http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006118324
TNI AL DIDIK LAGI PULUHAN PERWIRA INTELIJEN DAN AHLI PEPERANGAN
22 Apr 2008
KOBANGDIKAL (22/4) - TNI AL melalu Komando Pengembangan dan
Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) kembali mendidik dan menggembleng
puluhan perwira spesialisasi intelijen maritim dan perwira ahli peperangan laut
yang dibuka Komandan Kobangdikal Laksda TNI Edhi Nuswantoro di Gedung Moeljadi,
Morokrembangan, Selasa (22/4).
Pendidikan Spesialisasi Intelijen Maritim (Diksespa Intelmar) yang
diikuti 24 orang perwira berpangkat lettu hingga mayor tersebut dilangsungkan
di Pusdik Intelijen selama 6,5 bulan. Sementara itu Kursus Perwira Peperangan
atau biasa disebut Principle Warfare Officer (PWO) akan dilangsungkan di Pusdik
Lanjutan Perwira selama 3,5 bulan.
Menurut Dankobangdikal, keberadaan perwira dengan spesialisasi
intelmar sangat dibutuhkan keberadaanya, mengingat luas wilayah Indonesia yang
hampir 2/3 wilayahnya adalah lautan yang ditebari pulau-pulau. Dalam hal ini
komuniti intelijen diharapkan mempunyai kemampuan deteksi dini dalam
mengantisifasi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan sebagai upaya
pengamanan terhadap integritas dan kedaulatan NKRI.
Sedangkan untuk PWO, Dankobangdikal ditujukan untuk mendidik perwira Korps
delapan mata angin itu menjadi perwira peperangan yang mampu merespons peluang
dan ancaman dengan segera dan melaksanakan tugas-tugas peperangan laut di KRI
kombatan.
Menurut Dankobangdikal ini, penyiapan SDM dewasa ini harus menempati
prioritas utama dalam upaya membangun TNI AL yang besar, kuat, profesioanal dan
solid, hal tersebut dihadapkan dengan implikasi dari dinamika perkembangan
lingkungan strategik global yang menebar berbagai ancaman yang harus
diantisivasi secara tepat, cepat, cerdas dan bijak.
Salah satunya, Dankobangdikal, adalah ancaman faktual, berupa
pelanggaran wilayah, keimigrasian, kegiatan perikanan yang tidak sah,
penyelundupan, perompakan laut, sabotase objek vital, teror laut dan lainnya.
Kemudian ancaman potensial, berupa ancaman yang bersumber dari adanya berbagai
permasalahan yang dapat berkembang kearah konflik bersenjata, misalnya batas
perairan termasuk sumber alam yang ada dibawahnya.
Untuk menjawab berbagai ancaman tersebut, pimpinan telah merumuskan
pembangunan kekuatan sampai dengan tahun 2024 yaitu angkatan laut yang
besar, kuat dan profesional. Pada dasarnya, kekuatan yang dibangun merupakan
struktur kekuatan angkatan laut yang memenuhi persyaratan sebagai kekuatan
dalam tataran green water navy yaitu kekuatan yang dapat dihandalkan untuk
menegakkan stabilitas keamanan dan berkemampuan mengadakan perlawanan terhadap
setiap ancaman.
Green water navy harus dapat diwujudkan paling Lambat tahun 2020.
Namun kekuatan itu tidak akan berarti apa-apa, bila dalam penggunaannya
tanpa disertai pemilihan strategi dan taktik yang jitu. Taktik dan
strategi merupakan dua hal yang sangat menentukan untuk memenangkan suatu
peperangan. Strategi dan taktik tempur laut merupakan seni atau ilmu
penggunaan berbagai jenis kesenjataan di laut dalam menghancurkan lawan untuk
mencapai tujuan tertentu. Taktik tempur di laut lebih memanfaatkan keunggulan
teknologi senjata untuk memenangkan pertempuran dan keuntungan geografis demi
keunggulan pertempuran.
Dengan adanya kursus PWO ini, Dankobangdikal mengharapkan para juniornya untuk
dapat memanfaatkan waktu yang relatif singkat ini dengan sebaik-baiknya,
karena tujuan akhir dari kursus ini bukan hanya untuk mendapatkan brevet PWO
yang diadopsi dari Royal Australian Navy, melainkan keahlian dan
peningkatan profesi saudara sebagai seorang perwira pelaut yang mampu
menganalisa dan mengevaluasi ancaman, merespon ancaman dengan segera sesuai
prosedur yang berlaku, menguasai prosedur peperangan laut, mampu
mengoperasikan sewaco di KRI kombatan dan menerapkan manajemen pertempuran
sesuai dengan aturan yang berlaku.
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]