yang ngiri, dengki lebih baik jgn baca hehe..

Perjodohan Ala Islam (1) Sosok Fahri di Dunia Nyata 
detikcom

Masih ingat perjodohan Fahri dengan Aisha? Anda yang pernah menonton film 
Ayat-Ayat Cinta pasti masih mengenangnya. Fahri, tokoh utama film itu, yang 
dicitrakan teguh beragama tidak melewati fase pacaran sebelum menikah.

Fahri dijodohkan oleh Syaikh Ustman Abdul Fattah, ulama besar Mesir yang 
menjadi gurunya dengan Aisha, keponakan salah seorang teman si Syaikh. Sebelum 
menikah Fahri hanya melakukaan taaruf alias perkenalan. Setelah taaruf itu, 
seminggu kemudian, Fahri dan Aisha melangsungkan akad nikah.

Kisah Fahri dan Aisha itu memang hanya cerita fiksi yang dikarang oleh 
Habiburrahman El Shirazy dalam novel Ayat Ayat Cinta (AAC) yang kemudian 
difilmkan. Namun ternyata kisah serupa Fahri tidak jarang dijumpai di dunia 
nyata.. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

Ketua MPR yang menjadi duda setelah istrinya meninggal itu, pertengahan Mei 
nanti akan melakukan pernikahan yang kedua. Uniknya, Hidayat dan calon 
istrinya, Diana Abbas Thalib, belum mengenal lama sebelumnya, apalagi sempat 
pacaran.

Hidayat, ayah dari empat putra itu dijodohkan dengan Diana oleh Yoyoh Yusroh, 
anggota DPR dari PKS. Diana, merupakan murid Liqok, Yoyoh. Mendapat profil 
Diana, Hidayat yang sejak kematian istrinya terus menerus ditawari jodoh oleh 
teman-temannya itu, kali ini merasa sreg. Demikian pula Diana.

Maka kemudian mereka pun melakukan taaruf alias perkenalan. Menurut Diana, 
taaruf yang dilakukan dengan Hidayat lebih ribet dibandingkan taaruf yang 
dilakukan Fahri dan Aisha. “Kalau di Ayat-Ayat Cinta itu, kan tokohnya bukan 
Ketua MPR, jadi lebih simple, nggak ribet,” cerita Diana saat ditemui detikcom, 
pada

Diana yang ditemui satu hari setelah acara pinangan itu tampak bahagia. Ia 
ceria dengan mengenakan kerudung warna ungu dengan t-shirt lengan panjang biru 
tua serta jins warna biru. Diana mengaku baru mengenal Hidayat 3 minggu dan 
sudah melakukan pertemuan sebanyak 3 kali.

Dalam taaruf pertama kali, Diana dan Hidayat memperkenalkan profilnya 
masing-masing. Saat itu, selain kedua keluarga, taaruf juga dihadiri Yoyoh 
Yusroh. Dia mengaku surprise setelah bertemu langsung dengan Hidayat.

Ia tidak menyangka pria yang profilnya telah diketahuinya dari berita di media 
massa ternyata orang yang sederhana, rendah hati dan sabar. Berbeda dengan 
karakternya yang energik dan dinamis.

“Kami bicara biasa saja  tapi secara tidak kami sadari, kami menggambarkan 
sedikit profil kami. Kami memang memiliki background yang berbeda. Tapi kami 
memiliki visi yang sama,” kisah Diana.

Setelah merasa cocok, Diana dan Hidayat lantas mempertemukan anak 
masing-masing. Hidayat dari istrinya pertama, almarhum Kastian, memiliki empat 
anak. Sementara Diana memiliki seorang anak laki-laki.

“Saya ketemu dengan anak beliau, dan alhamdulillah mereka butuh figur ibu. 
Insya Allah saya bisa berikan itu. Dan anak saya butuhkan kasih sayang dan 
perlindungan ayah dan Pak Hidayat juga insya Allah bisa menganggap anak saya 
sebagai anaknya sendiri,” cerita Diana yang berprofesi sebagai seorang dokter.

Kemudian dilakukanlah taaruf yang ketiga, yakni berkenalan dengan kedua orang 
tua masing-masing. Kedua orang tua ternyata mendukung dan akhirnya pasangan ini 
pun masuk pada tahap khitbah atau lamaran.

Kendati baru 3 minggu kenal dan 3 kali bertemu, Diana mantap mengikatkan diri 
pada tali perkawinan. “Mungkin perkenalannya akan lebih banyak ketika kami 
sudah menikah,” tandas perempuan penyayang binatang ini.

Kedua pasangan berbahagia itu menjadwalkan akan melangsungkan pernikahan pada 
10 Mei mendatang. Diana yang sudah mengenal aktivitas Hidayat sudah 
bersiap-siap menjadi pendamping yang mendukung aktivitas sang ketua MPR itu. Ia 
berjanji akan menjadi istri lebih dari biasa untuk Hidayat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan berpendapat perjodohan Hidayat dan 
Diana merupakan salah satu contoh yang bagus dalam proses pernikahan menurut 
Islam. Ditegaskan, Islam tidak mengenal adanya budaya pacaran. "Dengan 
melakukan ta'aruf dan pernikahan Islami berarti pasangan tersebut sama-sama 
menjaga diri dari maksiat," kata Amidhan kepada detikcom.

Amidhan menambahkan, Islam memandang pembentukan keluarga itu sebagai salah 
satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi 
berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam. Ikatan pernikahan  mempunyai 
pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam. ( 
iy / ron ) 


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke