> > >zuhaeri misrawi wrote: >> >>Jum'at, 18/04/2008 17:08 WIB >>Pesantren NU Pertanyakan Pembubaran Ahmadiyah >>Tamam Mubarrok - DetikSurabaya >> >> >> >>Jombang - Peng asuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin >>Wahid (Gus Sholah), mempertanyakan alasan pembubaran Jamaah Ahmadiyah >>Indonesia (JAI). Bahkan, Gus Sholah menyarankan agar anggota JAI >>mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. >> >>"Kalau ajaran Ahmadiyah dikatakan tidak bolah melakukan kegiatan atau >>bahkan dibubarkan, ini harus dipertanyakan dulu," kata Gus Sholah kepada >>detiksurabaya.com di aula Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat >>(18/4/2008). >> >>Menurut Gus Sholah, Ahmadiyah sebagai ajaran dan Ahmadiyah sebagai sebuah >>organisasi, juga berbeda. Karena organisasi JAI bisa dibubarkan, tapi >>tidak dengan >>ajaran Ahmadiyah. "Kan tidak bisa dipaksa orang untuk mengikuti ajaran >>lain," kata Gus Sholah. >> >>Selain itu, adik mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu juga >>mempertanyakan lembaga yang berwenang membubarkan Ahmadiyah. "Sebetulnya >>yang bisa membubarkan Ahmadiyah itu siapa? Apakah Bakorpakem ataukah >>pengadilan. Ini harus jelas dulu," tegas Gus Sholah. >> >>Namun cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyarie itu tidak >>menjawab apakah pembubaran Ahmadiyah telah memiliki hukum tetap atau >>tidak. "Justru untuk itu saya tidak tahu. Ini yang menjawab harus ahli >>hukum," kata Gus Sholah. >> >>Jika pembubaran Ahmadiyah dianggap menyalahi UUD 1945, maka Gus Sholah >>menyarankan anggota JAI mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi >>(MK). "Kalau misalnya undang-undang PNPS tahun 1965 yang dipakai, maka >>bisa diajukan ke MK untuk judicial review," jelasnya. >> >>Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu memang dikenal berwawasan >>pluralis. Tidak heran, jika sebulan lalu, tepatnya Rabu (12/3/2008), >>Pengurus Besar JAI yang dipimpin Amir Nasional JAI Abdul Basit, >>bersilaturahim ke pesantren itu. Mereka juga berdoa di makam pendiri NU, >>hadlratus-syaikh KH Hasyim Asyarie. (bdh/bdh) >> >"Islam Yes! MUI No!"
[Non-text portions of this message have been removed]

