http://www.tniad.mil.id/news.php?id=2801
TNI GELAR LATGAB "YUDHA SIAGA"
Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan latihan gabungan dengan sandi
"Yudha Siaga" untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit dalam
mempertahankan kedaulatan negara. Pembukaan latihan gabungan ditandai dengan
dentuman meriam oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Pangkalan Udara
Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (21/4).
Hadir dalam pembukaan latihan itu antara lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat
Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI
Sumardjono dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Subandrio.
Latihan Gabungan "Yudha Siaga" berlangsung dua tahap, yakni tahap pertama
berupa Geladi Posko I pada 21-28 April 2008 di Markas Divisi Infanteri
1/Kostrad Cilodong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tahap II berupa Geladi Lapang
yang berlangsung 1-20 Juni 2008 melibatkan seluruh personel dan Alat Utama
Sistem Senjata (Alutsista) dari tiga matra TNI di empat lokasi, yakni Natuna
dan Batam (Kepri), Singkawang (Kalbar), dan Sangatta (Kaltim). Latihan itu
bertema "Komando Tugas Gabungan Melaksanakan Kampanye Militer Di Daerah
Perbatasan Darat, Laut dan Udara Nasional Dalam Rangka Menegakkan Negara
Kesatuan Republika Indonesia (NKRI)".
Kegiatan yang dilaksanakan menandai seabad Kebangkitan Nasional dan satu
dasawarsa reformasi internal TNI itu, melibatkan 2.418 prajurit di lingkungan
Mabes TNI, TNI Angkatan Darat 10.388 orang, TNI Angkatan Laut 13.150 orang, dan
TNI Angkatan Udara 4.615 orang. Alutsista yang dikerahkan meliputi 38 tank, 19
panser, 9 helikopter dan 1 pesawat Cassa 212 dari TNI Angkatan Darat.
TNI Angkatan Laut mengerahkan 61 KRI, 30 tank amfibi PT-76, 55 panser
amfibi/RRF, 12 unit Kapa K-61, 3 unit Tatra, 4 peluncur roket M-70, 6 Howitzer,
2 Hovercraft, 1 combat boat, 3 Serider, 78 perahu karet, 3 helikopter NBO-105,
dan 2 helikopter Bell 412. TNI Angkatan Udara mengerahkan 24 pesawat tempur, 31
pesawat Angkut, dan 13 helikopter dari berbagai jenis.
Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, skenario yang digunakan
dalam latihan gabungan itu adalah merebut dan menguasai kembali beberapa bagian
wilayah kedaulatan RI yang diasumsikan telah diduduki musuh. Latihan itu,
bertujuan melatih kemampuan unsur pimpinan dan pembantu pimpinan dalam proses
pengambilan keputusan, melatih kesiapsiagaan seluruh unsur TNI dalam
melaksanakan kampanye militer menghadapi segala kemungkinan (contingency)
terjadi di wilayah RI.
"Dengan begitu TNI selalu siap untuk menghadapi berbagai ancaman baik potensial
maupun faktual", kata Panglima TNI. Selain itu, latihan gabungan merupakan
bentuk akuntabilitas publik sekaligus pertanggungjawaban TNI kepada bangsa dan
negara atas hasil-hasil program pembangunan dan pengembangan postur TNI,
katanya.
Dalam pembukaan itu ditampilkan beberapa Alutsista, seperti jet tempur F-5
Tiger, helikopter Super Puma, pesawat angkut berat C-130 Hercules. (Sumber :
www.antara.co.id/Gnr)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
[Non-text portions of this message have been removed]