http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.20.21130297&channel=1&mn=53&idx=71
Letusan Abad VI Lebih Dahsyat dari Gunung Tambora
JAKARTA, KAMIS - Endapan lapisan asam yang digali dari dasar es Greenland
menunjukkan kemungkinan terjadinya letusan dahsyat yang pernah terjadi pada
abad VI. Kekuatannya mungkin lebih besar daripada Letusan Gunung Tambora di
Sumbawa dan sempat membuat seluruh permukaan Bumi gelap.
Bukti terjadinya letusan berupa ditemukannya molekul asam sulfat di lapisan es
Greenland. Molekul-molekul tersebut mendukung cerita dalam naskah kuno bahwa
pada tahun 536 wilayah Asia, Mesopotamia, hingga Eropa menghadapi bencana gelap
dan dingin yang menyebabkan kerusakan lahan pertanian, memicu peperangan, dan
wabah penyakit. Sebelumnya cerita ini masih menjadi misteri karena tidak
ditemukan bukti-bukti apapun, jejak letusan atau jatuhnya meteor besar.
Pengujian menunjukkan molekul sulfat di Greenland menegndap antara tahun
533-536. Usianya cocok dengan usia lapisan sulfat dalam jumlah besar yang
ditemukan di inti es dari Antartika. Data tersebut juga konsisten dengan
informasi dari lingkaran-lingkaran batang pohon tua dari belahan Bumi utara
yang menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhannya mengalami penurunan selama seabad
dimulai tahun 536.
Peristiwa semacam ini tercatat dalam teks kuno China yang menceritakan bahwa
kegelapan berlangsung sekitar setahun. Kelaparan melanda dan salju turun di
musim panas. Pada kurun waktu yang sama, orang nomaden Mongolia yang dikenal
sebagai kaum Avars juga diceritakan bermigrasi ke Eropa. Meski kontroversial,
beberapa ahli sejarah juga mengaitkan masa kegelapan ini sebagai pemicu
runtuhnya peradaban Mesoamerika di Teotihuacan, wabah penyakit pes yang meluas
di Eropa dan Timur Tengah, kebangkitan Islam, dan jatuhnya kekisaran Romawi.
"Tidak diragukan lagi penyebab peristiwa bencana sebesar itu, sebab bukti
tersebut cukup untuk menyimpulkan bahwa penyebab letusan besar," kata Keith
Briffa, dari Universitas East Anglia, Inggris. Temuannya telah dilaporkan dalam
jurnal Geophysical Research Letters edisi terbaru. Namun, gunung mana yang
meletus kembali menjadi tanda tanya.
Yang masih membingungkan lagi, efek pendinginan Bumi tersebut tidak terlihat
pengaruhnya di belahan Bumi selatan. Namun, bukti-bukti tersebut memperlihatkan
bahwa efek letusan terhadap suhu Bumi lebih besar daripada letusan Gunung
Tambora tahun 1815 maupun Krakatau tahun 1883.(NG/WAH)
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]