Judul Buku: LESBUMI: Strategi Politik Kebudayaan
Penulis: Chairatun Chisaan
Testimoni: H. Misbach Yusa Biran
Penerbit: LKiS, Maret 2008
Harga: Rp. 34.500


Kunjungi Website kami di: http://www.lkis.co.id


LESBUMI, Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia, adalah sebuah lembaga 
kebudayaan yang berafiliasi dengan Partai NU (Nahdhatul Ulama) saat organisasi 
ini menjadi partai politik tahun 1960-an.

Kehadiran Lesbumi dianggap sebagai penanda kemodernan di tubuh NU. Modern jika 
dilihat dari pandangan NU—melalui Lesbumi—yang sama sekali baru terhadap 
seni-budaya, dan modern jika dilihat dari personifikasi ketiga tokoh 
pendirinya: Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani. Inilah respons NU 
terhadap modernitas, terutama menyangkut relasi agama dan politik dalam konteks 
“kemusliman” melalui pendefinisian ulang seni-budaya “Islam”.

Pertanyaannya sekarang: Mengapa Lesbumi 'seolah' lenyap dari perbincangan 
sejarah seni-budaya dan politik (di) Indonesia? Buku ini menyediakan jawabannya!


salam hangat,

lkis

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke