Hampir semua orang menyambut dengan rasa senang apabila Weekend atau 
hari libur tiba. Dengan harapan menjelang weekend ini, mereka bisa 
istirahat sejenak, dari kesibukan sehari-hari di kantor. Jauh dari 
segala macam kewajiban, agenda, jadwal rapat maupun segala macam 
tugas-tugas lainnya. Hanya yang menjadi pertanyaan: "Apakah bisa ?"

Lihat saja jadwal weekend Anda, masalahnya hari-hari weekend itu 
adalah waktu untuk mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan 
selama hari kerja, misalnya belanja di Carrefour, mengerjakan taman, 
memperbaiki/mencuci mobil dan 1001 macam hal-hal lainnya yang harus 
diselesaikan selama weekend ini. Bahkan bagi kebanyakan orang 
weekend ini merupakan hari-hari yang lebih sibuk daripada hari 
kerja, karena harus full action terus-menerus.

Aneh tapi nyata, kita sebagai manusia yang memiliki itelegensi dan 
pendidikan tinggi, tapi kenyataannya, kita tidak bisa menentukan dan 
mengatur waktu untuk diri kita sendiri. 

Kita diperbudak oleh diri sendiri, karena ingin selalu melayani dan 
membantu orang lain. Misalnya bantu istri/suami, anak, mertua, rekan 
kantor, rumah ibadah dsb-nya. Tanyalah sama diri sendiri, kapan Anda 
memiliki waktu untuk hening sejenak ? Sambil membaca buku dengan 
tenang, bersantai-santai tanpa mengerjakan atau melakukan apapun 
juga ! Lucunya semakin kita merasa stress, semakin banyak hal yang 
kita ingin lakukan untuk mengurangi rasa stress tersebut, jadi 
bukannya untuk istirahat.

HP berdering terus, SMS masuk tiada hentinya, dan ini sudah 
sewajarnya harus dijawab. Rasanya sudah sukar bagi kita untuk bisa 
hidup tanpa HP walaupun ini untuk waktu sejam sekalipun . Maklum di 
dalam diri kita ini ada dua pol yang saling bertentangan satu dengan 
yang lain, disatu pihak kita ingin istirahat, tetapi dilain pihak 
ingin tetap action terus-menerus. 

Apalagi kita memiliki rasa tanggung jawab, sehingga tidak mungkin 
kita bisa melepaskan rasa tanggung jawab/kewajiban kita secara 
begitu saja walaupun ini weekend sekalipun juga. 

Hal inilah yang mendorong dan memaksakan kita untuk action terus 
menerus, sehingga tidak ada waktu lagi untuk diri sendiri. Cobalah 
tanya sama diri sendiri sambil merenungkannya: "Dari semua 
tugas/kewajiban yang Anda lakukan itu, berapa % sebenarnya untuk 
diri Anda sendiri ? Apakah pernah Anda bisa memberikan waktu 
seharian penuh hanya untuk diri Anda sendiri?"

Kebanyakan orang sudah tidak bisa menikmati lagi waktu tenang dan 
santai dalam kehidupan ini, mereka merasa lebih bahagia apabila full 
action terus menerus. Kita merasa dihargai apabila kita dapat 
melakukan sesuatu untuk orang lain maupun untuk karier kita, 
walaupun untuk itu kita harus mengorbankan waktu santai/istirahat 
kita. Disamping itu kita dikejar oleh perasaan "jangan-jangan", 
sehingga apabila Anda istirahat atau santai sejenak saja, seakan-
akan hal yang terburuk akan terjadi. 

Anda harus belajar untuk memanjakan diri sendiri, jangan hanya 
berkorban untuk orang lain saja ataupun menjadi budak dari agenda 
Anda saja. Berusahalah untuk menyediakan waktu bagi diri sendiri, 
misalnya pergi ke Spa, ke Salon, jalan-jalan di taman ataupun 
melakukan hal-hal yang sudah lama ingin Anda lakukan. Berkujung 
kerumah kawan atau ngobrol bersantai-santai di café tanpa harus 
melihat jam terus-menerus. 

Berusaha hanya melakukan hal-hal yang bisa menyenangkan diri 
sendiri, bukannya karena terpaksa ataupun merasa sebagai kewajiban 
maupun tanggung jawab. Selamat berakhir pekan dan selamat menikmati 
hari libur ini untuk diri Anda sendiri.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org















Kirim email ke