Pertama kali saya mendengar tentang Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At 
Tamimi pada tahun 1988 melalui sebuah majalah berita mingguan yang menceritakan 
pribadi dan perjuangan beliau yang begitu unik dan menarik hati, khususnya bagi 
saya yang ketika itu sangat merindukan sebuah kehidupan Islam ala Rasulullah 
SAW. Majalah itu menceritakan betapa beliau mencuba untuk mengamalkan Islam dan 
sunnah Rasulullah SAW dalam semua aspek kehidupan. Ketika itu saya berada di 
Paris sedang menyelesaikan program Masters saya dalam bidang Aeronautical 
Engineering.
Saya baru mendapat kesempatan berjumpa dengan beliau 2 tahun kemudian (Juli 
1990) di Paris ketika beliau membawa rombongan dakwah untuk berdakwah di 
beberapa negara di Eropah. Sejak itulah saya tertarik untuk mengkaji dan 
menganalisa pribadi, keluarga, buah pikiran dan perjuangan beliau. Ternyata 
semakin saya kaji, semakin saya menjumpai pesona-pesona baru, baik yang 
berkaitan dengan ketinggian akhlak, rasa bertuhan yang tajam, buah pikiran dan 
perjuangan yang global dan luar biasa. Pemikiran dan perjuangan beliau begitu 
luas, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Pada tulisan ini saya hanya 
akan memfokuskan pemikirannya dalam bidang sains dan teknologi saja.
Suatu hari dengan agak ragu-ragu saya bertanya kepada beliau tentang universe 
atau alam semesta. Saya khawatir pertanyaan saya tidak tepat dan akan membuat 
beliau merasa kurang senang. Tetapi yang terjadi luar biasa. Setelah diam 
hampir 5-6 saat lalu beliau mulakan dengan Bismillahirrahman nir Rahim, lalu 
beliau uraikan tentang alam semesta bermula tentang tahap-tahap ‘the creation 
of universe’ (penciptaan alam semesta) oleh Allah SWT yakni alam semesta ini 
ada permulaannya dan akan ada akhirnya. Allah saja yang tahu kemaha-luasan alam 
semesta dan jumlahnya sangat banyak bahkan mungkin tak terhingga atau infinit. 
Ada alam yang lahir ada yang ghaib. Dalam setiap alam Allah menciptakan 
makhluk-makhluknya. Setiap makhluk dapat bemusafir (traveling) ke dalam alam 
lainnya dengan izin Allah SWT. Seluruh universe akan berakhir melalui suatu 
proses yang disebut kiamat.
Saya terpegun. Beliau yang tidak menempuh pendidikan sains dan teknologi 
ternyata mampu menerangkan ilmu aerospace kepada seorang  PhD aerospace lulusan 
Perancis dengan sangat ilmiah dan masuk akal. Persiapannya hanyalah 5-6 saat 
saja. Sedangkan para ahli kosmologi menghabiskan ratusan tahun dan berbilion 
dolar untuk  menciptakan berbagai alat penelitian dan mengkaji alam  semesta. 
Bahkan seorang saintis paling top saat ini di England menghabiskan umurnya 
hanya untuk membuktikan secara ilmiah dan matematik bahwa alam semesta ini ada 
permulaan dan akan ada akhirnya.
Pada kesempatan lain saya bersama 2 orang kawan yang masing-masing pemegang PhD 
dalam bidang sains dan teknologi dari Perancis dan Jepang berdiskusi dengan 
beliau tentang falsafah sains.
Berikut adalah uraian ringkas dari hasil diskusi tersebut yang  pernah saya 
sampaikan dalam sebuah seminar ilmiah tentang  Sains pada Augustus 2002 di 
Washington Convention Center yang dihadiri ratusan saintis, profesor dan 
engineer dari seluruh  dunia Islam.
——————————————————————–
Falsafah Sains Tajdid
(Menurut Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi)
Kita mengakui bahwa sains memang telah mengambil peranan penting dalam 
pembangunan peradaban material. Penemuan-penemuan sains telah memberikan 
bermacam-macam kemudahan hidup bagi manusia. Semua ini adalah nikmat, anugerah 
dari Tuhan yang patut manusia syukuri.
Tetapi kelihatannya, semakin maju manusia, semakin sains berkembang, tetapi 
semakin sedikit manusia yang  bersyukur. Malah kejahatan yang ada bertambah 
kejam dan  canggih. Adakalanya manusia sudah hilang kemanusiannya. Yang lebih 
menyedihkan lagi, banyak saintis dan pakar teknologi yang menuhankan ilmunya, 
sampai tanpa disadar mereka diperbudakkan  oleh ilmunya.
Mengapa dengan semakin berkembangnya sains, manusia semakin jauh dari 
ketenangan dan kebahagiaan? Bukanlah sains itu yang perlu dibuang.
Sebenarnya yang jadi masalah pada dunia dari dulu sampai sekarang bukan karena 
sains, teknologi dan produk-produknya, tetapi yang menjadi masalah adalah pada 
manusianya. Bila manusia bermasalah, maka sains, teknologi dan produk-produknya 
akan menjadi masalah.
Sebab itu masalah utama yang perlu dibaiki adalah ‘manusia’nya yang sudah tidak 
ada ‘rasa hamba. Jadi sebelum membahas peranan sains dan cara memanfaatkannya, 
sangat penting dibahas peranan manusia.
Tuhan menjadikan manusia di dunia ini sebagai hamba dan khalifah untuk 
mentadbir dunia. Maka Tuhan tahu apa yang mesti dibekalkan pada manusia.
Tuhan datangkan manusia ke dunia dengan khazanah, aset kekayaan baik yang 
bersifat material  atau pun berupa ilmu, sains dan teknologi. Tujuannya supaya 
khazanah-khazanah dan kekayaan, segala kepandaian yang Tuhan izinkan manusia 
menguasainya, dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk hamba-hambaNya juga. Maka 
akan timbullah kasih sayang diantara sesama manusia. Jadi sains dan teknologi 
bukan berdiri sendiri. Tuhan jadikan semuanya sebagai alat untuk melahirkan 
kasih sayang antara sesama manusia.
Sebagai hamba, manusia mesti memiliki rasa kehambaan. Maka ia akan merasa bahwa 
dirinya adalah hak Tuhan. Sains, teknologi dan produk-produknya juga hak Tuhan. 
Maka dia akan gunakan sains, teknologi dan dirinya menurut apa yang Tuhan 
kehendaki.
Bila rasa hamba sudah tiada, maka manusia akan sombong, zalim, menyalah gunakan 
kuasa. Segala kekayaan ilmu, khazanah sains dan ekonomi yang Tuhan anugerahkan 
yang sepatutnya digunakan untuk berkasih sayang, dia akan ambil untuk 
kepentingan diri.
Letak kehebatan seseorang bukan karena dia pandai, ahli sains, kaya, berkuasa, 
berpendidikan tinggi, atau mencetuskan penemuan-penemuan sains hingga mendapat 
hadiah nobel, tetapi pada rasa hamba dan dapat mengekalkan sikap kehambaan 
dalam kehidupan sehari-hari.
Bila dia menjadi seorang pemimpin atau berperanan dalam berbagai bidang, sambil 
dapat mengekalkan sifat hambanya, barulah dia dapat dibanggakan. Pemimpin dan 
saintis  yang mempunyai rasa hamba tidak akan menyalah gunakan kuasa dan 
alat-alat yang Tuhan bagi bahkan ia akan turut berperanan  dalam melahirkan 
keamanan, kedamaian, dan keharmonian.
Mengekalkan rasa hamba bukanlah satu tugas yang mudah. Ini lebih sulit dari 
pada menguasai ilmu atau mencipta formula baru dan membangun peradaban  
material.
Oleh karenanya, untuk mendapatkan sains, Tuhan tidak perlu mengutus Nabi dan 
Rasul. Bahkan orang yang tidak kenal Tuhan pun Tuhan beri juga kemampuan itu. 
Tetapi untuk mendapatkan rasa hamba yang memang sangat diperlukan manusia, 
Tuhan mengutus Nabi dan Rasul.
Sejarah telah membuktikan bagaimana sahabat-sahabat telah berhasil membangun 
masyarakat yang aman, damai dan harmonis serta membuat orang-orang kafir masuk 
Islam. Bukan karena kagumnya mereka dengan sains dan teknologi para sahabat, 
tetapi karena faktor taqwa.
Sekarang banyak saintis Islam di dunia, bahkan sudah ada yang  mendapat hadiah 
nobel. Sudah berapa banyak orang masuk Islam karena sains mereka? Sekarang 
bukan saja dengan saintis orang tidak tertarik dengan Islam, bahkan karena 
belajar sainslah, ada yang hingga terganggu keislamannya.
Karena terlalu membesarkan sains, ada seorang pelajar berkata : “Tuhan tidak 
tahu buat kapal terbang, tetapi Amerika yang membuat kapal terbang “ Sudah 
banyak yang syirik karena sains.
Padahal sains hanya satu  juzuk kecil dalam kehidupan manusia. Kita mesti 
memanfaatkan sains supaya manusia semakin takut dengan Allah dan dapat  
mengatur dunia modern agar manusia takut dengan Allah.
Sepatutnya para saintislah orang yang paling takut dengan Allah. Tapi karena 
hal itu tidak terjadi, maka berapa banyak ingatan dari Tuhan yang Allah 
datangkan dengan menggunakan hasil teknologi manusia sendiri.
Karena kita adalah hamba dan khalifah Tuhan, dan sains itu juga hak Tuhan, maka 
untuk menjadi saintis yang berjaya, manusia mesti mengambil standard tolok 
ukurnya orang-orang yang Tuhan telah pilih menjadi saintis yang berjaya.
Saintis terbesar selama dunia ini ada tentulah Rasul Muhammad SAW yang dengan 
sains rohaniahnya telah ‘memalaikatkan’ manusia, sedangkan kebanyakan saintis 
sekarang telah ‘menghewankan’ manusia.
Saintis Islam, atau Ulil Albab, mesti mengintegrasikan sains dengan rasa 
bertuhan. Dalam Al Quran  Allah berfirman:
Artinya:‘(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk 
atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit 
dan bumi….’Al Imran ayat 191
Dengan ayat ini, Allah menyuruh manusia untuk mengingati Allah dahulu di waktu 
berdiri, duduk, bahkan berbaring. Setelah itu barulah disuruh berfikir dan 
mengkaji.
Dengan kata lain, ahli sains akan selamat dan menyelamatkan jika ia bermula 
dengan menanamkan rasa bertuhan, rasa kehambaan, baru setelah itu berfikir dan 
mengkaji. Kalau tidak, hasil kajian itu akan menjadi ‘tuhan’nya dan ianya akan 
rusak dan merusakkan.
Lihatlah bagaimana Rasul datang memberi contoh kepada manusia, yaitu diawali 
dengan menajamkan roh para sahabat, artinya mendidik para sahabat hingga 
memiliki sifat taqwa.
Dalam Al Quran Allah berfirman yang maksudnya takutilah Allah, nanti Allah akan 
mengajar kamu.
Jadi menajamkan roh adalah dengan bertaqwa. Bila roh tajam atau mempunyai sifat 
taqwa maka akan  dapat mencerahkan dan mencerdaskan akal.  Roh kuat, akal pun 
kuat.
Inilah kaedah Islam dalam mencerdaskan akal. Tetapi jika berawal dari akal, 
maka boleh jadi roh akan bertambah buta.  Kalau dari akal semata-mata, mungkin 
cerdik tetapi dia akan tersesat.
Rasulullah SAW diturunkan bukan saja pada bangsa yang terbelakang, bahkan 
mereka tulis baca pun tidak tahu. Tapi dengan datangnya Rasulullah SAW Bangsa 
Arab Badwi bukan saja menjadi  bangsa yang rohnya tajam, akhlaknya luar biasa, 
tetapi akalnya terbuka, sehingga lahir bermacam-macam ilmu.
Di samping manusia berakhlak tinggi, kemajuan pun tinggi. Kalau hanya pandai, 
tapi roh tidak dibangun maka akan seperti hewan atau syaitan. Kepandaian 
disalah gunakan, seperti orang jahat dapat senjata.
Nabi Sulaiman as. ketika melihat ahli sainsnya berjaya memindahkan istana Ratu 
Balqis dalam sekelip mata, ia bertanya pada dirinya, Ya Allah akankah aku 
syukur atau kufur atas nikmatMu ini? Ini seorang nabi, begitu cemasnya 
mendapatkan suatu anugerah dari Tuhan. Apalagi manusia biasa, patutnya setiap 
kali mendapatkan sesuatu yang baru dari Tuhan, tentu merasa lebih cemas lagi 
dari itu.

Arsitek Blue Mosque adalah Mimar Sinan yang asalnya hanya seorang penjaga kuda 
Sultan, apabila diilhamkan, yakni dipandaikan oleh Tuhan secara karamah melalui 
mimpi, lalu paduan akal dan roh yang dicerdikkan oleh Tuhan ini telah 
menghasilkan seorang arkitek yang berjaya menghasilkan lambang kebanggaan Turki 
dan umat Islam. Rupanya belajar melalui kaedah luar biasa ini mampu 
menghasilkan pulangan yang luar biasa. Mana mungkin seorang penjaga kuda boleh 
bertukar menjadi arkitek hanya melalui ilmu yang diperolehi melalui mimpi dan 
ilham, tanpa berguru?
————————————————————————————
Contoh saintis lain yang dapat dijadikan teladan adalah Imam Ghazali rh dan 
Mimar Sinan. Mimar Sinan dari Turki adalah seorang wali Allah. Masjid Biru yang 
dibinanya lebih dari 500 tahun yang lalu sangat menunjukkan betapa hebatnya 
Kuasa Tuhan yang dapat memberikan ilmu-ilmu yang luar biasa pada orang yang 
kuat hubungannya dengan Tuhan. Di saat gempa bumi di Turki, pada tahun 2000, 
ribuan orang mati, ratusan bangunan runtuh, tetapi masjid biru yang 
dibangunkannya masih tetap tegar  berdiri.
Dalam pembangunan mesjid tersebut Tuhan ilhamkan berbagai aplikasi teknologi, 
diantaranya : aerothermodynamic, civil, acoustic dan chemical, dimana formula 
matematiknya sendiri baru dapat dijumpai pada abad ke 20.
Bila tidak paham kedudukan sains, manusia sering memandang hebat bila ahli 
saintis yang membuat kajian hingga menemukan sesuatu. Sedangkan mereka tidak 
merasa kehebatan Tuhan.
Padahal apalah istimewanya.  Para saintis mengkaji dan menemukan benda yang 
memang sudah wujud. Mereka tidak menciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada 
menjadi ada tanpa menggunakan bahan-bahan dari Tuhan, misalnya membuat sebiji 
pasir. Sepatutnya semakin banyak penemuan-penemuan yang Tuhan berikan, manusia 
semakin bertambah rasa bertuhan dan rasa kehambaannya. Semakin tersungkur 
dengan Tuhan.
Begitulah pandangannya tentang falsafah sains dan teknologi. Kami semua 
terpegun dan dalam hati masing-masing berkata, beliau bapak saintis dan 
teknologi di zaman ini, karena telah meletakkan sains dan teknologi seperti 
yang Tuhan kehendaki. Hal ini tidak dibuat oleh saintis dan ahli teknologi lain 
di dunia ini. 
 
Pakar Aerospace Engineering, almuni ENSAE Toulouse PerancisDosen Fakultas 
Teknik Universitas Muhammadiyah, Surakarta, Indonesia
 
 
_________________________________________________________________
Get your free suite of Windows Live services today!
http://www.get.live.com/wl/all

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke