Gunawan Jusuf pemilik PT Makindo Tbk. sedang bersiap-siap meluncurkan
koran ekonomi bernama Koran Jakarta. Salim Grup melalui Franky
Welirang tak mau kalah dan karena itu juga akan menerbitkan koran yang
sama bernama Indonesia Bisnis Today. 

oleh Rusdi Mathari
PERSETERUAN ANTARA MAKINDO GRUP (GUNAWAN JUSUF) dengan Salim Grup
tampaknya akan semakin sengit. Sengketa antara keduanya yang semula
hanya menyangkut soal lahan tebu kini dipastikan berlanjut di medan
perseteruan yang baru: media cetak.  Gunawan Jusuf akan menerbitkan
Koran Jakarta sementara Salim Grup akan menerbitkan Indonesia Bisnis
Today. Dua bakal koran itu sama-sama akan menyasar berita ekonomi.

Untuk Koran Jakarta Gunawan Jusuf menggandeng beberapa wartawan
ekonomi. Pemimpin Redaksinya adalah Marthen Slamet Susanto, mantan
wartawan Suara Pembaruan. Kantor dari bakal koran ini menempati sebuah
ruko empat lantai di Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, yang
berada tepat di belakang kantor eks kantor UNDP. Ada pun  Indonesia
Bisnis Today, melalui Franky Welirang, Salim Grup merangkul Dahlan
Iskan, bos besar Jawa Pos Grup.  Untuk sementara kantor bakal koran
ini menempati sebuah ruko di kompleks perbelanjaan D'Best di Jalan
Fatmawati, Jakarta Selatan, satu gedung dengan kantor tabloid Peluang.

Makindo Grup adalah induk usaha (holding) dari beberapa perusahaan
yang sahamnya dimiliki oleh Gunawan Jusuf dan keluarganya. Bidang
usahanya meliputi perdagangan, jasa umum, perkebunan, bisnis keuangan
(sekuritas) dan berancang-ancang merambah bisnis bahan bakar. Kelompok
usaha ini  termasuk ke dalam deretan konglomerasi di Indonesia dengan
aset mencapai puluhan triliun rupiah 

Ada pun Salim Grup adalah konglomerasi yang dimiliki oleh Keluarga
Soedono Salim. Kelompok ini pernah sangat terkenal karena kedekatannya
dengan Presiden Soeharto. Bidang usahanya antara lain perbankan,
perdagangan, perkebunan, dan otomotif. PT Indofood Sukses Makmur
merupakan salah satu anak perusahaan Salim Grup yang memproduksi mi
instan dan tepung terigu. Di perusahaan itu Keluarga Salim menempatkan
Franky Welirang sebagai orang kepercayaan.

Makindo dan Salim belakangan terlibat persengketaan bisnis gara-gara
perebutan aset pabrik gula dan ladang tebu PT Sugar Grup Companies.
Perusahaan yang disebut terakhir, semula merupakan perusahaan yang
berada di bawah Salim Grup. Sengketa antara Gunawan Jusuf dan Salim
Grup yang dalam hal ini diwakili oleh Anthony Salim tak terlepas dari
gonjang-ganjing krisis ekonomi dan moneter pada 1997-1998.

Awalnya adalah keharusan bagi Salim Grup untuk menyerahkan 108 aset
mereka  ke negara sebagai upaya penyelesaian utang BLBI yang diterima
oleh PT Bank Central Asia senilai Rp 52 triliun pada 21 September
1998. Salah satu aset yang diserahkan oleh Salim Grup adalah pabrik
gula Sugar Group Companies. Holdiko Perkasa, perusahaan pengelola aset
milik Salim yang dibentuk oleh BPPN kemudian melelang Sugar Group
melalui tender terbuka. Keluar sebagai pemenang tender adalah
konsorsium PT Trimanunggal Jaya yang anggotanya adalah Yanatera Bulog
dan Makindo. Harga yang ditawarkan oleh Trimanunggal atas Sugar Group
waktu itu (November 2001) adalah Rp 1,16 triliun.

Belakangan Yanatera Bulog mengundurkan diri dan posisinya digantikan
oleh PT Garuda Pancaarta, induk perusahaan dari Makindo. Penguasaan
saham Pancaarta di Makindo mencapai  57,01 persen atau mayoritas,
sementara sisanya dimiliki publik (35,47 persen) dan sebagai treasury
stok (7,52 persen). Ketika kontrak pembelian Sugar Gorup selesai
diteken oleh Holdiko dan Pancaarta, timbul persoalan atas transaksi
tersebut: pihak Gunawan Jusuf menuduh Salim tidak menyertakan 52,4
ribu hektare (dikenal sebagai Tanah Eks Register 47) dalam perjanjian
dengan BPPN, dan karena itu Pancaarta hanya menguasai lahan seluas 42
ribu hektare. Singkat cerita, Gunawan Jusuf menggugat Anthony Salim
dan semua keputusan pengadilan dari tingkat pertama hingga kasasi,
memenangkan Gunawan Jusuf. Anthony Salim kini mengajukan upaya hukum
Peninjauan Kembali. Pengacara Gunawan Jusuf adalah  Hotman Paris
Hutapea dan pengacara Anthony Salim adalah Todung Mulya Lubis.

Di tengah persengketaan mereka atas lahan tebu di Provinsi Lampung
itu, Gunawan Jusuf dan Anthony Salim lalu sama-sama berinisiatif
menerbitkan koran ekonomi. Koran Indonesia Bisnis Today direncanakan
akan terbit mulai 1 Mei mendatang, sementara Koran Jakarta semula akan
terbit pada Maret silam tapi batal dan saat ini masih melakukan
konsolidasi dan simulasi.

*Artikel lain "Cahaya Keselamatan SBY" dan "Hari-Hari Terakhir KS" di
http://www.rusdimathari.wordpress.com


Kirim email ke