Yang Berlawan
: Asahan
puisi yang melukis awan
merah warna langit sejarah
negeri luka tragedi berdarah
sebaris sajak anti penindasan
buat semua kita yang berlawan
salam, heri latief
amsterdam, 30/03/2008
BISAI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
MURAD AIDIT IN MEMORIAM
1927-2008
Manusia hidup dengan dua paru-paru
Tapi di usia beliamu yang berkobar
Sebuah paru-paru harus di buang
Karna terlalu banyak menerima pukulan
Juga tendangan musuh kaki pendek
Dan musuh putih jangkung
Dalam penjara-penjara yang bertukar majikan
Lalu majikan yang berkulit sama denganmu
Bahkan yang pernah sama mengusir musuh
Lalu melemparkamu jauh ke pulau`siksa
Paru yang tinggal ahirnya berhenti
Pada tangga usiamu yang ke lapan dua
Meninggalkan keadilan yang tercampak
Meninggalkan dendam tak terbalas
Meninggalkan negerimu yang begitu buruk
Meninggalkan kulit bumi yang selalu berdarah
Meninggalkan kekalahan yang dikutuki oleh teman-temanmu
Meninggalkan fitnah yang diabadikan oleh musuh-musuhmu
Dan ahirnya kau juga bahagia abadi
Dan mulailah aku menyimpan rasa iri hati
Karena cuma itu yang diwariskan bangsa kita
Aku tak bisa jadi yang lain
Jadi aku sama dengan yang lain-lainnya
Iri hati adalah jiwa kita
Yang bahkan di setiap kepergian siapa saja
"ah, dia sudah senang, saya masih susah"
Kita adalah bangsa besar
Selamat jalan artinya jalannya sudah selamat
Yang masih bisa berjalan sungguh
Jalanmu sedang susah
Bisakah aku tidak iri
Asahan Aidit.
Hoofddorp, 2932008
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
http://herilatief.wordpress.com/
---------------------------------
No Cost - Get a month of Blockbuster Total Access now. Sweet deal for Yahoo!
users and friends.
[Non-text portions of this message have been removed]