http://www.antara.co.id/arc/2008/4/4/penerimaan-pajak-triwulan-i-2008-capai-rp113-53-triliun/
Penerimaan Pajak Triwulan I 2008 Capai Rp113,53 Triliun
Jakarta (ANTARA News) - Realisasi penerimaan pajak netto (setelah dikurangi
restitusi) selama Januari sampai Maret (triwulan I) 2008 mencapai Rp113,53
triliun atau tumbuh lebih 42 persen dibanding periode sama tahun lalu.
"Tumbuh 42,70 persen dibanding realisasi penerimaan periode yang sama tahun
2007 sebesar Rp79,56 triliun," kata Dirjen Pajak Darmin Nasution di Kantor
Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat.
Darmin menyebutkan, realisasai penerimaan pajak tersebut belum termasuk
penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas bumi (migas). Apabila
penerimaan PPh migas dimasukkan maka realisasi penerimaan pajak selama Januari
hingga Maret 2008 mencapai sebesar Rp127,96 triliun.
"Angka itu menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 49,93 persen dibandingkan
realisasi penerimaan periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp85,35 triliun,"
kata Darmin.
Menurut Darmin, proporsi penerimaan triwulan I 2008 terhadap total rencana
setahun (target APBN 2008 sebesar Rp483,8 triliun) adalah 23,46 persen untuk
penerimaan netto tanpa PPh migas.
Sedangkan apabila memasukkan penerimaan PPh migas mencapai 24,35 persen dari
target APBN 2008 sebesar Rp525,5 triliun.
Pertumbuhan penerimaan pajak netto tanpa PPh migas selama triwulan I 2008
sebesar 42,7 persen, menurut Darmin, jauh di atas rata-rata pertumbuhan
penerimaan 5 tahun terakhir sebesar 19,36 persen.
Jika dirinci lebih lanjut, penerimaan PPh selama triwulan I 2008 dibanding
triwulan yang sama 2008 mengalami peningkatan 40,05 persen, PPN dan PPn BM
meningkat 48,6 persen, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB)
naik 44,1 persen.
Sementara PBB belum mengalami peningkatan karena pembayaran baru dilakukan
Agustus 2008 nanti.
"Perkembangan itu menunjukkan perkembangan kegiatan ekonomi dan upaya
intensifikasi pajak selama ini," kata Darmin.
Menurut dia, berdasar sektornya, penerimaan pajak dari sektor
kehutanan, perkebunan dan pertanian merupakan sektor yang kenaikannya terbesar
sekitar 150 persen.
"Sektor industri meningkat sekitar 70 persen, perdagangan sekitar 33 persen,
real estate kurang dari 30 persen, dan jasa keuangan sekitar 11 persen," jelas
Darmin.(*)
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
[Non-text portions of this message have been removed]