beginilah 'kebebasan' beragama yg benar? :)

Inggris Mata-matai Tong Sampah Warga Muslim              
Kamis, 24 April 2008

Sebuah proposal baru di Inggris diajukan guna "mengawasi" kaum Muslim.
Pemerintah mengusulkan agar petugas kebersihan memata-matai tong
sampah milik warga Muslim

Hidayatullah.com—Untuk sebuah Negara maju dan modern, boleh jadi ini
sebuah proposal keterlaluan jika tak boleh disebut psikopat.
Pemerintah Inggris mengajukan sebuah proposal yang memerintahkan
petugas kebersihan sampah untuk memata-matai tong sampah milik warga
Muslim. Para petugas diminta untuk mencari materi yang mencurigakan
yang ada hubungannya dengan "teroris".

Namun, kebijakan itu ditentang para pejabat lokal karena mencoba
menjadikan para petugas sampah untuk melakukan 'pekerjaan kotor' di
jalan-jalan, seperti yang dilakukan dinas intelijen.

"Kita diminta untuk memata-matai warga dengan mengerahkan para petugas
kebersihan untuk membongkar tong sampah orang," ujar Kris Hopkins,
Ketua Dewan legislatif di Kota Bradford.

Pemerintah lokal di 17 kota, termasuk Bradford, Manchester, Oldham,
Leichester, dan empat kawasan di London -yang semuanya banyak dihuni
komunitas Muslim- didekati pemerintah pusat agar mau melaksanakan
rencana itu.

Mereka diminta untuk memerintahkan petugas kebersihan agar
memata-matai tong sampah milik warga Muslim guna mencari adanya materi
buangan yang mungkin ada hubungannya dengan kelompok teroris.

Rencana itu terungkap dalam pertemuan para petinggi di London. Acara
ini diselenggarakan Departemen Kemasyarakatan dan Pemerintah Lokal
DCLG yang juga dihadiri para menteri dan pejabat polisi.

Menurut sejumlah kepala polisi, rencana itu bagian dari upaya
mengatasi ancaman ekstremisme dan teror di Inggris. Inggris dihuni
lebih dari 2 juta minoritas Muslim. Warga Muslim menjadi sorotan sejak
pemboman di London beberapa tahun lalu. Sejak itu, Islamofobia atau
kebencian terhadap Islam semakin meningkat.

Orang Islam juga mengalami berbagai kebijakan antiteror termasuk razia
rumah secara acak dan operasi pencarian dan penggeledahan pada siapa
saja yang dicurigai di tengah jalan.

Proposal itu langsung ditolak kalangan dewan legislatif kota. "Saya
dan lain-lain menolak untuk melakukannya," ujar Robert Light, ketua
Dewan Kirklees di West Yorkshire. Mereka menilai rencana itu menggelikan.

"Gagasan dengan memerintahkan petugas sampah untuk mencari kertas atau
kawat yang aneh di dalam tong sampah jelas merupakan hal yang
menggelikan. Para petugas tidak bertugas untuk bertindak seperti
polisi rahasia. Mereka ada di sana untuk mengosongkan tong sampah
warga," tambah Hopkins.

Hopkins yang menjadi ketua dewan legislatif Bradford mengecam rencana
itu karena dapat merusak hubungan masyarakat. Dari total penduduk di
Bradford, 25 persen di antaranya adalah warga Muslim.

"Tugas kami adalah menyatukan masyarakat, membantu masyarakat hidup
berdampingan, bukan untuk melakukan pekerjaan kotor seperti MI5,"
tegasnya.

Andai usulan ini diloloskan, boleh jadi suatu hari ada usulan
undang-undang yang membolehkan petugas keamanan membuka  isi tas dan
bahkan dibolehkan membuka kerudung dan baju-baju para wanita.
Asalannya cuma satu, karena Anda orang Islam dan dikhawatirkan bawa
bom. [iol/htb/www.hidayatullah.com]


Kirim email ke