---------- Forwarded message ----------
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/4/12
Subject: [Fwd: Re: Soal Homo]
To: [EMAIL PROTECTED]

-------- Original Message --------
Subject: Re: Soal Homo
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, April 9, 2008 9:17 am
To: <[EMAIL PROTECTED]>

Pak Chandra,
Saya heran dengan orang2 seperti Adian Husaini. Dia itu tdk
hadir dalam diskusi shg tidak mendengar apa yang saya paparkan
di sana soal homo, juga tidak membaca tulisan pengantar saya
soal ini. Lalu, membuat tulisan berjudul Prof. UIN Jakarta
halalkan homoseksual. Dari segi judulnya saja sudah
salah.Pertama, meskipun menjadi tenaga pengajar di
Pascasarjana UIN, saya bukan Prof. UIN, melainkan Profesor
Riset dari LIPI
(Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Kedua, Saya tidak pernah
menghalalkan atau mengharamkan sesuatu. Karena saya bukan
Tuhan
dan juga bukan lembaga hukum yang memiliki kredibilitas
melakukan itu.Karena diuandang sbg pembicara, Saya coba
melempar gagasan bagi kelompok minoritas yang resah dan
mengalami banyak stigma
akibat orientasi seksualnya yg berbeda dari kelompok mayoritas
yang heteroseksual.
Kebanyakan kita, tidak dapat membedakan antara orientasi
seksual dan perilaku seksual. Yang pertama bersifat given atau
kodrati, yang kedua merupakan konstruksi sosial. Sebagai
manusia, orang2 Islam yang terlahir dengan orientasi seksual
homo tidak ada masalah sepanjang mereka tidak mengekspresikan
perilaku seksual yang bertentangan dengan ajaran Islam,
seperti
melakukan sodomi, melacurkan diri, berzina, gonta-ganti
pasangan, melakukan kekerasan, terutama kekerasan seksual
(marital rape), menyakiti hati sesamanya. Masalahnya, sebagian
besar kita menganggap setiap homo pasti melakukan hal-hal
tadi,
bahkan ada anggapan setiap homo pasti pelaku sodomi. Sementara
dalam realitas, tidak sedikit ditemukan orang2 hetero justru
pelaku sodomi.
Karena itu, dalam setiap diskusi dengan teman2 homo, saya
selalu membesarkan hati mereka agar teguh pada keyakinan
agamanya, menjalankan ibadah, dan berbuat baik dan berempati
kepada sesama makhluk, serta yang tidak kurang pentingnya
adalah tidak mengekspresikan perilaku seksual yang terlarang
dalam agama. Mereka tidak perlu hirau dg stigma yang
dialamatkan pada mereka. Saya meyakinkan mereka bahwa Islam
itu
rahmatan lil alamin, sekaligus meyakinkan Kerahiman dan
Kelembutan Tuhan. Hanya Dia yang patut menghakimi manusia.
Sebagai manusia kita hanya berfastabiqul khairat (berkompetisi
berbuat kebajikan), semoga semua ibadah mendapatkan ridha-Nya.
Selama ini saya sendiri mengahadapi banyak hujatan dan
cemohan,
tetapi saya tidak membalas dengan kekerasan. Sebab, kekerasan
bukanlah solusi. Saya yakin apa yang saya sampaikan itu punya
landasan yang saya yakini benar.
Sampai sini dulu, lain kali saya sambung.
Salam damai;
Musdah Mulia

> Bu Musdah, koq dalam attach files cuma ada 1 makalah pendek
> 3 halaman, satu nya lagi mana, ketinggalan yaa?
>
> Confirm yaa, saya forward ke mailing PPI-UPM agar dapat
> gambaran yang sebenarnya yang Ibu Musdah sampaikan dalam
> forum tersebut.
>
> Thanks.
>
> Chandra
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Pak Chandra,
> Saya senang sekali menerima forward tulisan tentang saya
> yang
> ternyata juga beredar di milis teman2 Indonesia di Malaysia.
> Agar temen2 di sini tidak menerima info sepihak, ada baiknya
> saya kirimkan 2 makalah pendek yg saya buat mengenai homo.
> Tulisan tentang homo itu muncul setelah berlangsung diskusi
> di
> Kebayoran Baru yang diadakan oleh Organisasi Arus Pelangi
> tgl
> 27 Maret 2008. Tema diskusinya: Islam Sebagai Agama Rahmatan
> Lil Alamin. Isunya: Kalau Islam itu adalah rahmat bagi alam
> semesta, lalu mengapa tidak menjadi rahmat bagi kelompok
> homo?
> Sebagai kelompok minoritas, kaum homo selalu distigma
> sebagai
> pendosa dan tidak ada tempat bagi mereka dalam masyarakat
> yang
> mayoritas hetero ini.
> Sebagai orang yang selama ini mengusung prinsip pluralisme,
> humanisme dan demokrasi dalam beragama saya mencoba
> menawarkan
> gagasan bagi mereka. Saya akui makalah pengantar yang saya
> buat
> ini jauh dari sempurna. Namanya juga pengantar, dengan
> harapan
> akan mendapatkan masukan bagi penyempurnaannya nanti.
> Sayangnya, tulisan Adian Husaini itu sepenuhnya hanya
> mengacu
> kepada paparan di The Jakarta Post. Mestinya, membaca juga
> tulisan yang sengaja saya buat sebagai pengantar diskusi
> ketika
> itu.
> Saya juga bermaksud menulis isu homo secara lebih luas agar
> masyarakat lebih terbuka wawasannya ttg kelompok ini.
> Salam damai;
> Musdah Mulia
>
>
>> Bu Musdah,
>>
>> Attach file adalah tulisan yang berkembang yang di
>> forwardkan ke mailing PPI-UPM (Mailing persatuan pelajar
>> Indonesia, University Putra Malaysia). Artinya semua mhs
>> Indonesia yang kuliah di UPM yang menjadi anggota mailing
>> list pasti dikirimi.
>>
>> Saya juga sebagai mahasiswa UPM, anggota PPI-UPM menerima
>> berita itu.
>>
>> Apa makalah ibu nantinya boleh aku forwardkan agar mereka
>> bisa baca secara utuh?
>>
>> Okay, begitu dulu, thanks.
>>
>> Salam,
>>
>> Chandra Setiawan


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke