Umumnya kalau Krakatau lagi "batuk", cuaca Jakarta jadi mendung. Walau sudah 
memasuki bulan April, tiap hari Jakarta masih diguyur hujan. Apabila Krakatau 
meletus, Jakarta pun akan terkena imbasnya, dari mulai guncangan gempa, 
gelombang pasang, awan debu yang akan menutupi langit selama berhari-hari, dan 
lainnya.

 

Kamis, 24 April 2008 | 00:15 WIB

JAKARTA, RABU - Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK), di perairan Selat Sunda, 
Rabu malam, sekitar pukul 21.00 WIB mulai menyemburkan bebatuan pijar berwarna 
kemerahan dari kawah bukit selatan gunung.

Kepala Pos Pemantauan, di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, 
Anton Tripambudi, mengemukakan, semburan bebatuan pijar berwarna kemerahan 
terlihat jelas di Pantai Anyer. Ini menunjukkan frekuensi letusan dan kegempaan 
vulkanik Anak Krakatau semakin tinggi.

Bahkan, aktivitasnya semakin "menggila" dan tak terkontrol, karena semburan 
bola api diperkirakan mencapai 600 meter. Semburan bebatuan pijar tersebut 
diselingi dengan bunyian keras jika mendekati dengan kejauhan radius tiga 
kilometer dari titik letusan gunung. 

"Radius tiga kilometer terdengar suara bunyi letusan serta mengeluarkan 
semburan lontaran bebatuan pijar," kata Anton.

Sejauh ini, kata dia, frekuensi letusan dan kegempaan vulkanik masih berlanjut 
menyusul dua hari dinaikkan status siaga level III oleh Pusat Vulkanologi dan 
Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Menurut dia, semburan bola api energi Anak Krakatau terlihat jelas kemerahan di 
pos pemantauan Desa Pasauran sehingga menjadikan pemandangan tersendiri bagi 
pengunjung wisata. 

"Dua hari terakhir ini semburan bola api dan bebatuan pijar Anak Krakatau 
terlihat jelas, namun pada siang hari tidak tampak karena cuaca di sekitar 
perairan Selat Sunda buruk disertai hujan dan kabut tebal," kata dia.

Data petugas Rabu (23/4), pukul 12.00 sampai 18.00 mencatat letusan dan 
kegempaan vulkanik A (dalam) sebanyak 22 kali, vulkanik B (dangkal) 42 kali, 
tremor delapan,letusan 66 dan hembusan sebanyak 68 kali.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pengamatan letusan dan kegempaan Anak 
Krakatau melalui visual dari jarak pandang di Pos Pemantauan di Desa Pasauran, 
Pantai Anyer. "Dengan terjadi semburan bebatuan dan bola api ke udara 
diperkirakan kegempaan Anak Krakatau mencapai antara 900 sampai 1.000 kali. 
Sebab,saat ini sudah hampir mencapai 875 kali kegempaan,"katanya menambahkan. 
(Antara)


http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/24/00154878/anak.krakatau.semburkan.bola.api





mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke