http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/04/19534040/ikan.aneh.dari.ambon.punya.mata.seperti.manusia
Ikan Aneh dari Ambon Punya Mata Seperti Manusia
Ikan penjebak yang ditemukan di perairan Ambon ini memiliki muka rata dan
sepasang mata menghadap ke depan.
JAKARTA, JUMAT - Seekor ikan yang ditemukan di perairan Ambon sangat aneh
karena memiliki mata seperti manusia. Tidak seperti ikan lainnya, kedua matanya
menghadap ke depan di permukan mukanya yang rata.
Sirip punggung, sirip ekor, dan sirip bawah dilapisi kulit yang lembut dan
tipis yang bergaris-garis coklat muda dan putih. Hewan seukuran genggaman
tangan manusia ini sangat luwes menyelinap di antara celah karang sehingga
jarang ditemui.
Secara umum ikan tersebut dikelompokkan sebagai ikan penjerat (anglerfish) atau
ikan katak (frogfish) yang suka berdiam di satu tempat dan memancing mangsanya
datang. Namun, sosoknya yang aneh tak dijumpai dalam literatur ikan manapun.
Ikan tersebut ditemukan pertama kali oleh pemandu selam Toby Fadilsyair lima
belas tahun lalu. Namun, sampai sekarang proses identifikasi terhadap ikan
tersebut belum pernah dilakukan karena sulitnya merekamnya dari dekat.
Beruntung, pada Januari 2008 lalu, penyelam Mark Snyder dari Maluku Divers
berhasil memotret seekor di antaranya dari dekat dan dari berbagai sudut.
Foto-foto tersebut kemudian dikirim kepada Profesor Theodore Pietsch, pakar
ikan dari Sekolah Kelautan dan Ilmu Perikanan Universitas Washington untuk
diidentifikasi.
"Begitu saya melihat foto tersebut, saya tahu bahwa ia jenis anglerfish karena
sirip-sirip di sisi badannya yang mirip kaki," ujar Pietsch. Sirip yang khas
ini berfungsi untuk membantu ikan tersebut merayap di dasar laut daripada
berenang untuk berpindah ke tempat lain. Namun, tidak seperti ikan penjebak
umumnya, ia tak memiliki semacam pancing di atas kepalanya untuk menarik
perhatian mangsa.
Mukanya yang rata dan dua mata yang menghadap ke depan membuatnya kaget karena
tidak pernah ditemuinya selama 40 tahun mempelajari karakteristik ikan.
Kebanyakan ikan memiliki mata yang menghadap ke kanan dan kiri badannya.
Sepasang mata yang menghadap ke depan membuat ikan tersebut memiliki kemampuan
melihat secara binokuler layaknya manusia. Sepasang mata yang melihat objek
sama seperti ini sangat berguna karena dapat menentukan jarak objek di depannya
dengan lebih tepat.
Meski bukti-bukti cukup kuat, perlu identifikasi langsung baik secara moefologi
maupun tes DNA untuk memastikan apakah ikan ini dapat dimasukkan sebagai
kelompok tersendiri. Sejauh ini para ilmuwan telah mengelompokkan ikan-ikan
penjerat ke dalam 18 familia dan Pietsch yakin ikan ini masuk ke dalam familia
ke-19. Untuk mengungkapnya, Pietsch telah mendapat sokongan dari lembaga riset
AS National Sience Foundation.
(AP/LIVESCIENCE/WAH)
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
[Non-text portions of this message have been removed]