Ahmadiyah dan Ktegangan DiCirebon

Fatwa MUI dan keputusan BAKORPAKEM soal Ahmadiyyah dan menunggu 
terbitnya SKB 3 Mentri hari ini, sempat membuat suasana di Cirebon 
memanas. 

Pasalnya, pada hari-hari sebelumnya, yakni pada tanggal 20 April 
2008, sebagian ulama-ulama pesantren Cirebon melakukan jumpa pers di 
pesantren kempek untuk meminta masyarakat tidak berbuat anarkis. 
bahkan dalam jumpa pers-nya itu, para Kyai Pesantren di Cirebon juga 
menyoal keputusan pemerintah yang membubarkan Ahmadiyyah. "yang 
dikhawatirkan justru akan menimbulkan ketegangan ditenngah 
masyarakat dan seolah-olah telah memberi lampu hijau untuk berbuat 
seenaknya" demikian kata seorang pengasuh pondok pesantren Babakan 
Ciwaringin.

Jumpa pers para Kyai pesantren justru menuai tanggapan yang lain, 
terutama dari kelompok-kelompok Islam yang beraliran keras. mereka 
menganggap bahwa para Kyai telah mengharamkan setiap orang untuk 
menyatakan sesat aliran Ahmadiyyah. anggapan ini ditindak lanjuti 
oleh kelompok-kelompok islam fundamentalis seperti FUI, MMI dan FPI 
dengan menggerebeg rumah Kyai.mereka menuntut pertanggung jawaban 
atas penyataan para Kyai dimedia massa.

Pada hari yang sama, kaum muda NU juga melakukan musyawarah di 
pondok pesantren Babakan. dalam musyawarah itu, kaum muda NU juga 
memyesalkan pembubaran Ahmadiyyah. "negara tidak mampu melindungi 
hak kebebasan beragama bagi warganya" kata seorang anggota 
Musyawarah.

Hingga informasi ini ditulis, kondisi di Cirebon masih tampak 
tegang. ratusan santri menunggui rumah-rumah Kyai. begitu pula kaum 
muda NU, GP Ansor, pagar nusa, PMII dan para pemuda desa  juga turut 
bergabung. mereka menjaga rumah-rumah Kayai yang di indikasikan akan 
diserang kelompok-kelompok Islam garis keras. 

dan akhirnya, semoga Cirebon masih tetap AMAN....


Kirim email ke