Hidayatullah.com--Menteri luar negeri Belanda (Verhagen) telah memberikan 
instruksi pencekalan kepada perwakilan Belanda di Ramallah terhadap mufti 
Palestina, syaikh Ikrima Sabri. Penolakan untuk pemberian visum masuk ke negeri 
kincir angin ini akan diberlakukan terhadap beliau.

Bila sang mufti bersikeras datang ke Belanda melalui salah satu anggota negara 
Eropa (EU), maka beliau akan ditahan dan diusir. Mufti Ikrima Sabri 
dikhawatirkan dalam ceramahnya akan membangkitkan semangat perlawanan (Jihad) 
dan anti Israel.

Inisiatif kedatangan sang mufti ke Belanda atas undangan organisasi sosial dari 
immigran Turki, Kudüs Vakfi.

Organisasi ini telah menggalang bala bantuan untuk masyarakat Palestina 
khususnya Gaza.

Kota berpenduduk 1,5 juta layaknya penjara besar ini telah berbulan-bulan 
diisolir oleh Israel dan negara Arab (Mesir). Kedatangan sang mufti diharapkan 
dapat memberikan informasi terkini ke masyarakat Belanda dan beliau datang 
sebagai pembicara tamu.

Pencekalan sang mufti bukan pertama kali dilakukan, sebelumnya sang perdana 
menteri Ismail Haniyah juga masuk buku hitam. Sehingga waktu itu pidato di 
Rotterdam disampaikan melalui Teleconference.
Verhagen juga mendukung tindakan Israel untuk mengisolir Gaza dengan memutus 
aliran listrik dan bahan bakar ke wilayah itu, karena hal ini tidak melanggar 
hukum internasional. Pernyataan inipun pernah diprotes oleh salah satu anggota 
parlemen dari PvdA- Partai Buruh (Bert Koenders) namun Verhagen tetap 
bersikeras terhadap pendapatnya. [aziz/tlg/ip/www.hidayatullah.com]


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke