Coba kita kembalikan ke topik awal diskusi kita, karena kita tidak sepaham
dengan diskusi sebelumnya.
Kalau kita cermati Injil Barnabas ada banyak kemustahilan :
a) Dalam judul dan juga pada kalimat lainnya Yesus disebut "Kristus", akan
tetapi dalam fasal 96 Yesus menolak bahwa Dia adalah Mesias. Jadi pengarang
tidak mengetahui bahwa "Kristus" adalah terjemahan bahasa Yunani dari kata
Ibrani/Aram "Messias" yang sama artinya!
b) Menurut fasal 3 Yesus dilahirkan pada waktu Pilatus memerintah atas Yudea,
namun sebenarnya Pilatus menjadi gubernur pada tahun 26 atau 27 sesudah Masehi"
ketika Yesus berusia ± 30 tahun
c) Dalam fasal 20 diceriterakan bahwa Yesus "berlayar" ke Nazaret; itu
mustahil, sebab Nazaret tidak dapat dicapai dengan kapal.
d) Dalam fasal 91 dikemukakan bahwa di wilayah Yudea ada 600.000 tentara; hal
itu pun mustahil, sebab di seluruh daerah jajahan Romawi jumlah tentaranya
tidak melebihi 300.000 orang.
e) Selama 40 hari Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke bukit Sinai untuk
melakukan syariat puasa 40 hari; dikemukakan seolah-olah masa puasa semacam itu
sudah menjadi adat-istiadat (fasal 91 dan 92). Padahal pada waktu Yesus hidup
puasa 40 hari itu belum merupakan kebiasaan.
Dan masih banyak kemustahilan yang lain yang menunjukkan bahwasannya penulis
injil Barnabas tidak pernah hidup di Israel dan tidak hidup dimasa Yesus karena
ybs tidak menguasai kondisi geografis dan adat istiadat pada masa itu. Injil
Barnabas dipandang oleh umat Muslim sebagai injil yang benar, karena berisi
kesaksian tentang nabi Muhammad. Namun kalau kita cermati QS 19:30.
Berbunyi :
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil)
dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
Coba ayat tersebut dicermati dan direnungkan kembali.
Kalau ayat tersebut di maksudkan untuk mendukung Injil yang asli maupun yang
paslsu (injil Barnabas) tetaplah tidak sesuai.
Injil yang berisi kisah dan karya Yesus mulai dari kelahiran dan kematiannya,
menurut QS 19:30 itu sudah berbentuk Al Kitab dan Al Kitab tersebut dibawa
Yesus.
Coba direnungkan lagi. Misalkan di implementasikan ke saya; apakah mungkin saya
yang masih hidup, membawa buku tentang biografi saya dari lahir s.d meninggal
dan menceritakan buku biografi saya ke setiap orang. Pastilah tidak masuk akal
dan tidak mungkin untuk dipercaya.
QS 19:30 merupakan hal yang paling fatal, karena Allah yang Maha Sempurna
ternyata memberikan Wahyu yang susah dipahami. Mestinya Wahyu Allah yang Maha
Sempurna adalah sempurna adanya.
Salam
Ardi
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]