hahaha... manneke kan mustinya mintak maaf ke aku dan Katrin, terutama aku yang dimaki-makinya tanpa provokasi sama sekali! ngapain pulak aku mintak maaf ke elo! moderator fascis, gaya aja feminis!!!
soal SMS Saut Situmorang, gampang jawabnya. kerna elo cekal aku dari milis lo yang gombal itu ya aku pake SMS menghajar elo!!! itu tandanya cerdas, mbok, hahaha... masak aku musti diam aja elo dkk ejekin di milis lo tanpa bisa jawab! emangnya gua masokis kayak elo! dan banyak yang ngerespons, yang jugak jadi anggota milismu kerna faktor aku perang ama manneke dan ulil itu (jadi bukan kerna milismu itu yang menarik hati sebelumnya, sayang! hahaha...) menyatakan setuju dengan isi SMSku! nah, mau apa kau? aku jugak SMSan ama Mariana Amirudin bos Jurnal Perempuan. doi bilang aku gak dicekal kok! dan dijamin bakalan gak dicekal kok! gawat! feminis kok ngibul! masih mo wakilin "perempuan" Indonesia lagi elo!!! wah, apa bedanya ama orang partai politik! paling nggak orang partai politik jauh lebih jujur, gak ngaku-ngaku "feminis humanis-religius"!!! satu lagi! orang Muhamadiyah kayak elo kok benci koran Islam Republika!!! malah demen koran Katolik KOMPAS n koran Amerika Koran Tempo!!! oops!!! hahaha... dekaden banget lu ah!!! hahaha... > --- Dewi Candraningrum <dewiahmad@> schrieb am Mo, 7.4.2008: > > Von: Dewi Candraningrum <dewiahmad@> > Betreff: [Jurnal Perempuan] Pertimbangan Moderator (Masih banyak PR lain selain Saut Situmorang) > An: [EMAIL PROTECTED] > Datum: Montag, 7. April 2008, 10:13 > > > Mbak Herni dan kawan-kawan, > > 1. Manneke Budiman telah meminta maaf pada forum > Terima kasih Mbak atas saran dan masukannya. Tentu saja kami sudah > memikirkan hal ini. Permohonan dari moderator atas sautan Saut- Manekke > -Heri Latif telah ditimpali secara bijak oleh "permohonan maaf" dari > Manneke Budiman. Mohon baca file berikut: > http://groups. yahoo.com/ group/jurnalpere mpuan/message/ 1658 > > 2. Saut Situmorang & Heri Latif belum meminta maaf pada forum > Sedangkan belum ada permintaan maaf baik dari Saut (umpatan yang > diprotes beberapa member, sampai tiga member keluar) dan Heri (jelas > menyebut JP melakukan konspirasi keji dan fitnah). Mohon baca file > berikut: > http://groups. yahoo.com/ group/jurnalpere mpuan/message/ 1645 > > 3. SMS Saut Situmorang atas Jurnal Perempuan > Atas pertimbangan tersebut di atas, kami tetap memoderasi Saut > Situmorang. Bahkan, Saut telah melancarkan SMS "ganas" ke seantero > jagat, bahwa JP "bla-bla-bla" . Saya sih komentar sederhana saja. Tanpa > faktor sms Saut pun, Jurnal Perempuan itu sudah "tercemar". Bagaimana > tidak, la wong membela LGBTIQ, TKW, PRT, dll, yang nota bene, dianggap > sebagai "sampah masyarakat". > > 4. PR lain Gerakan Perempuan > Sekali lagi, milis ini adalah milis Jurnal Perempuan. Advokasi dan > permberdayaan perempuan menjadi titik tekan dari semua dialektika. > Kalau sampai salah satu dialektika menjadikan perjuangan perempuan > menjadi "kusut", ya kami harus mengambil tindakan. Sudah seringlah > para perempuan itu diteter ngalor-ngidul sebagai ateis, pelacur, > produk barat, ganas, dll. Kita tentu lelah dengan kekusutan seperti > ini. Masih banyak PR lain. Dan, kita akan konsentrasi atas PR lain itu. > > Permohonan dari moderator ini adalah untuk pembahasan yang bersifat > lebih produktif lagi. Saya kira Olin Monteiro dan Mia sudah memulainya > dengan sangat bijak. > > Demikian kawan-kawan. Harap maklum. > > salam, > Tim Moderator

