Tidak bisa dipungkiri, bahwa hampir disetiap diri manusia di kolong langit ini ada Monster yang turut mengatur gerak-gerik maupun jalan kehidupan kita. Bahkan Monster inilah yang sebenarnya menjadi Penggerak hidup kita. Monster ini selalu dalam keadaan lapar dan tidak tidak pernah bisa dipuaskan maupun dipenuhi entah dengan apapun juga. Kita baru akan bisa merasa senang/tenang sejenak, apabila keinginan Monster ini terpenuhi. Hanya sayangnya begitu kita beri dia makan, langsung timbul rasa lapar maupun kebutuhan/keinginan baru dari sang Monster.
Demi memenuhi kebutuhan Monster ini kita bersedia melakukan apa saja. Bukannya hanya sekedar bekerja siang malam, mereka juga bersedia untuk mengabaikan keluarga maupun mengorbankan apa saja. Bahkan banyak juga yang bersedia untuk melakukan kejahatan, mulai dari menipu, korupsi maupun membunuh hanya demi memenuhi kebutuhannya Sang Monster ! Sang Monster ini dalam bahasa Inggris disebut "Desire" atau dalam bahasa Indonesianya bisa diterjemahkan sebagai "Keinginan/Nafsu" atau lebih tepatnya disebut sebagai "Hasrat". Berdasarkan filsuf Perancis - René Descartes (1596 1650) dalam bukunya yang berjudul "Passions of the Soul" (Les passions de l'âme), bahwa manusia itu memiliki enam "passion" (emosi) yaitu: Kekaguman, Cinta, Kebencian, Kebahagiaan, Kesedihan dan Hasrat, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa dari semua emosi ini penggerak utamanya adalah Hasrat/Keinginan baca Sang Monster ! Sejak kecil kita sudah memiliki "hasrat" atau keinginan/impian/cita- cita dsb-nya. Hasrat anak-anak tentu berbeda dengan orang dewasa, hasrat seorang remaja mungkin berbeda dengan sorang lansia, begitu juga hasrat dari orang miskin tidak akan sama dengan hasrat dari orang kaya. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang memiliki keinginan hanya keinginan sajalah yang berbeda-beda. Jangankan manusia biasa Nabi bahkan Sang Pencipta pun memiliki hasrat, misalnya mereka ingin umat-Nya bertobat. Hasrat/Keinginan itu beda dengan Kebutuhan. Kebutuhan bisa terpenuhi, misalnya kebutuhan hidup untuk makan dan minum, tetapi keinginan ini sukar, masalahnya pada saat keinginan/hasrat yang satu terpenuhi, akan segera disusul oleh hasrat baru. Misalnya saya belajar, karena berhasarat ingin dapat gelar. Setelah dapat gelar timbul hasrat baru ingin dapat pekerjaan, setelah itu ingin dapat pangkat dan seterusnya. Hasrat SBY sudah tercapai untuk jadi Presiden apakah ia puas, tidak ! Karena timbul hasrat baru dimana dia ingin dipilih lagi. Tidak bisa dipungkiri pula, bahwa banyak orang Ngambek kepada Sang Pencipta karena Hasratnya tidak dikabulkan. Boro-boro manusia sehat, manusia yang mau kojor sekalipun masih punya hasrat, misalnya masih ingin ketemu anak cucunya, ingin dikuburkan dimana ataupun ingin naik sorga. Psikonanalis Perancis Jacques Lacan menilai bahwa "hasrat" itu sudah merupakan kodrat manusia yang akan selalu berada dalam kekurangan. Manusia itu tidak akan pernah merasa puas oleh berbagai macam keinginan yang akan selalu timbul tiada hentinya. Misalnya pada saat kita jalan-jalan ke Mall, nonton TV dan melalui berbagai macam media hasrat baru Anda akan selalu dibangkitkan/ditimbulkan oleh mereka. Lacan membagi hasrat itu dalam empat jenis keinginan: - Berhasrat menjadi obyek cinta misalnya ingin dikagumi, dikasihi - Berhasrat menjadi orang lain misalnya mang Ucup ingin jadi Elvis - Hasrat ingin memiliki seseorang ataupun sesuatu - Hasrat ingin dimiliki/dihasrati oleh seseorang Mereka yang bergerak dibidang periklanan harus menguasai hasrat dari customernya. Misalnya Lux menjanjikan kulit putih, kepada para pemakainya. Iklan ini tentu tidak akan berlaku di Eropa, dimana kebanyakan orang sudah memiliki kulit putih. Pemimpin atau Salesman yang sukses adalah mereka yang mengetahui hasrat dan bisa memberikan harapan bagi para customernya, hal ini berlaku bukan saja dalam bidang politik, bisnis tetapi dikalangan agamist pun sama. Begitu juga dengan Anda; akan menjadi seorang penulis yang sukses apabila mengetahui keinginan dari para pembacanya. Tokoh politik yang paling piawai dan mengetahui kebutuhkan rakyatnya adalah Obama. Selain ia mengetahui kebutuhan para pemilihnya ia juga apat memberikan harapan melalui janjinya `YES WE CAN" ! Mang Ucup yang berhasrat ingin kawin lagi Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org

