saya sependapat dengan mang ucup.
saya dulu tidak pernah membayangkan, bahwa karir saya akan 
seperti sekarang ini. 10 tahun yg lalu waktu di bangku 
kuliah, saya "berimajinasi, bahwa  paling lambat umur 25, 
saya harus sudah jadi manajer. dan itu terbukti, meski 
agak meleset, pada umur 26 saya sudah jadi manajer di 
sebuah perusahaan swasta. Dan 5 tahun yang lalu saya 
berencana bahwa saya akan menempuh pendidikan S2 5 tahun 
kedepan. Semoga ini menjadi kenyataan, karena saya 
berpikir positif.


On Tue, 01 Apr 2008 14:32:01 -0000
  "mangucup88" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ingin punya rumah besar di daerah elit, ingin dapat 
>pekerjaan dengan 
> gaji yang berjibun, ingin tour ke Eropa, Amerika atau 
>Australia, 
> ingin dapat pasangan hidup yang ideal, ingin memiliki 
>kesehatan atau 
> badan seperti  Ade Rai ataupun Angelina Jolie . Ini 
>semuanya dengan 
> mudah bisa terealisasikan, jadi bukan lagi sekedar 
>impian ataupun  
> dongeng; yang penting kita harus yakin haqul yakin 
>terlebih dahulu 
> sambil meng-Amin-kannya: "Yes We Can !" 
> 
> Langkah pertama: camkanlah terlebih dahulu di pikiran 
>apa yang Anda 
> dambakan. Tulislah diatas secarik kertas semua impian 
>maupun apa 
> yang Anda dambakan, sebab pada saat kita menulis; ini 
>sama seperti 
> juga menulis di otak/pikiran kita.  Ben Tiggelaar 
>penulis buku best 
> sellers "Can Do" mengatakan bahwa apa saja yang ada di 
>pikiran; 
> semuanya pasti bisa direalisasikan, walaupun mungkin 
>orang disekitar 
> Anda menilai, bahwa hal ini suatu ide yang gila, bahkan 
>tidak 
> mungkin bisa tercapai.
> 
> Telah terbuktikan bahwa Anda akan dapat meraih apa saja 
>yang Anda 
> pikirkan. Jadi sebenarnya hanya pikiran Anda sendiri 
>yang dapat 
> mewujudkan impian Anda! Pikiran inilah yang nantinya 
>akan menyedot 
> dan menarik semua hal yang Anda dambakan/impikan. 
> 
> Perlu diketahui bahwa frekuensi yang ada dipikiran kita 
>bukan hanya 
> frekuensi pikiran positiv saja, melainkan juga negatif. 
>Misalnya 
> jangan-jangan saya akan ditolak, maka hal ini pulalah 
>yang akan 
> terjadi, karena pikiran negatif akan menarik dan 
>menyedot hal yang 
> negatif pula sama seperti pikiran positiv. Jadi 
>keberhasilan dalam 
> mewujudkan impian itu tergantung dari pikiran apa yang 
>Anda 
> fokuskan/pikirkan
> 
> Ah ini sih dongeng Mang, hampir setiap saat saya 
>memikirkan untuk 
> mendapatkan pekerjaan, tetapi kenyataannya s/d detik ini 
>saya masih 
> saja jadi pengangguran, padahal saya tidak mengharapkan 
>impian yang 
> muluk-muluk. Hanya ingin dapat pekerjaan saja kok tidak 
>berhasil !
> 
> Problem paling utama ialah karena Anda sendiri tidak 
>percaya akan 
> keberhasilan Anda, karena selalu dikaitkan dengan masa 
>lampau. 
> Misalnya seringnya ditolak atau karena merasa belum 
>berpengalaman, 
> tidak punya koneksi, dana dsb-nya. Begitu kita merasa 
>tidak yakin; 
> maka hal ini pulalah yang akan terjadi, karena apa yang 
>Anda 
> pikirkan hal inilah yang akan menjadi kenyataan. 
> 
> Maka dari itu agar kita dapat mewujudkan apa yang kita 
>dambakan, 
> kita harus percaya dan yakin haqul yakin terlebih 
>dahulu, bahwa apa 
> yang Anda pikirkan/harapkan ini telah berhasil, bahkan 
>sudah menjadi 
> milik Anda
> 
> Kenapa orang miskin akan tetap selalu jadi miskin, 
>karena pikiran 
> mereka selalu terfokuskan kepada hutang dan kemiskinan 
>mereka, maka 
> hal inilah yang mereka sedot dan tarik dengan frekuensi 
>magnet 
> pikirannya. Beda dengan wong kaya, setiap saat mereka 
>memfokuskan 
> pikirannya kepada kekayaannya, maka dari itu wong kaya 
>akan menjadi 
> tambah kaya, karena mereka bisa menarik lebih banyak 
>kekayaan lagi.
> 
> Jadi singkatnya apabila anda ingin jadi kaya, mulai dari 
>sekarang 
> jangan pikirkan hutang lagi, melainkan renungkanlah apa 
>yang akan 
> anda lakukan dengan kekayaan yang tidak lama lagi akan 
>datang 
> berlimpah. Apabila Anda ingin dapat pasangan hidup, Anda 
>harus yakin 
> bahwa mungkin dalam tidak lama lagi Anda sudah akan bisa 
>menikah. 
> Pikirkanlah mulai dari sekarang calon pasangan hidup 
>yang akan Anda 
> dambakan, bahkan buatlah dari sekarang perencanaan 
>mengenai hari 
> pernikahan Anda.
> 
> Teori yang saya tulis disini sudah sering kali saya 
>praktekan, 
> misalnya saya ingin liburan ke Jakarta, langsung saja 
>saya booking 
> di travel office sesuai dengan tanggal keberangkatan 
>saya. Saya 
> percaya bahwa impian saya ini akan menjadi kenyataan, 
>walaupun pada 
> saat tsb saya sendiri belum tahu dananya dari mana, 
>tetapi entah 
> dari mana akhirnya dana itu datang dengan sendirinya dan 
>apa yang 
> saya pikirkan itupun benar-benar menjadi kenyataan.
> 
> Bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun bisa jadi 
>kenyataan, 
> misalnya saya ingin mendapatkan tempat pakir di Mall, 
>maka pada saat 
> saya berangkat dari rumah saya, hal ini sudah saya 
>pikirkan dan juga 
> yakini bahwa saya akan mendapatkan tempat parkir. Begitu 
>juga dengan 
> kamar Hotel pada saat menjelang liburan. Lebih dari 95% 
>apa yang 
> saya pikirkan/harapkan tersebut benar-benar telah 
>terwujudkan, 
> karena hal itulah yang saya pikirkan dan juga imani. Dan 
>tidak 
> pernah ada rasa khawatir ataukan jangan-jangan, begitu 
>kita merasa 
> goyah akan keyakinan kita maka hal itu pulalah yang akan 
>terjadi.
> 
> Mungkin Anda akan bilang bahwa apa yang saya tulis ini 
>nonsen besar, 
> tetapi cobalah renungkan sendiri, berapa banyak pikiran 
>negatif kita 
> dalam sehari yang menjadi beban atau pokok pemikiran 
>kita. Pikiran 
> kita lebih terfokuskan kepada apa yang kita ingin 
>hindari, apa yang 
> kita takutkan/khawatirkan, apa yang tidak kita inginkan. 
>Misalnya 
> mengenai masalah kontrakan rumah, cicilan credit card, 
>uang kuliah, 
> khawatir lamaran ditolak dsb-nya. Jadi kenyataannya Anda 
>menarik apa 
> yang Anda tolak, karena berfokus padanya dengan emosi 
>rasa 
> takut/khawatir yang sangat kuat.
> 
> Kebalikannya tanyalah pada diri sendiri berapa kali 
>dalam sehari 
> kita memikirkan kapan akan terwujudnya Our Dream ? 
>Apabila kita 
> merasa kurang yakin, maka emosi; frekuensi atau daya 
>tariknya pun 
> menjadi  lemah. Maka dari itu robahlah pola pikiran 
>Anda, daripada 
> pada mikirin hutang, lebih baik mikirin jadi kaya ! 
>Dengan keyakinan 
> Yes We Can ! Seperti juga Sabda Sang Buddha (563-483 SM) 
>"Diri kita 
> ini adalah akibat dari apa yang sudah kita pikirkan." 
> 
> Mang Ucup
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: www.mangucup.net
> 
> 

Kirim email ke