http://infoindonesia.wordpress.com
Di TV Trans 7 diberitakan Indef menyuruh pemerintah menaikan harga Premium. 
Begitu pula KADIN. Padahal hingga saat ini pemerintah belum ingin menaikan 
harga BBM tersebut.

Pernyataan Indef dan juga KADIN jelas sangat bertentangan dengan keinginan 
sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak ingin harga BBM naik. Apalagi rakyat 
sudah didera dengan berbagai kenaikan harga pangan. Pernyataan mereka sangat 
tidak manusiawi. Para pengusaha pun sebagian besar pasti tidak menyetujuinya.

Sesungguhnya meski harga minyak naik sampai US$ 200/barrel pun Indonesia masih 
tetap untung karena produksi minyak domestik Indonesia jauh lebih besar dari 
impor. Lihat perhitungan dan simulasinya di:

http://agusnizami.wordpress.com/2007/11/08/simulasi-harga-minyak-dengan-transaksi-minyak-indonesia

Saran Indef dan KADIN itu justru sangat berbahaya bagi perekonomian Indonesia. 
Harga berbagai barang akan semakin naik. Makin banyak rakyat miskin di 
Indonesia. Subsidi yang harus diberikan pemerintah harus bertambah, sementara 
pendapatan pajak yang rp 500 trilyun akan berkurang.

Apalagi naiknya harga minyak terhadap dollar dari awalnya US$20/barrel hingga 
US$ 117/barrel selain akibat monopoli perusahaan minyak dunia atas minyak pasca 
dikuasainya Afghanistan dan Iraq oleh AS dan sekutunya serta spekulasi pemain 
bursa komoditas, juga akibat turunnya nilai dollar. Ahmadinejad presiden Iran 
berkata bahwa harga minyak sebesar US$ 115/barrel masih terlalu murah bukan 
karena harga minyak naik. Tapi karena nilai dollar turun akibat pemerintah AS 
mencetak dollar terlalu banyak untuk menutupi pengeluaran perang. Menurut 
Stiglits biaya perang AS mencapai US$ 3 trilyun (Rp 27 ribu trilyun lebih).

Dan memang dalam sebulan saja dollar AS melemah dari !,54 US$/Euro menjadi 1,6 
US$/Euro.

Banyak solusi lain yang bisa diterapkan untuk mengatasi kenaikan harga minyak 
terhadap nilai dollar. Pertama pemerintah harus memikirkan pembelian minyak 
dengan valuta asing yang kuat seperti Euro dan Yen. Coba negosiasi ke Iran 
untuk membeli minyak dengan harga murah. Jangan beli di bursa komoditas NYMEX 
yang harganya sudah dipermainkan spekulan pasar.

Kemudian pemerintah bisa menambah produksi minyak yang sekarang tinggal 977.000 
bph menjadi minimal 1,1 juta bph (dulu mencapai 1,3 juta bph). Caranya dengan 
memberi pinjaman Rp 20 trilyun kepada UKM yang dibimbing perusahaan minyak 
besar seperti Pertamina, Medco, dan Elnusa untuk menghidupkan sumur-sumur 
minyak tua yang saat ini ditelantarkan. Dari mana uang tersebut? Subsidi 
pemerintah sebesar Rp 60 trilyun lebih untuk bunga SBI dan ORI sebagian bisa 
dialihkan untuk pinjaman tersebut.

Lalu pemerintah bisa melarang pemakai kendaraan pribadi untuk membeli premium. 
Jika mereka beli, bayar dengan harga non subsidi. Harga subsidi hanya untuk 
kendaraan plat kuning serta bis dan truk pengangkut barang/sembako.

Pemerintah juga bisa menaikan pajak STNK bagi kendaraan-kendaraan mewah serta 
bea masuk impor  bagi mobil mewah.

Jadi banyak solusi yang dapat diambil ketimbang menaikan harga premium.



===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke