Oleh Adrian Perkasa *

Potensi kuliner yang ada di Surabaya dan Jawa Timur sangat besar. Sama seperti 
daerah lain di Indonesia, kawasan Jawa Timur memang dianugerahi sebuah kekayaan 
sumber alam yang sangat melimpah sehingga tak heran berbagai citarasa masakan 
dapat dengan mudah kita cicipi.

Karakter kuliner di Jawa Timur kebanyakan mengandung unsur pedas, seperti Rujak 
Cingur, Nasi Krawu, Semanggi, dan sebagainya.  Namun faktor kultural-demografis 
yang membagi Jawa Timur dalam empat kultur besar yakni Mataraman, Pesisiran, 
Tapal Kuda dan Madura, kulinernya pun beragam. Misalnya kita bisa temukan ragam 
Pecel yang berbeda antar masing-masing daerah. Pecel Madiun berbeda dengan 
Pecel Blitar. Berbeda pula dengan Pecel Tulungagung, Surabaya, dan daerah 
lainnya.  Bicara soal Soto, Soto Ayam Lamongan berbeda dengan Soto Banyuwangi, 
Soto Tulungagung yang lebih mirip sup, dan Soto Blitar dengan mangkok kecilnya. 


Surabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi untuk menjadi 
etalase kekayaan kuliner di sekelilingnya. Saya mempunyai sebuah impian, di 
Surabaya ada satu tempat untuk dapat merasakan enaknya Sate Ayam Ponorogo, 
Semanggi Surabaya, Bubur Madura dan Es Legen Tuban bersamaan.

Tentang Festival Jajanan Bango (FJB), saya tertarik sekali dengan program 
wisata kuliner tersebut. Apalagi festival kuliner yang diadakan Bango ini 
dilaksanakan rutin tiap tahun dan peminatnya pun semakin bertambah. 

Semoga FJB 2008 meraih sukses yang lebih besar!


* penulis adalah mantan Raka Jawa Timur dan Cak Surabaya, mahasiswa di 
Universitas Airlangga, Surabaya. 


mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke