http://www.antara.co.id/arc/2008/4/4/bi--kinerja-industri-perbankan-baik/


BI : Kinerja Industri Perbankan Baik

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan 
bahwa kinerja dan daya tahan industri perbankan nasional hingga triwulan 
pertama 2008 masih terjaga dan terkendali.

"Stabilitas industri perbankan kita masih terjaga, masih terkendali," kata 
Burhanuddin dalam acara makan siang bersama para tokoh perbankan nasional 
dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Menurutnya, kondisi likuiditas selama triwulan pertama cukup terjaga dengan 
resiko kredit yang kecenderungannya menurun.
"Indikator rasio misalnya untuk `non performing loan` (NPL) secara gross 
menurun dari 4,82 persen menjadi 4,78 persen. Sementara sasaran netto masih di 
sekitar 2 persen jadi cukup rendah," katanya.

Burhanuddin mengatakan resiko pasar yang dihadapi perbankan saat ini masih 
cukup terjaga dengan didukung oleh devisa netto perbankan yang rendah yaitu 
sebesar 3,49 persen.

Ia menyebutkan bahwa profil maturitas perbankan yang "short" pada jangka pendek 
dan long pada jangka panjang serta perdagangan surat utang negara (SUN trading) 
hanya 9 persen dari total aset perbankan.

Dari hasil stress testing yang dilakukan Bank Indonesia, lanjutnya, juga 
menunjukkan bahwa dalam skenario yang terburuk, perbankan nasional masih 
memiliki pengaman yang cukup tinggi baik dari permodalan maupun likuiditas.

"Rasio kecukupan modal perbankan kita (CAR) cukup kebal sehingga dalam kondisi 
dimana terjadi kenaikan laju inflasi suku bunga dan depresiasi rupiah yang 
cukup besar, perbankan kita masih cukup bertahan bahkan dalam jangka waktu yang 
cukup panjang," paparnya.

Burhanuddin bahkan memprediksikan, kesulitan di perbankan dalam negeri tidak 
akan terjadi dalam waktu enam bulan mendatang.


Peningkatan kredit

Dalam kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa perbankan nasional masih memiliki 
semangat untuk meningkatkan kredit pada 2008.

"Dari rencana bisnis bank, angka-angka (kredit-red) menunjukkan masih ada 
kecenderungan meningkat," tegasnya.

Ia mengatakan bahwa sekalipun suku bunga kredit sejak beberapa waktu lalu 
mengalami penurunan namun masih berdampak positif terhadap intermediasi 
perbankan.

"Loan to deposito ratio (perbandingan pinjaman dengan deposito di dalam bank) 
pada saat ini sudah mencapai diatas 70 persen," ungkapnya.(*)


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke