http://www.antara.co.id/arc/2008/4/4/jimmy-carter-isyaratkan-akan-dukung-obama/
 
Jimmy Carter Isyaratkan Akan Dukung Obama

New York (ANTARA News) - Mantan Presiden AS Jimmy Carter mengisyaratkan dirinya 
kemungkinan akan lebih mendukung Barack Obama dibandingkan Hillary Clinton 
untuk menduduki jabatan sebagai presiden AS berikutnya. 

Kepada para wartawan dalam perjalanannya ke Nigeria, Rabu, mantan presiden yang 
berasal dari Partai Demokrat itu mencatat bahwa Obama pada pemungutan suara 
baru-baru ini telah memenangi pemilu awal di Georgia dan Plains, negara bagian 
dan kota tempat Carter berasal. 

"Anak-anak saya dan isteri serta suami mereka pro Obama. Cucu-cucu saya juga 
pro Obama," kata Carter. 

Namun seperti yang dilaporkan Greenville News dengan mengutip Associated Press, 
Carter (83) belum mau secara terang-terangan menyatakan apakah ia juga 
mendukung Obama. 

"Sebagai seorang 'superdelegasi', saya tidak akan mengungkapkan siapa yang akan 
saya dukung, tapi saya mempersilakan Anda untuk menebak," kata Carter. 

Superdelegasi adalah pejabat terpilih atau pemimpin partai politik, yang pada 
kongres partai soal pencalonan presiden, akan memberikan suaranya bagi para 
calon kandidat presiden. 
Carter merupakan satu dari total 13 superdelegasi Demokrat yang dimiliki 
Georgia. 

Mereka pada Agustus mendatang dijadwalkan akan menghadiri konvensi nasional di 
Denver, ibukota negara bagian Colorade. 
Hanya tiga dari 13 superdelegate di Georgia, termasuk Carter, yang belum 
menyatakan pilihan mereka. 

Sementara dari 10 superdelegasi sisanya sudah menyatakan pilihan akan mendukung 
Obama atau Hillary -- suara terbanyak diperoleh Obama dengan perbandingan 
dukungan 7:3. 

Saat ini di Partai Demokrat, senator asal Illinois Barack Obama dan senator 
asal New York yang juga mantan ibu negara AS, Hillary Rodham clinton, merupakan 
dua calon dari Partai Demokrat yang akan memperebutkan tiket dari partai untuk 
bertarung dalam Pemilu Presiden AS bulan November. 

Kedua kandidat saat ini masih bersaing ketat untuk mendapatkan dukungan melalui 
serangkaian pemungutan suara yang dilakukan di berbagai negara bagian, baik 
dengan melibatkan warga yang telah terdaftar sebagai pemilih Demokrat maupun 
mereka yang independen. 

Partai Republik sendiri saat ini telah memiliki calon untuk menghadapi Obama 
atau Hillary pada November nanti, yaitu John McCain.

Hasil jajak pendapat 

Sementara itu, menurut hasil jajak pendapat NY Times/CBS News Poll yang 
dikeluarkan Rabu, dukungan yang diberikan oleh para pemilih Demokrat masih 
lebih banyak diperoleh Obama dibandingkan Hillary. 

Sebanyak 46 persen responden menginginkan agar Partai Demokrat memilih Obama 
untuk dimajukan melawan McCain pada Pemilu November nanti, sementara 43 persen 
responden lainnya menyatakan Hillary lah yang sebaiknya dipilih. 

Persentase yang diperoleh Obama tersebut merupakan penurunan dibandingkan hasil 
jajak pendapat serupa pada February lalu, saat Obama mendapat 54 persen 
dukungan suara dan Hillary hanya 38 persen.

Hasil jajak pendapat terbaru yang diumumkan New York Times/CBS News Poll itu 
juga menjabarkan perkiraan persaingan antara Barack Obama dan Hillary Clinton 
masing-masing melawan John McCain, senator dari negara bagian Arizona. 

Menurut hasil `polling` tersebut, Obama mendominasi dukungan atas McCain, 
dengan catatan 47 persen berbanding 42 persen. 
Persentase ini juga merupakan penurunan dari bulan Februari yaitu 58:38. 

Sementara Hillary, juga digambarkan masih memimpin perolehan dukungan 
responden, yaitu 48:43 persen. (*)


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke