(Tulisan ini juga disajikan dalam website http://kontak.club.fr/index.htm )




   Uskup kiri jadi presiden baru Paraguay



Apa yang terjadi di negara Amerika Latin, Paraguay, pada hari Minggu tanggal
22 April 2008 adalah peristiwa menarik, yang patut menjadi perhatian banyak
orang di Indonesia. Sebagai hasil pemungutan suara dalam Pemilu di negara
itu seorang mantan uskup Katolik, Fernando LUGO, terpilih sebagai presiden
yang baru, dengan meraih lebih dari 43% suara. Yang menarik sekali untuk
diperhatikan adalah bahwa Fernando LUGO dikenal di Paraguay sebagai uskup
Katolik yang berhaluan kiri, dan mendapat julukan “Uskupnya orang miskin”
(bishop of the poor). Mengingat bahwa perkembangan  di Paraguay patut sekali
mejadi renungan bersama kita, maka berikut ini disajikan  berbagai
informasi, yang dikumpulkan dari berbagai sumber :



Kemenangan Fernando LUGO diraihnya melalui Aliansi Patriotik untuk Perubahan
(Patriotic Alliance for Change), suatu front luas yang berupa gabungan dari
kekuatan-kekuatan patriotik, yang bersama-sama memperjuangkan terjadinya
perubahan di Paraguay. Kemenangan Fernando LUGO ini menunjukkan juga bahwa
politik “memihak rakyat miskin” , yang jadi pedoman Aliansinya, mendapat
simpati dan dukungan besar dari rakyat. Hal yang demikian bisalah
dimengerti, karena Paraguay (yang berpenduduk 6 juta orang) adalah negeri
termiskin di Amerika Latin, lebih miskin dari pada Bolivianya Evo Morales.



Aliansi dari 20 partai dan gerakan


Dipilihnya mantan uskup Katolik yang berhaluan kiri (ia dikenal sebagai
aktivis gerakan Teologi Pembebasan, yang memperjuangkan keadilan dan melawan
kemiskinan) adalah perkembangan yang penting untuk Paraguay, yang selama 61
tahun diperintah oleh golongan reaksioner. Golongan  reaksioner ini
tergabung dalam satu-satunya partai, yaitu  partai Colorado, yang juga
pernah menyokong diktator Jenderal Alfredo Stroessner.  Calon yang dijagokan
partai Colorado (wanita bernama Ovelar) telah dikalahkan Fernando LUGO,
karena hanya meraih suara sekitar 30 %. Calon lainnya dari kalangan militer
hanya mendapat 22 %.



Delapan bulan yang lalu, Fernando LUGO (usia 56 tahun) telah membangun front
luas yang terdiri dari serikat-serikat buruh, orang-orang suku Indian dan
petani-petani miskin, dan partai-partai oposisi, untuk membentuk Aliansi
Patriotik untuk Perubahan. Aliansi ini adalah gabungan dari 20 partai dan
gerakan, yang bertekad satu untuk mengalahkan partai-tunggal Clolorado.
Dalam kampanye-nya yang karismatik, ia melampiaskan kemarahan rakyat
terhadap korupsi dan penyelenggaraan negara yang brengsek, yang menjadikan
para petani sangat menderita berkepanjangan selama puluhan tahun.



“Sekarang datang saatnya untuk perubahan! Jangan takut!” ("Now is the hour
of change! Don't be afraid!") serunya berkali-kali dengan  kutipan dari
Kitab Suci (Bible) dan mengenakan sandal.  Seruannya ini sangat berarti bagi
rakyat Paraguay, yang selama 35 tahun berada di bawah diktatur militer, yang
disokong oleh Amerika Serikat. Diktatur militer ini berakhir dalam tahun
1989, dan mulailah pemerintahan sipil, tetapi sangat reaksioner juga dan
korup.



Paraguay membikin Amerika Latin makin ke kiri


Dengan kemenangan Fernando LUGO maka berakhirlah sudah pemerintahan
partai-tunggal Colorado, yang telah memerintah terus-menerus dengan
cara-cara korup dan reaksioner sejak tahun 1947. Banyak orang memperkirakan
bahwa Fernano LUGO akan membentuk pemerintahan yang “tengah kiri”
(center-left). Tetapi ia sendiri menyatakan bahwa ia bukanlah orang “kiri”
dan juga bukan “kanan”.



Hari Minggu tanggal 22 April 2008 itu merupakan hari yang bersejarah bagi
rakyat Paraguay. Mulai hari itu mantan uskup Fernando LUGO membawa Paraguay
memasuki era yang sama sekali baru dibandingkan dengan masa selama 61 tahun
di bawah pemerintahan partai politik reaksioner. Partai Colorado adalah
partai-tunggal, yang dengan cara-cara yang kejam telah menindas rakyatnya
sendiri. Paraguay di bawah Fernando LUGO akan menjadi bagian dari  kelompok
negara-negara Amerika Latin yang menjalankan politik “kiri” dan “tengah
 kiri” dalam derajad atau kadar berbeda-beda. Paraguay di bawah Fernando
LUGO memang tidak akan sekiri Venezuela di bawah Hugo Chavez dan Bolivia di
bawah Evo Morales. Tetapi, bisalah kiranya dikatakan  bahwa Paraguay, dengan
Fernando LUGO sebagai presiden barunya akan mendorong benua Amerika Latin
makin condong ke kiri. Ini merupakan tanda bahwa abad ke-21 adalah abad
perubahan besar di Amerika Latin, yang akan bisa menimbulkan dampak penting
dalam perkembangan dunia.



Yang penting untuk kita perhatikan di Indonesia, adalah bahwa kemenangan
Fernando LUGO adalah bukti yang jelas bahwa politik neo-kolonialisme dan
neo-liberalisme yang dijajakan AS di benua Amerika Latin  telah dan sedang
mengalami kemunduran atau kegagalan yang bertubi-tubi dan berturut-turut.
Sekarang makin jelas bahwa AS, seperti halnya di Indonesia juga semasa Orde
Baru, adalah pendukung atau penolong pemerintahan yang reaksioner dan
anti-rakyat.



Kemiskinan meluas dan korupsi merajalela


Di bawah pemerintahan partai-tunggal Colorado (sebangsanya partai Golkar),,
dan terutama ketika di bawah diktatur militer Jenderal Alfredo Stroessner,
Paraguay menjadi pusat perdagangan gelap cocaine, kopi dan mobil mewah, yang
umumnya hanya menguntungkan para politisi, kaum kaya, dan pembesar-pembesar
mililiter. Sebanyak 77% tanah pertanian dikuasai kaum tuantanah yang hanya
1% dari jumlah penduduk. Kemiskinan di pedesaan sangat meluas, dan karenanya
banyak orang Paraguay mencari hdup di daerah-daerah lain atau negeri lain
sebagai emigran gelap. “Di Paraguay hanya ada maling dan korban maling” (“In
Paraguay, there are only thieves and the victims of thieves,”), sering
dikatakan oleh Fernando LUGO. Sebagai program yang akan dijalankan di bawah
pimpinannya,  Fernando LUGO akan memasukkan orang-orang dari suku Indian
dalam pemerintahan



Karena letaknya yang jauh dari Indonesia, dan selama ini juga tidak banyak
diberitakan dalam pers dunia, maka wajarlah bahwa banyak orang memerlukan
informasi-informasi dasar untuk  mengenalnya, walaupun secara sepintas lalu.



Paraguay adalah negara yang luasnya 406.752 km persegi, dengan penduduk
seluruhnya 6 juta lebih. Ibu kotanya bernama Asuncion. Bahasa utamanya
adalah bahasa Spanyol dan bahasa Indian Guarani. Agama utamanya Katolik.
Ekspor utamanya : kedelai, kapas, daging sapi, minyak makan, kayu.
Pendapatan per capita : US$ 1.280. Paraguay terletak di tengah-tengah
Amerika Latin, dan diapit oleh negara-negara Argentina, Bolivia dan
Brasilia.



Tugas Fernando LUGO besar dan berat


Mengingat bahwa partai politik  yang dikalahkan oleh Fernando LUGO adalah
partai tunggal yang sudah selama 61 tahun memegang terus-menerus
pemerintahan di Paraguay maka bisa dimengerti bahwa tugas yang dihadapi
mantan uskup ini besar dan juga berat sekali. Boleh dikatakan bahwa seluruh
birokrasi atau aparat negara ada di tangan para pendukung rejim yang lama.
Mereka merupakan  kekuatan kontra-revolusi yang setiap waktu bisa merongrong
pemerintahan Fernando LUGO dengan menimbulkan berbagai persoalan atau
kesulitan.



Di samping itu penduduk yang sebagian termasuk golongan Katolik kolot masih
bisa dipengaruhi oleh kalangan-kalangan reaksioner, yang tidak menyukai
sikap mantan uskup Fernando LUGO yang kiri. Tetapi, kekuatan presiden baru
ini justru terletak pada kesetiaannya membela kaum miskin dan  keteguhannya
untuk menjaga kejujuran dan keadilan.



“We will build a Paraguay that will not be known for its corruption and
poverty, but for its honesty .” (Kita akan membangun Paraguay yang tidak
akan terkenal karena korupsinya dan kemiskinannya, melainkan karena
kejujurannya”) katanya berulang kali. Dan pernyataan yang demikian itu, yang
diucapkan oleh mantan uskup Katolik kiri, mempunyai arti yang besar sekali.





Paraguay sebagai topik yang menarik


Tulisan ini mengangkat peristiwa di Paraguay sebagai topik yang menarik,
karena berbagai pertimbangan, untuk sama-sama direnungkan,  yang  antara
lain sebagai berikut :



Kemenangan Fernando LUGO sebagai mantan uskup Katolik kiri menjadi presiden
kepala negara Paraguay menunjukkan bahwa pandangan atau politik kiri yang
mengutamakan rakyat miskin bisa mengalahkan kekuatan atau kekuasaan politik
reaksioner walaupun sudah bercokol terus-menerus selama 61 tahun.



Kemenangan Fernando LUGO, mencerminkan bahwa pandangan  atau programnya yang
pro-rakyat dan anti-neoliberalisme yang dijajakan oleh AS (beserta
pendukung-pendukungnya) adalah sesuai dengan aspirasi rakyat  Paraguay, yang
mendambakan perubahan mendasar dari keterbelakangan politik, sosial dan
ekonomi yang membikin sengsaranya sebagian terbesar rakyat.



Berhasilnya Fernando LUGO sebagai presiden Paraguay yang baru adalah berkat
dibentuknya front luas yang bernama Aliansi Patriotik untuk Perubahan, yang
dengan jelas dan tegas bertujan mengadakan perubahan radikal  terhadap
situasi yang sudah bercokol selama 61 tahun. Nama aliansi yang menyebutkan
“untuk perubahan” adalah daya tarik yang kuat sekali.



Walaupun Fernando LUGO mengatakan bahwa ia bukan kiri dan juga bukan kanan,
tetapi karena  ia adalah penganut aktif dan setia Teologi Pembebasan, dalam
kenyataannya ia bisa digolongkan sebagai penganut gagasan-gagasan kiri.



Runtuhnya kekuasaan politik partai-tunggal Colorado (yang merupakan partai
politik  yang tertua di benua Amerika Latin), mencerminkan bahwa dunia
berubah terus, walaupun kadang-kadang terasa lambat sekali.



Berhasilnya Aliansi Patriotik untuk Perubahan menjadikan mantan uskup
Fernando LUGO sebagai presiden adalah bukti bahwa sosoknya yang “kiri”
bukanlah “momok”  yang perlu ditakuti atau dijadikan musuh rakyat.



Kiranya, Itu semua bisa dijadikan bahan renungan bersama bagi kita semua
yang di Indonesia.



Paris, 22 April 2008



A . Umar Said























No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.3/1390 - Release Date: 21/04/2008
16:23


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke