Aswan, Saksi Fir'aun Yang Gagal
      Oleh :    Mochammad Moealliem 
               
              Aswan        adalah nama sebuah daerah bagian selatan Mesir, 
dekat        dengan Sudan, yang menyimpan bukti manusia-manusia        perkasa 
dan handal dalam pembangunan, bahkan akal        manusia saat ini belum mampu 
menembus mesteri        pembangunan piramida serta ma'bad (arti umum : tempat   
     persembahan, namun menurut saya adalah istana kerajaan        yang 
berfasilitas lengkap sampai tempat peribadatan ada        dalam lingkup 
tersebut) yang begitu megah, diukir        langsung dari gunungnya, dengan 
ukuran yang sangat        besar.
               
              Orang        Mesir boleh bangga dengan sejarah mereka yang 
dikenal        sebagai ummu dunya atau ibu peradaban menusia        diawal 
mula, bahkan Indonesia sangat jauh tertinggal        dalam peradaban itu, 
Indonesia baru muncul peradaban        sekitar tahun 1000-an Masehi dengan 
berdirinya kerajaan        Sriwijaya, disusul kemudian Majapahit dan lain       
 sebaganya. Namun demikian setiap peradaban mengalami        pasang-surutnya, 
peradaban yang begitu gemilang yang        diabadikan oleh para fir'aun itu 
kini tinggal        puing-puingnya, yang menjadi saksi sebuah uji coba yang     
   gagal.
               
               
                            (Gambar,        ujung tugu yang terpotong)
               
              Penulis        beberapa waktu lalu mendapat kesempatan untuk      
  menyaksikan kehancuran peradaban fir'aun tersebut di        daerah Aswan dan 
Luksor. Perjalanan dari Cairo memakan        waktu 13 jam dengan kereta api, 
setara dengan jarak        jombang-jakarta. Meskipun melelahkan namun penulis   
     mendapat gambaran yang begitu jelas dengan kehebatan        arsitektur 
serta tata ruang yang begitu cermat dan        akhirnya hancur juga.
               
              Allah        berfirman : Dan apakah mereka tidak mengadakan       
 perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana        akibat  oleh 
orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu        adalah lebihkuat dari mereka 
 dan telah mengolah bumi         serta memakmurkannya lebih banyak dari apa 
yang telah        mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka        
rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang        nyata. Maka Allah 
sekali-kali tidak berlaku zalim kepada        mereka, akan tetapi merekalah 
yang berlaku zalim kepada        diri sendiri.QS.30:9
               
              Dan        apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka 
bumi,        lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang        
sebelum mereka. Mereka itu  adalah lebih hebat        kekuatannya daripada 
mereka dan  bekas-bekas mereka di        muka bumi , maka Allah mengazab mereka 
disebabkan        dosa-dosa mereka.  Dan mereka tidak mempunyai seorang        
pelindung dari azab Allah.QS.40:21
               
              Meskipun        penulis pernah heran dengan bukti yang 
berserakan, namun        penulis mencoba menganalisa dengan cara apa dan        
bagaimana mereka menumpuk batu yang begitu besar tanpa        menggunakan 
buldozer dan alat berat lainnya yang umum        dipakai manusia saat ini, 
dimana hal itu terjadi sekitar        2500 tahun sebelum masehi, apakah dengan 
pengerahan        massa? Atau ada hal lain? Mari kita analisa bersama.
               
              Anggaplah        kita menelusuri kisah Musa, disaat lahir Istana 
Fir'aun        sudah ada, bahkan Musa pun berhenti dihalaman Istana,        
sebab Istana itu sebagian besar ditepi sungai Nile. Dari        situ kita dapat 
memperkirakan populasi penduduk Mesir        atau bahkan penduduk dunia pada 
tahun 2500 sebelum        masehi, kira-kira berapa?
               
              Kalau        dalam ayat Alqur'an dikatakan mereka memiliki 
kekuatan        yang lebih, bertubuh lebih besar, namun bukan raksasa        
saya kira. Mungkin ukuran besar itu dibanding orang asia        pada umumnya, 
karena qur'an turun diwilayah asia yang        mayoritas postur tubuhnya lebih 
kecil, kalau pembaca        ingin bukti, silahkan pergi ke Mesir dan lihat 
betapa        mahasiswa Indonesia terlihat begitu muda karena        posturnya 
kecil.
               
              Analisa        berikutnya adalah memakai sihir, sebab pada zaman 
musa        budaya yang berkembang adalah sihir, atau sekelas dengan        
ilmu hitam, maka tak heran jika mukjizat nabi Musa        disesuaikan dengan 
musuhnya, hanya saja kelemahan sihir        adalah tipu muslihat belaka, jika 
ular maka hanya        terlihat ular namun tak akan memakan ular, akan tetapi   
     tongkat musa berubah menjadi ular dan memakan ular para        penyihir 
pada saat itu. Jadi kemungkinan bukan dengan        sihir mungkin dengan 
bantuan hal lain.
               
              Kalau kita        sedikit menengok zaman sulaiman kita bisa 
mengatakan ada        manusia yang mampu memindahkan istana bilqis dalam waktu  
      sekedipan kelopak mata, sementara jin mampu dengan waktu        yang 
diperlukan sulaiman berdiri dari duduknya. Mungkin        hal demikian tak 
masuk akal bagi manusia saat ini,        sebagaimana komputer dan internet 
adalah hal yang tak        masuk akal bagi orang dizaman 2500 tahun sebelum 
masehi.
               
              Boleh        dikata bahwa apa yang akan terjadi dimasa yang akan  
      datang adalah sesuatu yang tak masuk akal disaat ini,        dan sesuatu 
yang telah terjadi dimasa lalu pun juga tak        masuk akal disaat ini, 
disinilah kita akan sadar bahwa        akal manusia hanya mampu mengukur 
sesuatu sesuai dengan        lingkungan sekitar serta dibatasi oleh ruang dan 
waktu        tertentu.
               
              Di Aswan,        mungkin disana Musa dilahirkan atau setidaknya 
didaerah        mesir bagian selatan, sebab sungai nile bergerak kearah        
utara, sementara di Luksor ada sebuah ma'bad besar yang        sangat 
berdekatan dengan sungai nile, sekarang dinamai        ma'bad luksor dan 
karnak, dalam penemuan terbaru        dikatakan kedua ma'bad itu satu, hanya 
karena terlalu        panjang, saat ini terpisah oleh pemukiman penduduk dan    
    seolah menjadi dua, istana utama bagian selatan dan        istana utama 
bagian utara, disebelah baratnya adalah        sungai nile pun memanjang 
keutara.
               
              Jarak        Aswan dan Luksor sekitar 4 jam dengan bus dengan     
   menembus lautan gurun pasir tanpa tumbuhan, entah butuh        berapa jam 
Musa menempuh perjalanannya dengan mengapung,        kalau memang Musa lahir di 
Aswan, namun dalam sejarah        Musa ditemukan oleh istri fir'aun dihalaman 
istananya,        sebab saat itu transportasi utama adalah lewat air.
               
              Dan        disanalah saksi sejarah kehebatan kaum fir'aun, yang   
     menyusun batu dan melukis kemenangan dalam berbagai        pertempuran, 
hanya saja mereka tak pernah menulis        kekalahan walaupun pernah terjadi. 
Bahkan gunung-gunung        pun dipahat dan menjadi istana, yang tinggi 
menjulang,        makam para raja di daerah wadil muluk seperti permainan       
 petak umpet antara kaum fir'aun dengan para pencuri.        Hingga makamnya 
para raja dibuat begitu membingungkan        dilorong-lorong gunung batu yang 
dalam.
               
              Hingga        digunung buatan yang ada di dekat kairo, yaitu 
piramida        pun juga makam para raja, yang mana lorong-lorong        
didalamnya hingga saat ini masih menjadi teka-teki,        meskipun mumynya 
telah berhasil dipindahkan dan        dijadikan tontonan yang menghasilkan 
devisa yang sangat        lumayan.
               
                     
                            (Gambar,        tugu yang belum selesai 
pembuatannya)
               
              Di Aswan        terdapat sebuah tugu yang gagal diselesaikan, 
yang masih        nempel digunung batu granit merah, yang barus setengah        
jadi, tugu-tugu inilah yang memberi gambaran kuatnya        orang-orang dahulu, 
berbentuk satu tugu dengan satu batu        yang utuh, dengan ukuran yang besar 
dan tinggi, konon        kata gaetnya, tugu-tugu itu dipasang diistana sebagai  
      simbol untuk menandai sebuah tempat beribadah, meskipun        pada 
disnasti fir'aun yang kedua, sang raja sempat        memploklamirkan diri 
menjadi tuhan, meski diantara        dinasti fir'aun sebelumnya ada yang 
mempercayai agama        tauhid yaitu satu tuhan.
               
              Diantara        tugu-tugu fir'aun yang masih utuh itu kini 
bertebaran        dimana-mana, di Roma, Prancis, London, dan New York,        
mungkin hal itu untuk tabarukan dengan asal muasal        teologi kristen, 
sebab menurut sejarah setelah        tumbangnya era paronic (era fir'aun dan 
Musa) maka        kerajaan itu menjadi pusat perkembangan agama kristen,        
dimana sangat erat hubungannya agama ini, sebab nabi Isa        konon hijrahnya 
ke Mesir, maka tak aneh jika ditemukan        catatan gulungan laut merah, 
Injil barnabas dan lain        sebagainya yang akan bersinggungan erat dengan   
     simbol-simbol paronic.
               
              Namun        dimasa kekhalifahan Islam pun menjadi warna lain     
   menghias peradaban Mesir, maka akan banyak ditemukan        benda-benda 
bersejarah diberbagai museum di Mesir sesuai        dengan masa kejayaan 
dinasti-dinasti yang pernah ada.       
               
              Ajaran        ketuhanan dimasa fir'aun mayoritas menjadikan tuhan 
per        bidang, tuhan Air, tuhan kesuburan, tuhan perang dll.        Maka 
tak heran jika budaya Mesir kuno memberikan korban        manusia untuk dewa 
sungai nile, hal itu berlangsung        hingga kekhalifahan islam berlangsung, 
hingga konon        seorang khalifah mengirim surat untuk sungai nile,        
kurang lebihnya begini "kalau engkau mengalir karena        dirimu sendiri, 
maka berhentilah mengalir jika tak lagi        ada pengorbanan, tapi jika 
engkau mengalir karena Allah,        maka mengalirlah walau tanpa ada budaya 
itu".        
               
              Lalu        kenapa luksor dalam analisa penulis adalah kerjaan    
    fir'aunnya Musa, sebab lokasinya didekat nile, makam        Ramsis II (yang 
diduga fir'aun yang mengaku tuhan) ada        didaerah situ, juga kalau Musa 
berlari menuju daerah        turisina maka lebih dekat kearah timur laut dan 
ketemu        laut merah dan tembuslah ke turisiana. Apalagi dalam        
tulisan dinding ma'bat disana menunjukkan bahwa ramsis        II tidak memiliki 
seorang anak laki-laki, namun anak        perempuannya begitu banyak, maka 
karena ketidak punyaan        anak laki-laki itu fir'aun sangat sakit hatinya 
jika        melihat rakyatnya punya anak laki-laki didukung mimpi        buruk 
yang membayangi bahwa akan ada seorang lelaki yang        menghacurkan 
kerajaannya.
               
              Musa        termasuk bayi yang gagal dibunuhnya, bahkan Musa 
diasuh        oleh fir'aun dan hidup dikerajaan fir'aun beberapa        waktu.
               
              Fir'aun        menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di 
antara         kami, waktu kamu masih kanak-kanak  dan  kamu tinggal         
bersama kami beberapa tahun dari umurmu .26:18
               
                     Demikianlah kisah kehebatan manusia pada zamannya,        
sehebat apapun itu kalau Allah menghendaki akan hancur        juga. Maka 
sebagai umat yang terakhir kita perlu        mengambil pesan penting dengan 
semua yang ada.
               
                     Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan        
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang        terdahulu. Kebanyakan 
dari mereka itu adalah orang-orang        yang mempersekutukan ."30:42
                      
              Dan        apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu 
melihat        bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka,        
sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya        dari mereka? 
Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan        Allah baik di langit maupun 
di bumi. Sesungguhnya Allah        Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.35:44
               
              Alliem
              Cairo,        Ahad 23 Maret 2008
              Kegagalan        Adalah Guru Masa Depan
        


  Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.tk  or  http://www.muallimku.blogspot.com 
  Ingin gabung di komunitas sahabat lintas batas? Klik aja
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke