Begitulah  /Sang Guru: Tendy K. Somantri
   
  Begitulah kita akan tua, mengikuti siklus waktu, 
  memamah usia, melewati rentetan peristiwa, 
  mengunyah kata-kata, lalu menelannya 
  atau kita muntahkan 
  kembali.
  Lantas nasib mengulur semua pertemuan 
  dan perpisahan
  ibarat tali joran di lautan atau benang layangan
  di bentangan langit;
   begitu sengit. 
  Sehingga jarak tak lagi terukur 
  menuju satu titik.
   
  Namun akan kuyakini bahwa semua luka 
  adalah pelabuhan terakhir
  menuju bahagia. 
  Sebab bahagia selalu tak bertepi,
  dan seperti katamu, 
  nisbi.
  Maka biarlah kita berbagi kisah,
  memaki peristiwa, lalu tertawa 
  atau berduka 
  bersama,
  demi hidup yang fana, 
  sebelum petak terakhir menuntut doa;
  entah siapa di antara kita 
  yang lebih dulu tiba.
   
  #Bandung, 31 Juli 2004, 23.30 WIB

  Di Tanah Harapan   
  /Muhammad Zainal Fanani
   
  Hanya angin dan aroma kemboja menguar
  demikianlah kesepian demi kesepian itu menikam.
  Di seberang, Gunung Batara Guru menjulang
  diapit Gunung Nangkod yang seolah enggan melepas dekapan;
  apakah kesepian itu memang demikian?
   
  Hanya langit berawan dan bentangan pegunungan
  tempat burung-burung liar berhamburan.
  Kesepian itu tetap tak terpahamkan.
  Apa yang kuharap sebagai hiburan?
  Seorang kawan, lelaki yang menjelma qowwam.
  Namun kau seolah enggan diharapkan.
  Maka bagaimana aku mengucap selamat tinggal
  pada segala pantulan warna silam
  jika kau besikeras menolak perpisahan.
   
  Hanya sawah dan lembah luas menghampar.
  Di latar depan Gunung Batara Guru bagian kanan
  Kampung Sempil terpencil dalam diam,
  berbatasan dengan Kampung Babakan yang dipisah ladang.
  Nun di Barat Daya, Kampung Poronggol sayup menyembul.
  Apa yang mencuat dari kesunyian punggung gunung.
  Kita hanya jauh sebab rindu kehilangan sauh.
   
  Hanya sungai dan ricik air mengalir
  dari hulu ke hilir dengan perjalanan panjangnya.
  Apakah kisah kita akan berakhir demikian,
  menuju muara asali entah sampai kapan. 
  #Limbangan, 6 November 2005

Baru dua sajak. Kali ke tiga belum ada. Semoga saja ada inspirasi baru. Apa 
kabar, Kawan-kawan. Saya merindukan kalian. Sekadar berkabar. Akhirnya di 
Limbangan ada warnet. Tak perlu lagi berurusan dengan pos. Surat dari kawan tak 
saya terima lagi. Halo Rusi Hartati dan Dian Hartati, kirim lagi?

Salam,
Rohyati Sofjan

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke