibat mencairnya lapisan es di
kutub dapat berlangsung dalam tempo amat cepat. Indikasinya ditemukan oleh guru
besar mikro-paleontologi di Universitas Tübingen Jerman, Prof. Michael Kucera.
Penelitian fossil mikro-organisme pada sedimen berusia ratusan ribu tahun,
menunjukkan zaman dimana terjadi kenaikan muka air laut lebih dari enam meter.
Para peneliti mikro-paleontologi melakukan pemboran lapisan sedimen Bumi untuk
membaca sejarah geologi selama beberapa juta tahun terakhir. Inti bor yang
terdiri dari struktur lapisan sedimen selama berjuta-juta tahun itu, dapat
dibaca seperti lingkaran pertumbuhan pada batang pohon.
Pakar mikropaleontologi dari Universitas Tübingen, Prof. Michael Kucera
menjelaskan : Kita dapat menggambarkan pembentukan lapisan sedimen seperti
pertumbuhan pohon. Seiring dengan waktu, lapisan baru akan terbentuk di atas
lapisan sedimen lama. Dari inti bor, kita ibaratnya membaca sebuah buku secara
terbalik dari belakang ke depan, dari fossil mikro apa yang dapat kita temukan
di masa lalu tsb.
Banyak mikro organisme di zaman purba yang sangat mirip dengan mikro organisma
modern. Dengan begitu para pakar dapat melakukan penelitian, bagaimana kondisi
mikro organisme ini semasa hidupnya? Unsur apa yang tertimbun dalam tubuh
mikro organisme tsb? Habitat seperti apa yang mereka perlukan?
Pakar mikropaleontologi Jerman, Prof. Michael Kucera memberikan analoginya
dengan penelitian flora dan fauna modern. Misalnya saja para peneliti melakukan
ekspedisinya, untuk meneliti jenis apa yang hidup di kawasan tropis atau di
kawasan laut dingin. Mereka juga meneliti, bagaimana proses terbentuknya
cangkang binatang ini? Unsur kimia apa yang tersedimentasi atau terurai?
Bagaimana kaitan antara komposisi kimia dengan suhu permukaan air bagi
kehidupan mikro organisme tsb? Dari berbagai data yang dihimpun, para ilmuwan
dapat memperkirakan, bagaimana kondisi kehidupan beberapa ratus ribu tahun yang
lalu.
Karena pada prinsipnya mikro-organisme nyaris tidak mengalami perubahan selama
ribuan tahun. Atau dapat menunjukkan habitatnya, jika menemukan mikro-organisme
tertentu yang bercangkang kapuran, dipastikan habitatnya di masa lalu adalah
kawasan laut. Prof Kucera menjelaskan lebih lanjut : Dari data tsb kita
mengetahui, bahwa pada fase iklim yang lebih hangat sekitar 125 ribu tahun
lalu, muka air laut di Bumi sekitar enam meter lebih tinggi dari muka air laut
saat ini. Kami mengetahuinya dari fossil terumbu karang yang dengan gampang
dapat dilihat berada pada lapisan enam meter di atas permukaan laut saat ini.
Artinya jelas, muka air laut di zaman itu harusnya enam meter lebih tinggi.
Dari penelitian itu juga ditemukan, suhu rata-rata di zaman itu antara tiga
sampai lima derajat Celsius lebih hangat dibanding suhu rata-rata saat ini.
Artinya, pemanasan global dengan laju seperti saat ini merupakan ancaman bagi
banyak kawasan pantai dari serangan gelombang pasang tinggi. Terutama kota-kota
besar di kawasan pantai yang berpenduduk jutaan orang, seperti New York yang
sekarang saja jaringan kereta bawah tanahnya semakin sering terendam air pasang.
Bagaimana caranya tim peneliti internasional yang dipimpin pakar mikro
paleontologi dari Universitas Tübingen, Prof. Michael Kucera mmembuktikan
kemungkinan naik drastisnya muka air laut tsb? Dalam hal ini inti bor dari
kawasan Laut Tengah, jazirah Arab serta kawasan Laut Merah memainkan peranan
amat menentukan. Di kawasan Laut Merah misalnya, kadar garamnya jauh lebih
tinggi dari normal, karena itu fossil dari kawasan tsb kualitasnya amat bagus.
Selain itu kawasan Laut Merah memiliki keunggulan lainnya, seperti diungkapkan
prof. Kucera : Laut Merah hanya memiliki kaitan amat kecil dengan samudra
global. Dan kaitannya hanya melalui selat Bab el Mandib di selatan. Selebihnya
Laut Merah benar-benar terisolasi. Tidak ada sungai yang bermuara di sana dan
nyaris tidak pernah turun hujan, karena di sekitarnya adalah gurun. Artinya,
hubungan satu-satunya ini membuat Laut Merah amat peka terhadap perubahan
ketinggian muka air laut.
Tingginya kadar garam di Laut Merah terjadi akibat kecilnya volume air dari
luar yang masuk ke kawasan tsb, sementara penguapan terus menerus terjadi. Jika
muka air laut global mengalami kenaikan, maka air laut dengan kadar garam lebih
rendah akan masuk ke Laut Merah. Peristiwa itu dapat dilihat dari fossil yang
dibor dari sedimen di kawasan tsb.
Dengan meneliti inti bor dari kawasan penelitian di Laut Merah yang kondisinya
ideal, prof Kucera mengatakan ibaratnya mereka melacak sejarah masa lalu Bumi
dari kandungan fossil mikro serta isotop unsur oksigennya. Prof. Kucera
menjelaskan : Kami ibaratnya membaca buku sejarah Laut Merah dengan bantuan
fossil mikro, lembar demi lembar terus mundur ke belakang. Dan kami memiliki
model dari masa lalu, yang dapat meramalkan seberapa tinggi kenaikan muka air
laut. Caranya dengan mengukur isotop oksigen, yang terkandung pada fossil
Foraminifera. Kami dapat mengatakan kenaikan muka air laut rata-rata 1,6 meter
per seratus tahun, dan ini merupakan perkiraan yang konservatif".
Konservatif dalam hal ini adalah taksiran amat berhati-hati. Karena muka air
laut sebetulnya dapat naik lebih cepat lagi. Kecepatan naiknya muka air laut
berdasarkan pengukuran saat ini, terbukti dua kali lipat dari kecepatan
rata-rata kenaikan muka air laut beberapa ratus tahun lalu. Akan tetapi para
peneliti iklim sejauh ini belum mendapat angka yang akurat, berapa kecepatan
pelumeran lapisan es abadi di kawasan kutub dan di pegunungan tinggi.
Walaupun begitu, kini dapat diamati di kawasan Greenland terjadi laju pelumeran
lapisan es yang lebih cepat dibanding perkiraan dari model iklim yang dibuat
para pakar beberapa tahun lalu. Ancaman terus naik drastisnya muka air laut
tidak dapat dihentikan, juga jika pemanasan global dapat ditahan pada rata-rata
dua derajat Celsius.
Jika berbagai usaha untuk mencegah melumernya seluruh lapisan es abadi di Bumi
tidak berhasil, muncul skenario horror dari zaman musnahnya Dinosaurus sekitar
100 juta tahun lalu. Di zaman itu muka air laut sekitar 70 meter lebih tinggi
dibanding muka air laut saat ini. Dan yang belum diketahui, seberapa cepat laju
kenaikannya di zaman 100 juta tahun lalu tsb.
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/