Tribun Timur Makassar -Kamis, 17-04-2008 | 09:07:11 

Wall Street Alami Kenaikan Panjang 
Laporan: Kompas.com/XVD

New York, Tribun - Saham-saham di  Wall Street mengalami kenaikan panjang 
(rally) pada Rabu (16/4),  terdorong pencatatan laba kuartalan JP Morgan yang 
lebih baik dari  perkiraan, seperti dikutip dari Antara. Produsen chip Intel 
pun  mencatatkan kenaikan laba. Pasar juga bergairah karena Coca-Cola  bakal 
memperoleh laba raksasa.

Indeks saham blue-chip Dow Jones  Industrial Average melambung 256,80 poin atau 
2,08 persen menjadi  ditutup pada 12.619,27. Indeks komposit Nasdaq meningkat 
64,07 poin 
atau 2,80 persen menjadi 2.350,11 dan indeks Standard & Poor's 500  naik 30,28 
poin atau 2,27 persen menjadi berakhir pada 1.364,71. 

Para pelaku pasar mengatakan laporan- laporan kenaikan laba memicu semangat 
para investor dan meningkat  harapan bahwa perusahaan Amerika kemungkinan masih 
relatif baik, meski terjadi pelambatan ekonomi. 

JP Morgan Chase dalam kuartal  pertama mencatat laba 2,4 miliar dollar AS, 
turun dari periode sama  tahun lalu, namun masih di atas prediksi para analis. 
"Perusahaan  secara kesuluruhan mempertahankan momentum usaha yang mantap dan  
posisi modal kami masih kuat," kata direktur eksekutif JP Morgan  Chase Jamie 
Dimon, sehubungan dengan tersumbatnya saluran kredit  (credit crunch) yang 
melanda industri keuangan. 

Saham JP MOrgan meroket 6,7 persen  menjadi 44,96 dollar AS. JP Morgan sedang 
dalam proses mengambilalih  bank investasi Bear Stearns yang menderita akibat 
kerugian investasi 
terkait mortgage. 

Intel melaporkan rekor penerimaan  9,7 miliar dollar AS dan laba bersih 1,44 
miliar dolar AS setelah  pasar tutup pada Selasa (15/4). Namun, para investor 
terus melakukan  toast terhadap laporan laba pada Rabu. 

Eksekutif perusahaan meletakkan  sebuah putaran positif dalam laporan laba 
Intel, dan mengatakan  perusahaan melihat "permintaan yang sehat" untuk chip 
komputer.  Saham Intel ditutup naik 5,8 persen pada 22,13 dollar AS. 

Coca-Cola mengatakan pada Rabu pagi,  bahwa laba kuartal pertamanya meroket 19 
persen didukung  meningkatnya penjualan internasional. Tapi, perusahaan minuman 
 berkarbonasi itu memperingatkan berlanjutnya tantangan di seluruh  Amerika 
Utara. Perusahaan mencatat laba bersih kuartal pertama 1,5  miliar dollar AS 
atau 64 sen per saham, yang termasuk harga dari 
tiga sen per saham untuk restrukturisasi dan penurunan nilai aset  
(write-downs). Saham Coca-Cola berakhir naik 0,3 persen pada 61,15  dollar AS. 

Para analis mengatakan laporan  inflasi yang ramah juga membantu mendorong 
kenaikan dan pasar  terlihat tidak terlalu mengingat dampak lain dalam kenaikan 
harga  minyak yang mencapai rekor tertinggi 115 dollar AS per barel. 

Sebuah survei Departemen Tenaga  Kerja menunjukkan harga konsumen naik moderat 
0,3 persen pada Maret  di tengah melonjaknya harga energi. "Untuk the Federal 
Reserve  berita inflasi ini membawa beberapa kesulitan. Jika ekepektasi  
inflasi dipertahankan di bawah kendali, the Fed harus lepas tangan  untuk 
menurunkan suku bunganya," kata Stephen Gallagher, seorang  ekonom Societe 
Generale. 

Bank sentral AS diperkirakan akan  menurunkan suku bunganya lagi akhir bulan 
ini di tengah kekhawatiran  ekonomi akan memasuki periode resesi paruh pertama 
tahun ini akibat 
kemerosotan berkepanjangan sektor perumahan dan tersumbatnya saluran  kredit. 

Survei lain pemerintah  memperlihatkan pasar perumahan masih melempem. 
Departemen 
perdagangan mengatakan bahwa pembangunan rumah baru dan permohonan  izin 
pembangunan properti perumahan baru jatuh ke posisi terendah 16  tahun pada 
Maret hanya 947.000 unit (tahunan). 

Saham-saham di Eropa juga naik. Di  London, indeks FTSE 100 meningkat 2,36 
persen menjadi 6.046,20.  Sementara, di Paris indeks CAC 40 bertambah 1,56 
persen menjadi  4.855,10. Di Frankfurt indeks Dax naik 1,79 persen menjadi 
6.702,84. 


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke