tadinya saya pikir diskusi soal tulisannya katrin itu mengarah ke pencerahan
dalam dunia sastra, tapi rupanya mau dibawa ke arah rasisme plus maen tuduh
sembarangan, mentang2 katrin berasal dari jerman dan nama inisialnya saut
situmorang itu ss, lalu dibikinlah suatu skenario sadis?
ini hal berbahaya, ini fitnah.
pradita alias manneke (dosen ui?) seenaknya menuduh seorang yang tak disukainya
dengan tudingan palsu demi tujuan untuk memanipulasi opini publik.
manneke ini sejenis "pembawa kayu bakar", yg sembunyi dibalik nama besar orang
lain (ulil) untuk mencapai tujuan dengan cara machiavellinya.
kasian kita melihat pengaruh mentalitas budak yang masih ada di diri kaum
intelelektual model manneke ini. biaya sekolahnya ke luar negeri itu mubazir
aja namanya, ilmunya hanya menghasilkan aksi2 konyolnya untuk menutupi
perdebatan soal sastra indonesia pada jaman reformasi basi ini.
basi memang pemikiran manneke dalam usaha menghitamkan sejarah sastra modern
indonesia.
manneke kayaknya orang yg kurang gaul di bagian sastra alternatif, kerna maunya
cuma main2 disekitar berhala neokonservatif sastra indonesia, lalu gak malu
memamerkan panjangnya lidah untuk menjilat pantat kekuasaan si raja media.
enak ya jadi penjilat, lalu memfitnah orang lain?
sedih hati awak melihat kelakuan konyol nol koma nol dari para pakar yg
terbakar egonya, akibat kesetrum esainya katrin bandel sang kritikus sastra
indonesia yg kelahiran jerman itu.
alangkah malangnya nasib "para pembawa kayu bakar", opini busuk yg dibikinnya
cuma jadi bahan ketawaan, segitu doang kemampuan pak dosen kita ini? memfitnah
orang via milis?
asal taua aja ya manneke, TEKS itu BICARA. tercatat dalam databasenya
yahoogroups. di milis kita jangan buka bacot sembarangan dong. mosok kepinteran
otak dipakai buat penindasan?
salam dari amsterdam
heri latief
--- In [EMAIL PROTECTED], "sautsitumorang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [EMAIL PROTECTED], pradita@ wrote:
He he he, Bung Ulil ini asli "nakal". Awas diteror sama SS! Bukan SS
yang polisi rahasia Gestapo Nazi lho, meski ada banyak kemiripan antara
keduanya :)
manneke
Quoting Ulil Abshar-Abdalla <ulil99@>:
> Bung Manneke,
> Kalau mau nakal, kita bisa juga memakai perspektifnya
> Edward Said untuk "mengusili" Si Katrin yang "bandel"
> ini. Saya bisa saja mengatakan, orang "bule" macam
> Katrin ini memandang "rendah" orang-orang kulit coklat
> macam Ayu Utami. Orang kulit coklat, apalagi dari
> Indonesia, mustahil mencapai reputasi besar di mata
> orang Eropa dalam bidang sastra, kecuali dengan
> "tipuan", dan sedikit "make up".
>
> Jadi, Katrin ini diam-diam melaksanakan "orientalisme"
> dalam bentuknya yang sangat buruk.
>
> Itu kalau kita mau "suuzzann" atau berburuk sangka.
> Tapi, ya ngapain. Yang jelas, saya menikmati Saman
> sebagai karya yang baik, dengan kualitas berbahasa
> yang menurut saya, sebagai orang awam dalam bidang
> sastra, sangat baik.
>
> Saya harus jujur, tulisan Katrin itu disampaikan
> dengan bahasa Indonesia yang sangat baik, dengan
> artikulasi yang baik pula. Saya begitu terkesan dengan
> kemampuan berbahasa si "bule" ini.
>
> Lagi-lagi, kalau saya mau bersikap "usil", saya bisa
> bertanya: apakah ini artikel tulisan Katrin sendiri,
> atau "buatan" Si "SS" yang terkenal itu? Atau
> kolaborasi antara Katrin dan "SS"?
>
> Saya tak mau usil. Jadi pertanyaan itu hanya
> "penghandaian" saja. Saya menghargai kritiknya Katrin,
> walaupun kritiknya ini dilaksanakan bukan dengan cara
> menelisik teks Saman, sebaliknya bermain-main dengan
> aspek politik dari karya itu. Dan tidak apa-apa toh
> kritik sastra hanya mengudak-udak aspek politik sebuah
> karya?
>
> Salam,
> Ulil
> Ulil Abshar-Abdalla
> Department of
> Near Eastern Languages and Civilizations
> Harvard University
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
http://herilatief.wordpress.com/
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]