Aku merasa iba berbarengan dengan perasaan marah, kecewa, pabila aku baca 
ribut2 soal pesta olah raga Olympic tahun 2008 di Beijing ini. 
  Tiongkok yang ditunjuk oleh  IOC untuk menyelenggarakan pesta olah raga ini 
kelihatannya banyak tamu undangannya untuk upacara pembukaan   beberapa kepala 
negara memutuskan  tidak akan hadir. Yang pasti sudah Gordon Brown dan Angela 
Merkel mengurungkan untuk hadir.
   
  Siapa yang kiranya bisa kita labeli sebagai biang keladinya huru hara soal 
HAM dan penindasan dalam masalah Tibet, yang ujung2nya sampai terjadi huru hara 
demo dengan kekerasan soal Tibet?
  Apakah demo2 dengan kekerasan ini di landasi oleh soal politik dan HAM 
termasuk terkait didalamnya?
   
  Rupanya hipokrisi telah terjadi, walaupun apa yang aku coba perbandingkan itu 
terjadinya melalui perbedaan waktu yang tidak pendek.
   
  Apakah masalah HAM dini hari itu berbeda dengan HAM tempo doeloe, berdasa 
warsa tahun yang lalu itu masalah HAM itu lain, apakah mengali proses perubahan?
   
  Kita tahu bahwa, eranya Nazi Jerman, eranya pembunuh masal atas dasar ras 
diskriminasi, eranya Adolf Hitler juga dipanggungkan pesta olah raga Olympic 
Berlin tahun 1936. Banyak sudah suara terutama dari pemuka2 orang Jahudi yang 
sempat  mengutarakan ketidak setujuannya dan usulannya agar Olympic Berlin di 
boikot. Tapi kenyataan sejarah tidak ada terutama negara2 Barat yang berani 
memboikot Olympic Berlin ini. Walaupun sudah terbukti policy dari pemerintahan 
Nazi Jerman waktu itu  ini mendasarkan politiknya atas dasar ...crime against 
humanity....policy Aryan Supremacy, tapi tidak ada "acara" demo2 apalagi usulan 
boikot dari pemerintah negara2 Barat.
   
  Aku bertanya dalam hati apakah tempo doeloe itu HAM, terutama ras 
diskriminasi diperbolehkan?
  Apakah Olympic Beijing 2008 itu ber-konotasi sama dengan Olympic Berlin 1936 
seperti saat ini dimana Olympic tahun 2008 itu di labeli penyelengara-nya, 
pemerintah China, sebagai pelanggar HAM?
   
  Aku anggap pemerintah negara2 Barat yang jelas seperti Inggris dan Jerman 
kelihatan hipokrit-nya.
  Kalau kita jangkau lebih jauh, keluar dari permasalahan soal Olympic, 
misalnya:  kenapa kedua negara ini tidak protes keras dengan kegiatan Amerika 
yang telah dan terus melecehi HAM misalnya dengan konsentrasi kamp-nya  di 
Guantanamo? dan meng-extradisi orang2 yang dianggap sebagai teroris ke negara2 
yang terkenal anti HAM untuk disiksa?
   
  Dari itu aku anggap persoalan boikot, demo2 soal Olympic memanglah selain 
tidak adil juga penuh dengan nuansa hipokrisi.
   
  Harry Adinegara

       
---------------------------------
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke