Dear all Sekadar sampaikan pengalaman pribadi saya bergaul dengan sahabat-sahabat dari Ahmadiyah. Dilarang atau tidak Ahmadiyah tetap selalu ada sebagai ujian dari keimanan kita sebagai muslim. Sudah 10 tahun lebih saya mengenal beberapa tokoh ahmadiyah Indonesia dan sampai sekarang masih tetap menjalin silaturahmi, mereka menghargai saya dengan keyakinan saya sebagai muslim, dan saya juga menghargai mereka sebagai jamaat ahmadiyah.
Awal perkenalan kami mengalir begitu saja dalam sebuah pameran buku Islam. Selanjutnya saling silaturahmi, dan saya dipersilahkan untuk mengunjungi pusat ahmadiyah di serpong. Sejujurnya, saya sangat mengagumi dengan cara mereka berdakwah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun berjamaah. Misalnya, masalah kecil seperti tidak merokok saja, seluruh jamaat (mereka menamakan dirinya dengan jamaat bukan jamaah) diharamkan merokok, ternyata seluruhnya mengamini. Bahkan dalam bershalatpun mereka pun selalu berjamaah dikalangan mereka. Kalaupun saya bukan merupakan bagian dari jamaat ahmadiyah, mereka mempersilahkan untuk ikut shalat berjamaah. Yang menjadi kekaguman saya terhadap jamaat ahmadiyah adalah bagaimana dengan gigihnya menyebarkan Alquran dengan 100 bahasa dunia. Intinya mereka ingin menyebarkan Islam secara menyeluruh. Hanya saja meski tulisan bahasa Alquran masih seperti aslinya, tapi dalam penerjemahannya menurut apa yang mereka pikirkan. (Silakan baca terjemahan Alquran yang mereka miliki). Sampai suatu ketika sang tokoh jamaat ahmadiyah mengajutkan tawaran kepada saya apakah ingin masuk jamaat ahmadiyah atau tidak, sambil menyodorkan piagam perjanjian atau surat baiat, dengan alasan saya sudah mengenal jauh tentang jamaatnya. Saya menolaknya dengan halus bahwa iman saya masih lemah sehingga belum ada niat untuk masuk ke dalam jamaat ahmadiyah. Meski saya menolaknya sang tokoh jamaat ahmadiyah tetap menghormati saya sebagai sahabatnya, meski tidak bebas masuk ke dalam lingkungannya seperti dulu pertama kali saya bisa shalat berjamaah di masjidnya. Dan sampai sekarang pun hubungan dengan sang tokoh masih tetap terjalin, tanpa mempersoalkan keyakinan masing-masing. terima kasih. Salam Husnie [EMAIL PROTECTED] mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed]

