Takut kepada Tuhan adalah salah satu sifat taqwa. Takut kepada Tuhan itu berbentuk rasa. Tidak sama rasa takut kepada Tuhan dengan rasa takut kepada makhluk. Buktinya, orang yang takut kepada makhluk akan menjauhkan dirinya daripada makhluk itu. Tetapi orang yang takut kepada Tuhan, akan berusaha mendekatkan dirinya dengan Tuhan. Untuk takut kepada Tuhan memerlukan ilmu. Ilmu yang bukan sekedar bertapak di akal, tetapi dari akal turun ke hati hingga mendatangkan rasa. Ilmu yang dimaksudkan itu ialah ilmu mengenal Tuhan. Dengan ilmu itu dapat mendorong seseorang mengenali Tuhannya yaitu mengenal zat, sifat dan perbuatan Tuhan. Bila sudah kenal, maka cinta kepada Tuhan pun berbunga dan berbuah. Dimulai dari rasa cinta tersebut, timbul rasa takut kepada Tuhan. Memang dasar orang bercinta, takut cinta tidak berbalas, takut cinta terputus di tengah jalan, takut jika yang dicintai tidak mencintainya. Ilmu itu membuatkan dia paham peranan Tuhan pada dirinya, apa saja nikmat dan ujian diterimanya dengan rasa takut kepada Tuhan. Ilmu itu juga membuatkan dia paham terhadap tabsyir (khabar gembira) dari Tuhan, jika dia menurut perintah Tuhan dan meninggalkan laranganNya. Ilmu itu juga membuatkan dia paham terhadap tanzir (ancaman) dari Tuhan, jika dia melanggar perintah Tuhan dan mengikut hawa nafsunya membuat larangan Tuhan. Begitulah besarnya ilmu tentang Tuhan sehingga Allah menjelaskan di dalam Al-Quran bahwa orang yang mempunyai ilmu tentang Tuhan inilah yang paling takut kepadaNya. Bahkan orang yang takut dengan Tuhan ini jugalah tergolong di dalam golongan orang yang disabdakan oleh Rasulullah, iaitu orang yang seolah-olah dia melihat Tuhan, jikapun dia tidak dapat melihat Tuhan, dia terasa bahwa Tuhan senantiasa meperhatikan dirinya. Persoalannya, mana mungkin kita hendak takutkan Tuhan jika kita tidak ada ilmu tentang Tuhan? Rasa takut kepada Tuhan ini bagi orang bertaqwa boleh menjadikan dirinya resah dan gelisah sepanjang waktu. Adakalanya dia merenung sendirian sehingga mengalirkan air mata. Adakalanya memekik sekuatnya secara tiba-tiba sehingga terkejut orang dibuatnya. Kadang-kadang, kelihatan berjalan sendirian tidak mau bertemu orang. Kadang-kadang berlama-lama di atas tikar sembahyang. Pernah juga terjadi, badannya bergemetar, tidak tertahan, kemudian pingsan. Begitu sekali kesan orang yang takutkan Tuhan. Tetapi bagi orang yang ada hubung kait dengan perjuangan kebenaran, terutama yang bertaraf pemimpin, dengan rahmat Tuhan rasa itu dapat dikontrol. Jika tidak, bagaimana dia mau berjuang? Yang jadi pemimpin, mungkin tidak ada orang yang mau ikut dengannya. Di sinilah adilnya Tuhan. Orang yang sudah ada rasa takut kepada Tuhan, sebelum sembahyang, takut itu meningkat grafnya. Oleh karena dia hendak berjumpa dengan Tuhan dalam satu acara sangat istimewa, maka datang rasa takut yang sangat berlebihan. Biarpun gembira karena itulah pertemuan paling istimewa seorang hamba dengan Tuhannya, tetapi dia sangat takut jika tidak dapat beradab dengan Tuhan. Dia takut sekali datang bertemu Tuhannya dengan membawa dosa. Takut sekali untuk bertemu dengan Tuhannya takut mendapat murka dari Tuhan. Itu sebabnya dia banyak beristighfar kepada Tuhan sebelum mendirikan sembahyang. Selepas dia sembahyang, takut itu meningkat lagi grafnya. Padahal baru saja selesai bertemu dengan Tuhan, patutnya rasa lega. Tapi tidak begitu kepada orang seperti ini. Rasa takut itu melonjak lagi karena bimbang hasil dari pertemuan tadi. Dia membimbangkan apa kata Tuhan tentang dirinya dalam sembahyang tadi. Dia merasa ketika dalam sembahyang tadi dia membuat dosa. Dia merasa sembahyangnya tadi banyak lalainya. Itulah yang dirasakannya sedangkan belum tentu lagi yang dia itu lalai dalam sembahyangnya. Tetapi begitulah perasaan orang yang secara istiqamah takut kepada Tuhan, tidak berhenti daripada takut kepadaNya. Logikanya muncul rasa takut itu apabila telah terbuat dosa, tetapi ini tidak. Takut itu dirasakan sepanjang waktu hinggakan dalam berbuat baik pun, dia merasa takut kepada Tuhan. Demikian sedikit banyak yang dapat diceritakan perihal rasa takut kepada Tuhan sebagai ilmu kepada kita. Moga-moga ada manfaatnya. Sekian. _________________________________________________________________ Help Splitzo Sally Before ItÂ’s Too Late! http://www.thegirlwhosplitinto5.com/
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

